Rekomendasi Obat Demam yang Bisa Dibeli Tanpa Resep Dokter

Demam seringkali muncul saat seseorang mengalami gangguan kesehatan. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala yang timbul sebagai akibat dari suatu penyakit. Sehingga, jika Anda minum obat demam, yang reda adalah gejalanya, bukan penyakitnya. Secara normal, demam adalah mekanisme yang terjadi saat tubuh mencoba melawan infeksi akibat bakteri, virus, jamur, atau komponen lain yang berbahaya. Sehingga jika demam yang dirasakan masih ringan, dokter biasanya tidak menyarankan Anda langsung minum obat penurun panas. Sebab, naiknya suhu tubuh ini justru berguna untuk membunuh penyebab penyakit. Jenis obat demam yang bisa dibeli bebas adalah paracetamol dan obat-obatan dari golongan antiinflamasi non-steroidal (AINS) seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

  1. Paracetamol

Paracetamol atau bisa juga disebut dengan acetaminophen adalah obat penurun panas sekaligus pereda nyeri. Obat demam ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, kapsul, puyer, hingga sirup.Paracetamol aman untuk dikonsumsi oleh bayi berusia di atas 6 bulan hingga orang dewasa, tapi tentu dengan dosis yang berbeda. Anda harus ikuti instruksi dosis yang ada dikemasan dan jangan mengonsumsi melebihi dosis yang disarankan.

Jika Anda termasuk orang yang secara teratur mengonsumsi obat-obatan lain, berhati-hatilah saat minum paracetamol. Sebab, obat ini bisa menimbulkan interaksi yang berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan:

  • Obat pengencer darah seperti warfarin
  • Obat turberkulosis atau TBC yang bernama isoniazid
  • Obat kejang, seperti carbamazepine dan phenytoin
  • Ibuprofen

Selain bisa membantu menurunkan panas, obat ini juga dapat meredakan peradangan atau inflamasi dan nyeri di tubuh. Obat ini sudah bisa dikonsumsi oleh anak berusia 6 bulan ke atas dan orang dewasa dengan dosis yang berbeda. Hal yang penting, selalu ikuti dosis yang tertera di dalam kemasan. Secara umum ibuprofen aman untuk dikonsumsi, meski bagi beberapa orang bisa menimbulkan efek samping berupa sakit perut. Karena itu, biasanya Anda disarankan minum obat ini setelah makan. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi ibuprofen apabila Anda juga sedang menggunakan obat pegencer darah seperti warfarin secara teratur.

  • Naproxen

Obat demam selanjutnya adalah naproxen. Obat ini baru boleh dikonsumsi oleh anak berusia 12 tahun ke atas. Penggunaan Naproxen untuk anak di bawah 12 tahun harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu. Sama seperti ibuprofen, naproxen juga merupakan obat golongan AINS. Selain menurunkan panas, obat ini juga bisa meredakan peradangan atau inflamasi dan mengurangi rasa nyeri. Efek samping naproxen mirip dengan efek samping ibuprofen, yaitu bisa menimbulkan sakit perut. Sehingga, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat ini setelah makan.

  • Aspirin

Dibanding dengan obat penurun panas golongan AINS lainnya, aspirin cenderung lebih keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak tanpa konsultasi dokter. Obat demam ini hanya boleh dikonsumsi secara bebas oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.Selain sakit perut, aspirin juga berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih serius seperti perdarahan dan tukak lambung. Sama seperti obat-obatan lainnya, aspirin juga tidak luput dari potensi alergi.

Perlu diingat bahwa mekanisme tubuh dalam menghadapi demam bisa berbeda bagi setiap orang. Pada beberapa anak, suhu tubuh sedikit melebihi normal sudah bisa memicu kejang. Sehingga, rekomendasi obat demam di atas bisa saja dimodifikasi sesuai anjuran dokter atau kondisi masing-masing orang. Chat konsultasi dokter, tips dan trik menjaga kesehatan, mengatasi demam, bahkan membeli obat demam, dapat Anda peroleh dengan mengakses di SehatQ.com.

Perhatikan Ini Sebelum dan Sesudah Operasi Gendang Telinga

Operasi gendang telinga atau merupakan suatu tindakan operasi untuk memperbaiki lubang atau robek pada gendang telinga. Tindakan oprasi ini bertujuan untuk memperbaiki pendengaran, mengurangi infeksi berulang yang tidak membaik dengan pengobatan lain. Jika Anda ingin melakukan operasi gendang telinga, perhatikan hal-hal berikut untuk memperlancar proses operasi dan penyembuhan setelah prosedur operasi dijalankan.

Persiapan Sebelum Operasi Gendang Telinga

  • Hindari mengonsumsi aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Aleve), dan obat antiinflamasi non steroid lainnya, Vitamin E, suplemen herbal, dan obat yang mengandung senyawa ini, selama dua minggu sebelum operasi.
  • Jangan merokok dua minggu sebelum dan dua minggu setelah operasi. Nikotin dan asap tembakau menunda penyembuhan dan dapat menyebabkan jaringan parut. Ini adalah waktu yang tepat untuk menghentikan kebiasaan itu.
  • Hindari kerusakan akibat sinar matahari dua minggu sebelum operasi. Meskipun kami merekomendasikan memakai SPF 30 atau lebih tinggi, dokter dan staf kami memakai SPF 50 setiap hari.
  • Resep Anda untuk setelah operasi (biasanya antibiotik dan obat pereda nyeri) akan diberikan kepada Anda pada hari operasi.

Beli barang-barang non-resep berikut:

  • Salep vaseline
  • Ikat kepala yang lembut
  • Jangan makan atau minum apa pun, termasuk air, setelah tengah malam.
  • Mintalah seseorang untuk menemani Anda  pulang dari rumah sakit. Anda tidak akan diizinkan untuk mengemudi atau pergi sendiri. Aturlah seseorang untuk tinggal bersamamu selama 24 jam pertama setelah operasi.

Hal yang Harus diperhatikan Ketika Hari Operasi Pembedahan

  • Jangan makan atau minum apa pun, termasuk air, pada pagi di hari operasi. Obat esensial dapat dikonsumsi dengan seteguk air.
  • Kenakan pakaian longgar yang kencang di depan atau belakang. Hindari pakaian yang licin.
  • Tinggalkan semua barang berharga di rumah; jangan memakai perhiasan.
  • Jangan memakai riasan wajah atau mata. Hindari cat kuku.
  • Jangan memakai lensa kontak.

Perawatan Pasca Operasi Gendang Telinga

  • Jaga agar kepala Anda tetap tinggi untuk meminimalkan pembengkakan. Kursi malas berfungsi baik, atau menambahkan bantal tambahan di tempat tidur Anda sudah memadai.
  • Gantilah kapas di telinga Anda setiap hari (tapi biarkan pembalut yang ada lebih dalam di telinga Anda di tempat)
  • Berhati-hatilah untuk tidak membengkokkan atau mengenai telinga Anda saat menyikat atau menata rambut Anda.
  • Anda dapat mengenakan kacamata, tetapi kacamata tersebut harus ditempel agar tidak tergantung pada sayatan.
  • Akan ada beberapa daerah yang mengalami penurunan sensasi atau mati rasa. Sensasi akan kembali normal seiring waktu. Hati-hati untuk menghindari luka bakar saat menggunakan pengeriting rambut, blow dryer, dll.
  • Kenakan ikat kepala di telinga Anda siang dan malam selama satu minggu, dan kemudian hanya pada malam hari selama satu minggu.
  • Hindari aktivitas fisik yang ekstrem, termasuk aktivitas atletik dan hubungan intim. Anda dapat melanjutkan berjalan ringan tiga hari setelah operasi. Latihan aerobik, latihan beban, mengangkat beban, dan mengedan secara bertahap dapat dilanjutkan tiga minggu setelah operasi.
  • Anak-anak dapat kembali ke sekolah selama seminggu setelah operasi, tetapi harus mengenakan ikat kepala setiap saat dan tidak boleh berpartisipasi dalam kelas olahraga atau pendidikan jasmani yang aktif.
  • Berenang tidak diperbolehkan hingga 4-6 minggu setelah operasi.
  • Benar-benar menghindari paparan sinar matahari, lampu matahari, atau tanning bed selama enam minggu setelah operasi. Direkomendasikan untuk memakai SPF 30 atau lebih tinggi ketika berpergian ke luar rumah.
  • Minumlah obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

***

Jangan khawatir jika telinga menunjukkan pembengkakan setalah operasi gendang telinga, karena hal ini biasanya terjadi dan akan sembuh dalam 2 minggu. Pada pasien tertentu, mungkin perlu sedikit lebih lama untuk mereda pembengkakan yang terjadi. Jika pembengkakan berangsur lama dari waktu yang diperkirakan, konsultasikanlah ke dokter.

Ini Dia Pembeda Gejala Chikungunya dengan DBD

Seperti dengan penyakit DBD, penyakit chikungunya juga ditularkan ke manusia dengan perantara nyamuk. Nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegepty menjadi penyebar utama virus yang menyebabkan chikungunya dan dengue pada manusia. Tidak hanya memiliki kesamaan dari cara penularan, gejala chikungunya dan DBD juga memiliki kesamaan.

Kasus terjangkitnya manusia oleh penyakit chikungunya pertama kali diketahui di Tanzania. Selang beberapa waktu setelahnya, chikungunya ditemukan di beberapa negara di Eropa Selatan, Asia Tenggara, dan juga Afrika.

Pada tahun 2013, penyakit chikungunya terbawa ke Amerika Serikat yang diduga dibawa oleh warganya yang baru kembali dari daerah terjangkit endemis ini. Pasalnya, seiring dengan semakin majunya teknologi dan moda transportasi, manusia dengan mudah dapat berpindah dari suatu wilayah ke wilayah lain.

Sementara itu, pada tahun 2017, tercatat sebanyak 126 kasus chikungunya ditemukan di Aceh dan Sulawesi Tengah, Indonesia.

Apa saja gejala chikungunya yang perlu diwaspadai?

Gejala chikungunya yang paling umum terjadi, yaitu nyeri sendi (atralgia) yang menyebabkan orang yang terinfeksi virus tersebut seperti memiliki postur tubuh bungkuk akibat menderita rasa sakit pada seluruh sendi tubuh.

Seseorang yang terinfeksi chikungunya baru akan memunculkan gejala setelah 3-7 hari terinfeksi. Gejala yang perlu diperhatikan, antara lain demam dengan lebih 38 derajat Celcius disertai dengan nyeri pada sekitar persendian lutut, pergelangan tangan, jari kaki, tangan, dan tulang belakang.

Penderita chikungunya juga mungkin akan memiliki gejala lain, seperti pembengkakan pada sendi, mual, lemas, dan juga ruam yang muncul di sekitar area kulit tertentu.

Memang, gejala chikungunya yang disebutkan serupa dengan gejala DBD. Tidak jarang, pasien chikungunya pada sering salah didiagnosis sebagai DBD. Namun, tidak seperti DBD, belum ditemukan kasus kematian akibat penyakit chikungunya di Indonesia. Walaupun begitu, gejala nyeri sendi yang dialami pasien dapat berubah menjadi kasus yang lebih serius.

Gejala chikungunya nyeri sendi dapat bertahan dalam waktu yang lama, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas seseorang, bahkan menurunkan kualitas hidup.

Berdasarkan penelitian Chang AY et al yang dilakukan pada tahun 2015, disebutkan bahwa setidaknya satu dari empat penderita chikungunya mengalami nyeri sendi bahkan setelah 20 bulan setelah mereka terinfeksi. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti pasien diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kelompok usia yang rentan terhadap infeksi penyakit.

Pembeda gejala chikungunya dan DBD

Gejala chikungunya dan DBD memiliki kesamaan, seperti timbulnya rasa nyeri disertai dengan demam tinggi secara mendadak. Namun, pada pasien chikungunya, nyeri sendi ini terasa lebih berat dan menyakitkan, sehingga mengganggu pergerakan anggota tubuh.

Pemeriksaan di laboratorium dengan cara pemeriksaan molekuler menjadi satu-satunya cara untuk mengonfirmasi gejala tersebut, apakah terserang DBD atau chikungunya. Selain pemeriksaan tersebut, belum terdapat cara mendiagnosis chikungunya secara efektif dan efisien.

Metode pengobatan yang tersedia sebatas untuk mengatasi gejala chikungunya saja. Obat yang diberikan pada pasien akan membantu untuk mengurangi rasa nyeri sendi dan menurunkan demam.

Alami Disfungsi Seksual, Mungkin Ini Penyebabnya

Disfungsi seksual disebut-sebut menjadi salah satu pemicu retaknya suatu hubungan. Disfungsi seksual sendiri merupakan suatu kondisi melemahnya respons seksual sehingga ia sulit merasakan kepuasan dalam beraktivitas seks. Tidak hanya memengaruhi tingkat kepuasan diri, masalah disfungsi tersebut juga berpengaruh pada tingkat kepuasan pasangan.

disfungsi seksual

Beberapa kondisi yang mengarah pada masalah disfungsi seksual adalah ketidakmampuan laki-laki untuk mempertahankan ereksi ataupun tidak mampunya perempuan mencapai orgasme. Pada disfungsi seksual pula, laki-laki  cenderung mengalami ejakulasi dini. Sementara dari sisi perempuan, disfungsi seksual akan membuat otot vagina terlalu mengetat ketika berhubungan seks sehingga menimbulkan rasa nyeri yang berujung pada kondisi vagina yang tidak bisa terlumasi.

Masalah disfungsi seksual banyak menimpa laki-laki dan perempuan yang berusia di atas 40 tahun. Namun tidak menampik kemungkinan, ada pula disfungsi seksual yang dialami individu dengan usia yang lebih mudah. Penyebab dari masalah seksual ini sangat beraneka, seperti di bawah ini.

  1. Trauma Masa Lalu

Banyak kasus disfungsi seksual terjadi pada orang-orang dengan usia di bawah 40 tahun karena dipicu adanya trauma masa lalu. Trauma yang dimaksud menimbulkan ketakutan untuk beraktivitas seks secara tidak sadar sehingga berpengaruh pada tingkat kepuasan ketika berhubungan.

  • Stres dan Depresi

Kondisi kemampuan seksual sangat dipengaruhi oleh kondisi psikis Anda. Pasalnya, kondisi psikis bisa memengaruhi hormon esterogen bagi perempuan dan kadar libido bagi laki-laki. Semakin Anda stres maka kemampuan seksual Anda akan semakin menurun. Sebaliknya ketika Anda merasa senang, aktivitas seksual akan terasa lebih menggairahkan.

  • Menopause

Menurut penelitian, disfungsi seksual lebih banyak dialami oleh perempuan di atas usia 40 tahun. Penyebabnya dipicu oleh menurun drastisnya hormon esterogen akibat memasuki masa menopause. Penurunan kadar hormon yang satu ini pada akhirnya memicu pengurangan aliran darah ke daerah panggul dan kelamin sehingga membuat aktivitas seks kurang memberikan sensasi memuaskan.

  • Gaya Hidup Tak Sehat

Gaya hidup juga sangat berpengaruh pada kemampuan Anda memperoleh kepuasan dalam berhubungan seks. Semakin sehat gaya hidup Anda, kemampuan Anda dalam beraktivitas seks semakin jauh dari ganguan. Sebaliknya gaya hidup yang tidak sehat, seperti sering merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, dapat menimbulkan disfungsi seksual sebab memicu berbagai macam penyakit.

  • Penyakit Jantung dan Diabetes

Suatu penyakit bisa sangat berpengaruh pada tingkat vitalitas Anda. Khusus untuk fungsi seksual, penyakit-penyakit seperti jantung koroner ataupun diabetes, bisa menurunkan tingkat kepuasan Anda dalam berhubungan seks. Berbagai kondisi medis tersebut mudah dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat.

  • Cedera Saraf

Jika pernah mengalami cedera saraf, Anda mesti berhati-hati sebab kondisi tersebut juga bisa memengaruhi fungsi seksual Anda. Cedera saraf, khususnya di bagian tulang belakang, akan membuat Anda sulit beraktivitas seks secara optimal sehingga mengarah pada masalah disfungsi seksual.

  • Konsumsi Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa berpengaruh pada kepuasan seksual Anda maupun pasangan. Ini karena obat-obat antidepresan ataupun obat untuk kemoterapi bisa menurunkan hasrat Anda untuk berhubungan seks. Lama-kelamaan, ketiadaan aktivitas seks akan membuat Anda merasa nyeri ketika melakukan aktivitas ini.

*** Cobalah berusaha meminimalkan penyebab dari disfungsi seksual. Lakukan gaya hidup sehat dan berusahalah menjalin relasi lebih intim dengan pasangan agar ketika beraktivita seks, Anda mampun pasangan bisa merasakan kepuasan. Dengan demikian, keharmonisan hubungan maupun rumah tangga akan lebih terjaga.

Efek Samping dan Cara Pemakaian Salep Kutu Air

Salep kutu air dapat mengobat kutu air di telapak kaki

Saat seseorang terkena kutu air, salah satu metode pengobatan yang paling umum dilakukan adalah dengan mengoleskan salep kutu air. Dengan salep ini, infeksi jamur yang menyebabkan kutu air di kulit kaki dapat teratasi dengan cepat. 

Akan tetapi, pemakaian salep kutu air harus dilakukan dengan cara yang tepat dan berhati-hati. Pemakaian yang tidak sesuai dengan anjuran bisa saja menimbulkan reaksi negatif dan efek samping khusus. 

Efek samping penggunaan salep kutu air

Selayaknya metode pengobatan lainnya, salep kutu air juga tidak terlepas dari resiko efek samping. Pada setiap orang, efek samping yang ditimbulkan mungkin berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatannya. 

Umumnya, efek samping yang paling sering muncul adalah kemerahan dan iritasi. Kondisi ini akan disertai dengan adanya sensasi panas membakar di area yang memerah. Selain itu, kulit yang iritasi mungkin juga akan mengelupas. 

Secara khusus, salep kutu air berpotensi untuk menimbulkan efek samping negatif apabila digunakan oleh anak-anak dan lansia. Penggunaan salep untuk kategori usia ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. 

Reaksi dari efek samping salep biasanya muncul dalam kurun waktu dua puluh empat jam. Apabila hal ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan mengganti penggunaan salep berdasarkan anjuran dari dokter. 

Dalam beberapa kasus tertentu, penggunaan salep jangka panjang mungkin juga akan menyebabkan efek samping berupa: 

  • Kulit mengering dan mengelupas
  • Rasa geli pada kulit kaki
  • Munculnya ruam kulit
  • Rasa pedas dan panas pada area kulit kaki

Akan tetapi, efek samping di atas merupakan efek samping yang hanya terjadi pada kasus-kasus tertentu. 

Kapan waktu yang tepat untuk mulai menggunakan salep kutu air?

Penggunaan salep kutu air sebaiknya dimulai saat Anda merasakan adanya gejala dari penyakit kutu air. Salep ini bisa didapatkan secara bebas dengan membelinya di apotek. Lakukanlah pemakaian salep apabila: 

  • Berinteraksi atau bersentuhan dengan penderita kutu air
  • Berjalan dengan bertelanjang kaki di area yang sebelumnya telah dilewati oleh penderita kutu air
  • Beraktivitas rutin di kolam renang atau pusat kebugaran publik, serta menggunakan kamar mandi publik yang sama dengan orang lain
  • Sering menggunakan celana, sepatu, dan kaus kaki yang ketat
  • Memiliki kaki yang mudah berkeringat

Kutu air merupakan penyakit yang menular. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan kebersihan diri, terutama bila Anda sering beraktivitas di tempat publik. 

Pemakaian salep kutu air juga bisa dimulai ketika Anda merasakan gejala-gejala dari kutu air. Gejala kutu air dapat berupa: 

  • Rasa gatal dan menyengat pada sela-sela jari kaki
  • Lecet dan berdarah pada area yang gatal
  • Kulit kaki retak dan mengelupas
  • Kuku kaki terlepas dari kulit jari kaki
  • Perubahan warna kuku kaki 
  • Kuku kaki menjadi lebih tebal dan rapuh
  • Kekeringan pada area kulit kaki

Pemakaian salep kutu air yang benar

Kutu air bukanlah kondisi yang berbahaya. Biasanya, penderita kutu air bisa menggunakan salep kutu air tanpa harus mengandalkan resep dokter. 

Untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan dengan salep, cobalah untuk melakukan perawatan di rumah dengan cara: 

  • Rutin mencuci kaki dengan air dan sabun
  • Memastikan kulit kaki kering setelah dicuci, khususnya pada area sela-sela jari kaki
  • Menjaga kebersihan handuk
  • Mengganti kaos kaki yang basah atau berkeringat
  • Berjalan tanpa alas kaki di rumah

Dengan melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan, disertai dengan penggunaan salep kutu air yang tepat.

Perlukah untuk Mengoperasi Tumor Jinak pada Lambung?

Apa yang Anda bayangkan ketika divonis menderita tumor lambung? Mungkin, bayangan Anda langsung mengarah pada kemungkinan prosedur pengobatan yang rumit dan juga risiko kesehatan yang membahayakan nyawa. Nyatanya, tumor lambung tidak semuanya dikategorikan berbahaya, jika ia berbentuk tumor jinak.

Jika tumor ganas seperti kanker menyerang jaringan di dekatnya dan juga menyebar ke bagian tubuh lain, tumor jinak tidak. Dalam kasus tumor pada lambung, tumor jinak ini biasanya berbentuk polip yang terdiri atas adenoma (tumor jinak kelenjar), leiomioma (tumor jinak pada lapisan otot), fibroma (tumor jinak pada jaringan ikat), lipoma (tumor jinak jaringan lemak), dan lainnya.

Sering kali, tumor jinak yang muncul pada lambung tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, Anda tetap dapat mewaspadai gejalanya, seperti berikut:

  • Perut terasa tidak nyaman atau nyeri.
  • Mual dan muntah.
  • Pada saat tertentu, lambung menjadi berdarah, sehingga memicu anemia.
  • Mengalami demam.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Lebih sering merasa lelah.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan ketika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, yaitu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, terutama dengan sub spesialis gastroenterologi. Ketika tumor berhasil terdeteksi, terutama jika dokter mengatakan bahwa Anda membutuhkan tindakan segera, Anda akan dirujuk ke dokter ahli tumor (onkologi). Tidak lupa, Anda juga dapat menanyakan apakah tumor tersebut dikategorikan sebagai tumor jinak atau ganas.

Penanganan tumor jinak pada lambung

Tumor jinak tidak serta merta memerlukan tindakan atau prosedur khusus. Umumnya, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk meredakan gejala tumor jinak yang Anda alami.

Namun, jika Anda merasa bahwa kondisi yang dirasakan semakin memburuk dan disertai dengan keluhan lain, seperti muntah, mual, demam, atau bahkan pendarahan yang memicu anemia, dokter akan merekomendasikan beberapa metode perawatan. Hal tersebut juga berlaku jika ternyata tumor menekan pembuluh darah atau saraf pada lambung.

Kemungkinan perawatan yang Anda akan lakukan, yaitu:

  • Biopsi endoskopi: pengangkatan polip yang berukuran kurang dari 2 cm.
  • Gastrotomi: proses menginsisi sebagian area perut untuk mengangkat polip dengan ukuran 5 cm.
  • Pembedahan atau reseksi kuratif: pengangkatan tumor dan jaringannya, termasuk sebagian kelenjar limfa.

Coba Prosedur Suntik Varises untuk Hilangkan Varises secara Efektif

Pernahkah Anda mendengar prosedur suntik varises? Seiring perkembangan zaman, prosedur medis untuk mengatasi varises semakin beragam pula, termasuk prosedur suntik varises ini.

Suntik varises atau skleroterapi adalah suatu prosedur medis yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan tertentu langsung pada pembuluh darah yang terkena varises. Cairan ini berupa zat kimia (sklerosan) yang akan disuntikkan ke pembuluh darah vena.

Sklerosan bekerja dengan cara merusak dinding vena yang melebar, sehingga jaringan parut dapat terbentuk. Cairan kimia ini dapat berbentuk cairan maupun foam (busa). Di antara prosedur menghilangkan varises, suntik varises dianggap sebagai prosedur yang paling efektif. Sayangnya, prosedur ini hanya dapat dilakukan untuk menangani varises kasus ringan, seperti yang terjadi pada vena kecil di tungkai bawah atau kaki. Prosedur suntik varises tidak akan memberikan hasil yang optimal jika dilakukan untuk menangani varises di vena besar.

Suntik varises ini digunakan untuk menangani:

  • Ablasi varises
  • Mencegah dan tatalaksana komplikasi dari kelainan vera kronik
  • Hilangnya gejala dan mengoptimalkan kualitas hidup
  • Memperbaiki fungsi vena
  • Memperbaiki estetika

Prosedur suntik varises, baik yang menggunakan cairan maupun foam adalah prosedur yang aman dan efektif untuk terapi telangiektasis dan juga varises superfisial. Keberhasilan prosedur medis ini mencapai 90%. Prosedur medis ini juga memiliki efek samping yang cenderung ringan dengan durasi prosedur yang cepat, dan morbiditas akibat suntikan ini juga cukup rendah.

Prosedur suntik varises hanya berlangsung sekitar 15-30 menit, setelah itu pasien dapat secara langsung melihat hasilnya. Umumnya, reaksi yang mungkin timbul dan dirasakan oleh pasien, yaitu rasa gatal pada area suntikan yang dapat berlangsung dalam 1-2 hari. Selain itu, akan muncul juga kemerahan dan bentol di sekitar area tersebut.

Walaupun begitu, prosedur ini tetap dapat menimbulkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Reaksi anafilaktik
  • Kulit terasa tebal sesaat setelah disuntik
  • Kemungkinan matinya jaringan kulit
  • Reaksi alergi lokal
  • Gangguan pada penglihatan
  • Sakit kepala dan migrain

Dampak Psikologis yang Timbul pada Penderita Sindrom Turner

Pada seorang anak yang memiliki kelainan sindrom Turner, perbedaan fisik yang ada dapat menjadikan mereka merasa rendah diri. Tingkat keparahan sindrom tersebut sangat bervariasi dan banyak anak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut sampai mereka mencapai masa pubertas.

Efek dari sindrom turner

Jika tidak diobati dengan segera, pertumbuhan anak perempuan dengan sindrom Turner akan terhambat sehingga tubuh mereka akan tetap pendek dan tidak akan mencapai kematangan seksual secara utuh. Hal ini dikarenakan indung telur mereka tidak berkembang secara normal dan menyebabkan infertilitas.

Masalah Kesehatan lain yang mungkin terjadi pada pengidap sindrom Turner adalah masalah ginjal, jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes mellitus, masalah tiroid, serta perkembangan tulang yang tidak normal. Anak perempuan dengan sindrom Turner biasanya memiliki kecerdasan normal, tetapi beberapanya mungkin memiliki masalah dalam belajar, seperti dalam bidang matematika, keterampilan, dan masalah pendengaran.

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara sindrom Turner dan kendala psikologis, tetapi ada kemungkinan anak perempuan dengan sindrom Turner memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah dan citra tubuh negatif karena perbedaan yang mereka alami dibandingkan dengan anak perempuan lainnya.

Cara membangun kepercayaan diri penderita sindrom Turner

Anak perempuan dengan sindrom Turner kemungkinan memiliki masalah medis tertentu dan karakteristik fisik yang berbeda. Namun, Anda dapat membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan hidup sehari-hari dengan cara berikut:

  • Latih secara mandiri dalam menentukan batasan untuk bisa berbagi tentang kondisi yang dialami
  • Perlakukanlah dia sesuai umurnya, ketika mempertimbangkan beberapa banyak tanggung jawab yang Anda berikan padanya.
  • Aturlah rumah agar nyaman bagi mereka
  • Bantu dia mengatasi situasi baru dan ber dorongan untuk meminta bantuan dengan teman-temannya.
  • Berilah pujian atau penghargaan atas kekuatan dan keterampilan yang dimiliki olehnya dalam mengatasi suatu masalah.
  • Mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak berkaitan dengan ketinggian seperti menyelam atau bekerja sebagai sukarelawan. Kegiatan sukarela dapat menjadi pendorong kepercayaan diri yang besar.
  • Jika mengalami depresi atau memiliki masalah harga diri, berilah bimbingan konseling melalui pihak profesional dalam penanganan mental.

Seperti Apa Sindrom Horner dan Bagaimana Gejalanya?

Pernahkah Anda mendengar tentang sindrom Horner? Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan oleh gangguan pada jalur saraf simpasti dari otak ke wajah. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mendapati gangguan pada salah satu sisi wajah dan mata.

Perhatikan tanda dan gejala sindrom Horner

Di bawah ini terdapat tanda dan gejala sindrom Horner yang sejauh ini telah diketahui:

  • Mengecilnya pupil pada salah satu mata (anisokor).
  • Mengalami kesulitan ketika melihat dalam kondisi gelap.
  • Kelopak mata atas cenderung berada dalam posisi mengendur ke bawah pada sisi wajah yang sakit.
  • Kelopak mata bawah terlihat lebih terangkat.
  • Diproduksinya keringan yang lebih sedikit pada sisi wajah (anhidrosis).
  • Iris mata terlihat lebih terang pada salah satu sisi jika terjadi pada bayi.
  • Perubahan warna wajah menjadi kemerahan pada salah satu sisi wajah, terutama pada anak-anak.

Pemicu utama sindrom Horner adalah kerusakan yang terjadi pada jalur saraf simpatik, yang mana mengatur berbagai koordinasi pergerakan, seperti detak jantung, keringat, tekanan darah, pergerakan pupil mata, dan lainnya. Secara keseluruhan, sistem saraf ini membantu tubuh untuk menyiapkan respons terhadap perubahan di sekitarnya.

Bagaimana sindrom horner dapat didiagnosis?

Diagnosis untuk sindrom Horner dilakukan secara bertahap, seperti dengan melakukan pemeriksaan fisik dan gejala oleh dokter hingga dirujuk kepada dokter mata jika membutuhkan analisis lanjut.

Ketika dirujuk kepada dokter mata, pasien akan melakukan serangkaian tes mata untuk membandingkan reaksi pada kedua pupil. Jika hasil dari tes tersebut menunjukkan adanya kerusakan saraf, maka pasien akan melakukan uji lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti yang memicu kerusakan pada saraf. Ada pun pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • MRI
  • CT Scan
  • Sinar X
  • Tes darah
  • Tes urine

Apakah sindrom Horner dapat diobati?

Sayangnya, hingga saat ini belum terdapat prosedur medis khusus yang dapat secara efektif mengatasi sindrom Horner. Walaupun begitu, sindrom Horner akan membaik atau bahkan menghilang, ketika kondisi medis yang menjadi pemicu terjadinya penyakit ini telah diatasi secara keseluruhan.

Penyebab Mata Ikan di Kaki

Mata ikan biasanya disadari saat terdapat benjolan di kaki. Bentuk dari mata ikan terkadang cukup menggantu mata, apalagi jika terasa sakit saat ditekan. Apa sebenarnya penyebab mata ikan, bagaimana gejalanya, ada perbedaanya dengan kapalan serta bagaimana cara mencegahnya? Simak artikel berikut untuk tahu lebih jelas.

Penyebab mata ikan dan proses penularannya

Penyebab mata ikan adalah infeksi virus Human Papilloma atau HPV. Mendengan nama virus HPV, pasti yang terbayang di pikiran Anda adalah kanker serviks. Namun, tidak perlu panik karena mata ikan tidak berpotensi menjadi kanker. Mata ikan sangat menular, sehingga dapat ditularkan melalui sentuhan sekalipun. Anda dapat mengalami mata ikan jika Anda menyentuh mata ikan seseorang. Contohnya, Anda menggunakan handuk atau baju yang sama dengan yang digunakan orang yang mengalami mata ikan.

Gejala mata ikan di telapak kaki

Selain tumbuh di telapak kaki juga dapat tumbuh di tangan. tapi bentuk mata ikan telapak kaki dan tangan juga berbeda. Jika mata ikan tumbuh di kaki, bentuknya cenderung lebih pipih atau datar akibat sering tertekan saat berjalan dan berdiri. Umumnya mata ikan tidak menimbulkan gejala tertentu, namun jika mata ikan terjadi di telapak kaki akan timbul gejala karena sering tertekan.

Seseorang yang mengalami mata ikan di kaki seringkali mengeluhkan sensasi seperti menginjak batu. Hal ini dikarenakan bentuk dan warnanya yang mirip, orang juga sering sulit membedakan mata ikan di telapak kaki dengan kapalan. Cara membedakannya adalah dengan menekannya. Mata ikan akan terasa sakit jika ditekan sedangkan kapalan tidak.

Cara mencegah mata ikan

Pasti kesal kan kalau punya mata ikan? Nah, biar nggak terlanjur kena, lebih baik mencegahnya. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah mata ikan di kaki:

  • Hindari menyentuh mata ikan orang lain.
  • Bila kamu melakukan perawatan pedicure di salon, pastikan orang yang melakukannya tidak menggunakan alat pedicure yang sama dengan orang lain. Kalau Anda sudah terlanjur memiliki mata ikan di telapak kaki, ada baiknya selalu menjaga