Seperti Apa Sindrom Horner dan Bagaimana Gejalanya?

Pernahkah Anda mendengar tentang sindrom Horner? Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan oleh gangguan pada jalur saraf simpasti dari otak ke wajah. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mendapati gangguan pada salah satu sisi wajah dan mata.

Perhatikan tanda dan gejala sindrom Horner

Di bawah ini terdapat tanda dan gejala sindrom Horner yang sejauh ini telah diketahui:

  • Mengecilnya pupil pada salah satu mata (anisokor).
  • Mengalami kesulitan ketika melihat dalam kondisi gelap.
  • Kelopak mata atas cenderung berada dalam posisi mengendur ke bawah pada sisi wajah yang sakit.
  • Kelopak mata bawah terlihat lebih terangkat.
  • Diproduksinya keringan yang lebih sedikit pada sisi wajah (anhidrosis).
  • Iris mata terlihat lebih terang pada salah satu sisi jika terjadi pada bayi.
  • Perubahan warna wajah menjadi kemerahan pada salah satu sisi wajah, terutama pada anak-anak.

Pemicu utama sindrom Horner adalah kerusakan yang terjadi pada jalur saraf simpatik, yang mana mengatur berbagai koordinasi pergerakan, seperti detak jantung, keringat, tekanan darah, pergerakan pupil mata, dan lainnya. Secara keseluruhan, sistem saraf ini membantu tubuh untuk menyiapkan respons terhadap perubahan di sekitarnya.

Bagaimana sindrom horner dapat didiagnosis?

Diagnosis untuk sindrom Horner dilakukan secara bertahap, seperti dengan melakukan pemeriksaan fisik dan gejala oleh dokter hingga dirujuk kepada dokter mata jika membutuhkan analisis lanjut.

Ketika dirujuk kepada dokter mata, pasien akan melakukan serangkaian tes mata untuk membandingkan reaksi pada kedua pupil. Jika hasil dari tes tersebut menunjukkan adanya kerusakan saraf, maka pasien akan melakukan uji lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti yang memicu kerusakan pada saraf. Ada pun pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • MRI
  • CT Scan
  • Sinar X
  • Tes darah
  • Tes urine

Apakah sindrom Horner dapat diobati?

Sayangnya, hingga saat ini belum terdapat prosedur medis khusus yang dapat secara efektif mengatasi sindrom Horner. Walaupun begitu, sindrom Horner akan membaik atau bahkan menghilang, ketika kondisi medis yang menjadi pemicu terjadinya penyakit ini telah diatasi secara keseluruhan.

Penyebab Mata Ikan di Kaki

Mata ikan biasanya disadari saat terdapat benjolan di kaki. Bentuk dari mata ikan terkadang cukup menggantu mata, apalagi jika terasa sakit saat ditekan. Apa sebenarnya penyebab mata ikan, bagaimana gejalanya, ada perbedaanya dengan kapalan serta bagaimana cara mencegahnya? Simak artikel berikut untuk tahu lebih jelas.

Penyebab mata ikan dan proses penularannya

Penyebab mata ikan adalah infeksi virus Human Papilloma atau HPV. Mendengan nama virus HPV, pasti yang terbayang di pikiran Anda adalah kanker serviks. Namun, tidak perlu panik karena mata ikan tidak berpotensi menjadi kanker. Mata ikan sangat menular, sehingga dapat ditularkan melalui sentuhan sekalipun. Anda dapat mengalami mata ikan jika Anda menyentuh mata ikan seseorang. Contohnya, Anda menggunakan handuk atau baju yang sama dengan yang digunakan orang yang mengalami mata ikan.

Gejala mata ikan di telapak kaki

Selain tumbuh di telapak kaki juga dapat tumbuh di tangan. tapi bentuk mata ikan telapak kaki dan tangan juga berbeda. Jika mata ikan tumbuh di kaki, bentuknya cenderung lebih pipih atau datar akibat sering tertekan saat berjalan dan berdiri. Umumnya mata ikan tidak menimbulkan gejala tertentu, namun jika mata ikan terjadi di telapak kaki akan timbul gejala karena sering tertekan.

Seseorang yang mengalami mata ikan di kaki seringkali mengeluhkan sensasi seperti menginjak batu. Hal ini dikarenakan bentuk dan warnanya yang mirip, orang juga sering sulit membedakan mata ikan di telapak kaki dengan kapalan. Cara membedakannya adalah dengan menekannya. Mata ikan akan terasa sakit jika ditekan sedangkan kapalan tidak.

Cara mencegah mata ikan

Pasti kesal kan kalau punya mata ikan? Nah, biar nggak terlanjur kena, lebih baik mencegahnya. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah mata ikan di kaki:

  • Hindari menyentuh mata ikan orang lain.
  • Bila kamu melakukan perawatan pedicure di salon, pastikan orang yang melakukannya tidak menggunakan alat pedicure yang sama dengan orang lain. Kalau Anda sudah terlanjur memiliki mata ikan di telapak kaki, ada baiknya selalu menjaga

Kenali Tanda-Tanda Seseorang yang Klepto

Pernahkan Anda mendengar istilah klepto atau kleptomania? Klepto merupakan adanya suatu dorongan dalam diri seseorang untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh orang tersebut. Bahkan bisa jadi barang-barang tersebut seringnya akan dibuang atau diberikan kepada orang lain setelah berhasil dicuri. Dalam kata lain, barang yang dicuri sebenarnya kurang berguna untuk para klepto dan bukan bertujuan untuk dijual kembali.

Tanda-tanda seseorang yang klepto

Jika Anda mendapati ciri-ciri di bawah ini pada teman Anda atau orang terdekat, Anda patut mencurigai bahwa ia memang menderita kleptomania. Berikut ciri-cirinya:

  • Tidak mampu menolak dorongan kuat untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Muncul perasaan tegang yang meningkat dan kecemasan sebelum melakukan tindakan pencurian.
  • Merasa ada kesenangan, perasaan lega, dan kepuasan tersendiri saat mencuri
  • Merasa malu, bersalah, membenci diri sendiri atau takut untuk ditangkap setelah melakukan tindakan pencurian.
  • Kembali ada desakan untuk mencuri dan berulangnya siklus kleptomania.

Hal yang perlu dilakukan jika orang terdekat mengidap kleptomania

Mungkin banyak yang merasa kesulitan atau bingung mengenai apa yang harus dilakukan jika orang terdekat ada yang mengidap kleptomania. Anda tidak perlu menjauhinya, karena sejatinya klepto adalah kondisi penyakit mental, bukan karena adanya cacat karakter. Coba lakukan beberapa tips berikut ini jika orang terdekat Anda mengidap kleptomania:

  • Cari tahu lebih lanjut

Saat Anda sudah mendapati ciri-ciri klepto ada pada diri teman Anda, sebaiknya coba cari tahu lebih lanjut alasan ia menjadi seorang klepto. Adanya gangguan mental pada seorang kleptomania dapat dipicu oleh faktor-faktor lainnya, seperti Riwayat keluarganya.

  • Ajak dan temani temanmu untuk berkonsultasi dengan psikiater

Coba ajak orang tersebut untuk datang ke seorang psikiater yang tentunya dapat lebih membantu menyembuhkan kleptonya tersebut. Anda juga dapat memberikan bentuk dukungan kepadanya dengan sesekali menemaninya melakukan terapi.

  • Dukunglah pengobatannya dan jangan dijauhi

Sebaiknya Anda mendukung langkah terapi yang sedang dijalankan teman Anda dan jangan malah menjauhinya atau menghakiminya. Anda tetap harus berhati-hati untuk menyimpan barang-barang Anda di tempat yang aman dan jangan mencoba untuk memberitahu mereka secara langsung bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang salah.

Mari Ajarkan Etika Batuk Sedari Dini pada Anak

Penyakit menular, seperti flu atau batuk tidak hanya dapat ditularkan pada orang dewasa, namun juga anak-anak. Kedua penyakit tersebut dapat dikatakan “penyakit langganan” bagi si kecil. Ketika si kecil terserang batuk, tidak ada salahnya untuk mengajarkan etika batuk sedari dini agar ia tidak turut menularkan batuk kepada teman-temannya.

Penyebab dari kedua penyakit tersebut dapat beragam, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan infeksi bakteri maupun virus. Di musim hujan terutama, infeksi saluran respiratori akut pada anak mengalami peningkatan. Berdasarkan sebuah hasil studi pada tahun 2006, infeksi saluran respiratori akut, seperti selesma, sinusitis, dan pneumonia atau radang paru, mengalami peningkatan hingga dua kali lebih tinggi pada musim hujan. Tidak heran, banyak orang tua yang sering mengeluhkan penyakit ini.

Bagaimana dan seperti apa mengajarkan etika batuk pada anak sedari dini?

Memberikan contoh dan mengajarkan buah hati etika batuk yang benar merupakan hal penting. Tujuannya tidak lain agar penyebaran penyakit ini tidak semakin parah dan dapat dibatasi. Namun, seperti apakah cara dan etika batuk yang ideal?

  • Menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atau lengan baju maupun tisu jika batuk atau bersin.
  • Tissue yang digunakan untuk menutupi mulut dan hidung tadi, segera buang ke tempat sampah, bukan di lokasi sembarang.
  • Cuci tangan segera dengan air dan sabun jika si kecil menutup batuk atau bersin dengan telapak tangan mereka.

Fakta bahwa batuk dan penyakit infeksi saluran respiratori akut cenderung mudah ditularkan melalui udara. Batuk dan bersin memiliki droplet nuclei (percik renik) yang di dalamnya terdapat virus atau bakteri.

Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, mengatakan bahwa saat batuk terjadi, terdapat aliran udara berkecepatan tinggi menuju saluran respiratori. Kondisi tersebut menyebabkan percikan renik tersebut hingga beberapa meter dari lokasi seseorang batuk. Jika droplet tersebut terhirup oleh orang lain, maka virus dan bakteri dalam akan menyebar dan menginfeksi tubuh orang tersebut.

Waspada Herpangina pada Anak yang Sebabkan Tidak Nafsu Makan

Apakah buah hati Anda belakangan ini tidak nafsu makan? Kondisi ini juga mungkin disertai dengan demam dan juga nyeri tenggorokan. Lalu, ketika Anda memeriksa rongga mulut anak, terdapat beberapa bisul di langit-langit mulut dan tenggorokan buah hati Anda. Kondisi inilah yang disebut dengan herpangina.

Apa penyebab herpangina?

Herpangina adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti coxsackie virus A, enterovirus 71, echovirus, parechovirus 1, adenovirus dan herpes simplex virus.

Virus yang disebutkan di atas memiliki kemampuan untuk menyebar melalui kontak langsung, benda yang terkontaminasi, dan juga partikel kecil (droplets) dari seseorang yang memiliki herpangina. Walaupun memang herpangina dapat menginfeksi semua umur, namun infeksi ini umumnya cenderung menyerang anak kecil. Hal ini didukung fakta bahwa anak kecil lebih sering terkontaminasi dengan fasilitas umum, seperti ketika bermain di taman.

Herpangina sering menginfeksi anak-anak, terutama yang berusia 3 hingga 10 tahun. Herpangina juga dapat menginfeksi ibu hamil, karena bayi yang belum lahir ternyata juga dapat terkena infeksi ini.

Apa saja gejala herpangina yang perlu diperhatikan?

Secara umum, gejala herpangina serupa dengan gejala penyakit handfootmouth disease (HFMD). Gejala herpangina yang timbul dapat berbeda-beda antara satu penderita dengan lainnya. Beberapa gejala yang telah diketahui, yaitu:

  • Munculnya bentol atau lepuhan

Bentol atau lepuhan yang timbul berbentuk seperti gelembung kecil atau bisul dengan ukuran 1-2 mm. Gelembung-gelembung kecil ini muncul di sekitar area langit-langit mulut dan juga di bagian belakang tenggorokan. Biasanya, kondisi ini disertai dengan rasa sakit. Pada kasus tertentu, bentol herpangina dapat muncul di sekitar area tangan, kaki, dan juga bokong.

Ada pun gejala lain yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Air liur yang terus menetes (drooling). Namun, kondisi ini jarang ditemui pada orang dewasa.
  • Demam tinggi secara tiba-tiba dengan suhu mencapai 41 derajat Celcius.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mengalami kesulitan ketika menelan makanan.
  • Muntah (jarang terjadi pada orang dewasa).
  • Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.