Dexteem Plus, Salah Satu Pilihan Tepat Mengatasi Alergi

Dexteem Plus bermanfaat untuk meredakan alergi dan peradangan pada beberapa kondisi, seperti pilek, biduran, konjungtivitis, atau rinitis alergi. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Dexteem Plus mengandung 2 mg dexchlorpheniramine maleate dan 0,5 mg dexamethasone. Kombinasi antihistamin dan kortikosteroid di dalam produk ini akan meredakan gejala alergi dan peradangan saat seseorang terpapar zat alergen.

Gejala alergi pada tiap orang berbeda, bisa ringan atau berat. Gejala bisa berupa bersin-bersin, hidung berair, mata memerah dan gatal, ruam kulit yang terasa gatal, hingga sesak napas. Pada sebagian pasien, reaksi alergi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.

Peluang terkena alergi akan bertambah besar bila Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko di bawah ini.

  1. Memiliki riwayat alergi dalam keluarga

Kebanyakan kasus alergi bersifat genetik. Artinya, kondisi ini menurun dalam keluarga. Apabila orangtua Anda mempunyai gen alergi, gen tersebut bisa menurun kepada Anda atau saudara kandung Anda sehingga muncul kondisi yang sama.

Namun, hanya karena Anda, pasangan, atau anak Anda menderita alergi, bukan berarti semua keturunan Anda akan mengalaminya. Beberapa orang bahkan bisa saja mengidap alergi walaupun tidak ada riwayat kondisi ini dalam keluarganya.

  1. Terlalu jarang terkena alergen

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, risiko alergi dapat bertambah besar bila sejak kecil Anda dibiasakan hidup terlalu bersih. Pasalnya, sistem imun tidak sempat mengenali macam-macam alergen dari lingkungan sekitar.

Paparan alergen sejak masa kanak-kanak justru berguna bagi perkembangan sistem imun Anda. Dengan begitu, sel-sel kekebalan tubuh mampu membedakan mana zat asing yang harus dilawan, yang bermanfaat, dan yang tidak berbahaya bagi tubuh.

  1. Dibatasi makan makanan tertentu

Jika sejak kecil Anda tidak dibolehkan makan makanan tertentu oleh orangtua, hal ini bisa menjadi penyebab alergi pada kemudian hari. Makanan sama seperti alergen lain yang perlu dikenalkan sejak dini agar sistem imun tidak bereaksi berlebihan.

Alergi makanan umumnya terjadi karena sistem imun keliru mengenali protein sebagai bahan asing. Oleh sebab itu, membiasakan makan makanan bervariasi sejak dini merupakan cara terbaik untuk mengenalkan protein sebagai zat yang bermanfaat.

  1. Tinggal di lingkungan rumah yang kering

Kelembapan udara berdampak besar terhadap sistem pernapasan. Udara yang cukup lembap membantu Anda bernapas dengan lebih baik. Kondisi ini cocok bagi penderita asma atau alergi yang sering mengalami gangguan pada sistem pernapasannya.

Maka dari itu, sebisa mungkin jagalah udara di rumah agar tidak terlalu kering ataupun lembap. Anda dapat menggunakan alat pengatur kelembapan atau humidifier untuk menjaga kelembapan tetap dalam rentang 30 – 50 persen.

  1. Sering terkena alergen dari lingkungan kerja

Pekerjaan tertentu mungkin membuat Anda lebih sering terkena alergen. Apabila Anda menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di tempat tersebut, paparan alergen dari lingkungan kerja Anda dapat menjadi penyebab alergi.

Zat pemicu alergi yang sering ditemukan di tempat kerja antara lain serbuk kayu, polusi udara, zat kimia, serta tungau dari gudang penyimpanan. Ada pula kemungkinan Anda terkena lateks, kotoran hewan, cat rambut, maupun alergen lainnya.

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi pemicu dari munculnya alergi. Dexteem Plus yang mengandung dexchlorpheniramine maleate dan dexamethasone merupakan kombinasi antihistamin dan kortikosteroid yang dapat meredakan gejala alergi. Anda bisa membeli Dexteem Plus dalam bentuk tablet ini melalui SehatQ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *