Bagaimana Jika Taksiran Berat Janin Kurang dari Normal?

Selama hamil, Anda mungkin pernah bertanya-tanya berapa ya berat Si Kecil sekarang? Apakah beratnya sudah normal atau lebih atau kurang? Selain mengetahuinya melalui USG, Anda sendiri juga bisa menghitung berat bayi menggunakan rumus taksiran berat janin. Anda tidak hanya mengandalkan hasil USG juga, namun setiap bulannya Anda bisa memprediksi perkembangan janin selama kehamilan.

taksiran berat badan janin

Indikator pertumbuhan berat badan bayi.

Menghitung taksiran berat janin sangatlah penting selama kehamilan. Selain mengetahui berat badan bayi, Anda juga dapat mendeteksi sejak dini masalah atau gangguan yang mungkin sedang terjadi selama kehamilan. Sebelum menghitung taksiran berat janin, Anda harus mengetahui dulu indikator berat badan normal janin setiap minggu selama kehamilan.

Usia kehamilan (minggu) Taksiran berat janin (gram)
8 1
9 2
10 4
11 7
12 14
13 23
14 43
15 70
16 100
17 140
18 190
19 240
20 300
21 360
22 430
23 501
24 600
25 660
26 760
27 875
28 1005
29 1153
30 1319
31 1502
32 1702
33 1918
34 2146
35 2383
36 2622
37 2859
38 3083
39 3288
40 3462
41 3597
42 3685

Sumber: babycenter.com

Normalnya, berat bayi lahir yang dianjurkan adalah 2500 gram atau 2,5 kilogram. Apabila berat badan lahir kurang dari itu, maka pertanda kecukupan gizi bumil tidak terpenuhi selama kehamilan. Alhasil, asupan nutrisi Si Kecil pun jadi kurang, sehingga mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama di dalam kandungan. Lain halnya bila berat badan janin lebih dari 4 kilogram (giant baby), maka ada kemungkinan bumil mengalami komplikasi kesehatan, seperti diabetes gestational.

Cara menghitung taksiran berat janin.

Rumus taksiran berat janin yang mudah dan bisa Anda lakukan sendiri di rumah adalah menggunakan rumus McDonald dan rumus Johnson. Berikut cara menghitungnya.

  1. Rumus McDonald.

Anda memerlukan nilai pengukuran dari tinggi dan lingkar rahim. Sebelum Anda memulai pengukuran, ada beberapa hal yang harus diketahui, yaitu:

  • Ibu tidak dalam kondisi manahan kemih, atau kandung kemih dalam keadaan kosong.
  • Angka tinggi rahim seharusnya sama dengan usia kehamilan (dalam satuan minggu).
  • Jika angka tinggi rahim selisihnya lebih dari 3 cm dari usia kehamilan, maka bisa jadi pertanda adanya masalah pada kehamilan.

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

Taksiran berat janin (TBJ) = Tinggi rahim (cm) × Lingkar rahim (cm)

  • Rumus Johnson.

Berbeda dengan rumus McDonald, taksiran berat janin dengan rumus Johnson cukup memerlukan nilai tinggi rahim. Hanya saja, ada nilai variabel yang harus Anda peroleh dari bidan atau dokter. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

Taksiran berat janin (TBJ) = [Tinggi rahim (cm) – X] x 155

Nilai X menunjukkan posisi tubuh janin di dalam rahim Anda. Angka variabel inilah yang bisa diperoleh saat Anda berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Arti dari masing-masing nilai X adalah sebagai berikut.

  • X=13, artinya bagian tubuh janin belum masuk panggul.
  • X=12, artinya tubuh janin mulai memasuki pintu panggul.
  • X=11, artinya tubuh janin telah masuk ke panggul.

Bagaimana jika taksiran berat janin kurang dari normal?

Anda jangan khawatir dulu jika angka taksiran berat janin tidak sesuai dengan indikatornya. Berat badan bayi yang kurang selama kehamilan belum tentu menandakan kondisi bayi tidak normal. Oleh sebab itu, Anda tetap perlu memeriksakan dan berkonsultasi langsung dengan bidan atau dokter kandungan.

Beberapa tips untuk membantu meningkatkan berat janin selama kehamilan adalah sebagai berikut.

  • Menerapakan diet sehat dan bergizi seimbang.
  • Mengonsumsi vitamin prenatal sesuai dengan anjuran dokter.
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
  • Menjaga kesehatan mental dengan selalu berpikir positif.
  • Istirahat yang cukup.
  • Rutin cek ke dokter atau bidan terdekat.

Bagaimanapun juga, taksiran berat janin hanya membantu Anda memprediksi pertumbuhan berat Si Kecil selama kehamilan. Bukan berarti, angka tersebut mutlak benar adanya. Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mengikuti arahan dari dokter untuk menjaga janin tetap sehat. Jangan lupa, terapkan pola makan beragam dan seimbang agar kebutuhan gizi bayi terpenuhi selama di dalam kandungan.

Jenis-Jenis Mata Juling yang Bisa Diderita Seseorang

jenis mata juling yang perlu diwaspadai

Mungkin di sekitar kita ada orang-orang yang memiliki mata sedikit berbeda dengan yang lain. Di mana seharusnya dua bola mata berada di posisi yang sejajar, tetapi ini tidak. Kondisi ini kita kenal dengan istilah mata juling.

Dalam bahasa medis, mata juling disebut strabismus. Banyak faktor yang membuat salah satu atau kedua mata tidak berada di posisi yang seharusnya. Namun, yang pasti mata juling terjadi ketika otot yang mengatur pergerakan mata tidak berfungsi dengan baik.

Sampai sekarang, mata juling dibedakan ke dalam beberapa jenis. Pembedaan ini dilakukan melalui gejala atau posisi dari mata itu sendiri. Penjelasan lebih lengkap mengenai macam-macam jenis mata juling ada di bawah ini:

  • Esotropia

Esotropia adalah salah satu jenis strabismus (mata juling) yang ditandai dengan kondisi satu atau kedua mata berbelok ke dalam. Esotropia memiliki beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan usia mulainya kondisi, frekuensi, dan apakah bisa diobati dengan kacamata. 

Berdasarkan mulainya kondisi, mata juling jenis esotropia ini bisa terjadi karena bawaan lahir atau infantil dan acquired yang terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti diabetes, atau masalah mata seperti penglihatan ganda dan rabun jauh yang tidak diobati.

  • Eksotropia

Jenis ini adalah kebalikan dari esotropia. Artinya, mata juling jenis ini ditandai ketika satu atau kedua mata penderita berbelok atau menyimpang keluar. Eksotropia (juga dikenal sebagai wall-eye atau diverent strabismus) dapat muncul pada usia berapa pun, biasanya muncul antara usia satu dan empat tahun.

Sama seperti esotropia, mata juling ini bisa didapat penderita sejak lahir atau karena dipicu oleh berbagai hal yang memungkinkan, seperti kondisi medis atau kondisi dari struktur mata itu sendiri.

  • Hipertropi

Hipertropia adalah bentuk strabismus atau mata juling di mana satu mata mengarah ke atas, membuatnya tidak sejajar dengan mata yang lain. Hipertropia mungkin konstan, dengan mata berputar sepanjang waktu, atau bisa intermiten, dengan mata hanya memutar sebagian waktu. Hipertropi intermittent dapat terjadi selama masa stres atau kelelahan.

Penyebab mata juling jenis ini berbeda bagi tiap penderita anak-anak dan dewasa. Pada usia anak-anak, penyebab utamanya adalah masalah atau gangguan yang terjadi di mata itu sendiri, seperti sindrom coklat, sindrom duane, atau mungkin trauma. Tak menutup kemungkinan mata juling yang diderita anak-anak ini disebabkan oleh kelumpuhan saraf.

Sementara pada orang dewasa, mata juling jenis ini bisa terjadi lantaran beberapa kondisi medis, mulai dari stroke, graves, hingga gangguan neurologis.

  • Hipotropia

Jenis mata juling ini merupakan lawan dari hipertropi di mana salah satu atau kedua mata terlalu rendah sehingga terlihat merosot ke bawah. Kondisi ini mungkin konstan atau bisa juga hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

Ketika tidak diobati, hipotropia mungkin dapat menyebabkan kerusakan pada penglihatan seseorang. Pasalnya, saat satu mata tidak sejajar, dalam kasus ini mata juling hipotropia, mata akan mengalami perbedaan perkembangan. Nantinya, mata yang kuat akan mengambil alih untuk mata yang lebih lemah.

Kondisi itu pada akhirnya akan menyebabkan amblyopia atau satu mata memiliki penglihatan yang lebih buruk daripada yang lain. Orang dengan ambliopia juga berisiko kehilangan penglihatan pada mata yang sehat.

***

Itulah empat jenis mata juling yang dibedakan berdasarkan letak atau arah mata itu bergeser. Kondisi ini bisa diatasi dengan berbagai jalan atau upaya oleh tim medis. Namun, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin sebelum situasinya semakin buruk dan telah merusak sistem penglihatan penderitanya.