Efek Samping dan Cara Pemakaian Salep Kutu Air

Salep kutu air dapat mengobat kutu air di telapak kaki

Saat seseorang terkena kutu air, salah satu metode pengobatan yang paling umum dilakukan adalah dengan mengoleskan salep kutu air. Dengan salep ini, infeksi jamur yang menyebabkan kutu air di kulit kaki dapat teratasi dengan cepat. 

Akan tetapi, pemakaian salep kutu air harus dilakukan dengan cara yang tepat dan berhati-hati. Pemakaian yang tidak sesuai dengan anjuran bisa saja menimbulkan reaksi negatif dan efek samping khusus. 

Efek samping penggunaan salep kutu air

Selayaknya metode pengobatan lainnya, salep kutu air juga tidak terlepas dari resiko efek samping. Pada setiap orang, efek samping yang ditimbulkan mungkin berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatannya. 

Umumnya, efek samping yang paling sering muncul adalah kemerahan dan iritasi. Kondisi ini akan disertai dengan adanya sensasi panas membakar di area yang memerah. Selain itu, kulit yang iritasi mungkin juga akan mengelupas. 

Secara khusus, salep kutu air berpotensi untuk menimbulkan efek samping negatif apabila digunakan oleh anak-anak dan lansia. Penggunaan salep untuk kategori usia ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. 

Reaksi dari efek samping salep biasanya muncul dalam kurun waktu dua puluh empat jam. Apabila hal ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan mengganti penggunaan salep berdasarkan anjuran dari dokter. 

Dalam beberapa kasus tertentu, penggunaan salep jangka panjang mungkin juga akan menyebabkan efek samping berupa: 

  • Kulit mengering dan mengelupas
  • Rasa geli pada kulit kaki
  • Munculnya ruam kulit
  • Rasa pedas dan panas pada area kulit kaki

Akan tetapi, efek samping di atas merupakan efek samping yang hanya terjadi pada kasus-kasus tertentu. 

Kapan waktu yang tepat untuk mulai menggunakan salep kutu air?

Penggunaan salep kutu air sebaiknya dimulai saat Anda merasakan adanya gejala dari penyakit kutu air. Salep ini bisa didapatkan secara bebas dengan membelinya di apotek. Lakukanlah pemakaian salep apabila: 

  • Berinteraksi atau bersentuhan dengan penderita kutu air
  • Berjalan dengan bertelanjang kaki di area yang sebelumnya telah dilewati oleh penderita kutu air
  • Beraktivitas rutin di kolam renang atau pusat kebugaran publik, serta menggunakan kamar mandi publik yang sama dengan orang lain
  • Sering menggunakan celana, sepatu, dan kaus kaki yang ketat
  • Memiliki kaki yang mudah berkeringat

Kutu air merupakan penyakit yang menular. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan kebersihan diri, terutama bila Anda sering beraktivitas di tempat publik. 

Pemakaian salep kutu air juga bisa dimulai ketika Anda merasakan gejala-gejala dari kutu air. Gejala kutu air dapat berupa: 

  • Rasa gatal dan menyengat pada sela-sela jari kaki
  • Lecet dan berdarah pada area yang gatal
  • Kulit kaki retak dan mengelupas
  • Kuku kaki terlepas dari kulit jari kaki
  • Perubahan warna kuku kaki 
  • Kuku kaki menjadi lebih tebal dan rapuh
  • Kekeringan pada area kulit kaki

Pemakaian salep kutu air yang benar

Kutu air bukanlah kondisi yang berbahaya. Biasanya, penderita kutu air bisa menggunakan salep kutu air tanpa harus mengandalkan resep dokter. 

Untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan dengan salep, cobalah untuk melakukan perawatan di rumah dengan cara: 

  • Rutin mencuci kaki dengan air dan sabun
  • Memastikan kulit kaki kering setelah dicuci, khususnya pada area sela-sela jari kaki
  • Menjaga kebersihan handuk
  • Mengganti kaos kaki yang basah atau berkeringat
  • Berjalan tanpa alas kaki di rumah

Dengan melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan, disertai dengan penggunaan salep kutu air yang tepat.

Perlukah untuk Mengoperasi Tumor Jinak pada Lambung?

Apa yang Anda bayangkan ketika divonis menderita tumor lambung? Mungkin, bayangan Anda langsung mengarah pada kemungkinan prosedur pengobatan yang rumit dan juga risiko kesehatan yang membahayakan nyawa. Nyatanya, tumor lambung tidak semuanya dikategorikan berbahaya, jika ia berbentuk tumor jinak.

Jika tumor ganas seperti kanker menyerang jaringan di dekatnya dan juga menyebar ke bagian tubuh lain, tumor jinak tidak. Dalam kasus tumor pada lambung, tumor jinak ini biasanya berbentuk polip yang terdiri atas adenoma (tumor jinak kelenjar), leiomioma (tumor jinak pada lapisan otot), fibroma (tumor jinak pada jaringan ikat), lipoma (tumor jinak jaringan lemak), dan lainnya.

Sering kali, tumor jinak yang muncul pada lambung tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, Anda tetap dapat mewaspadai gejalanya, seperti berikut:

  • Perut terasa tidak nyaman atau nyeri.
  • Mual dan muntah.
  • Pada saat tertentu, lambung menjadi berdarah, sehingga memicu anemia.
  • Mengalami demam.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Lebih sering merasa lelah.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan ketika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, yaitu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, terutama dengan sub spesialis gastroenterologi. Ketika tumor berhasil terdeteksi, terutama jika dokter mengatakan bahwa Anda membutuhkan tindakan segera, Anda akan dirujuk ke dokter ahli tumor (onkologi). Tidak lupa, Anda juga dapat menanyakan apakah tumor tersebut dikategorikan sebagai tumor jinak atau ganas.

Penanganan tumor jinak pada lambung

Tumor jinak tidak serta merta memerlukan tindakan atau prosedur khusus. Umumnya, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk meredakan gejala tumor jinak yang Anda alami.

Namun, jika Anda merasa bahwa kondisi yang dirasakan semakin memburuk dan disertai dengan keluhan lain, seperti muntah, mual, demam, atau bahkan pendarahan yang memicu anemia, dokter akan merekomendasikan beberapa metode perawatan. Hal tersebut juga berlaku jika ternyata tumor menekan pembuluh darah atau saraf pada lambung.

Kemungkinan perawatan yang Anda akan lakukan, yaitu:

  • Biopsi endoskopi: pengangkatan polip yang berukuran kurang dari 2 cm.
  • Gastrotomi: proses menginsisi sebagian area perut untuk mengangkat polip dengan ukuran 5 cm.
  • Pembedahan atau reseksi kuratif: pengangkatan tumor dan jaringannya, termasuk sebagian kelenjar limfa.

Coba Prosedur Suntik Varises untuk Hilangkan Varises secara Efektif

Pernahkah Anda mendengar prosedur suntik varises? Seiring perkembangan zaman, prosedur medis untuk mengatasi varises semakin beragam pula, termasuk prosedur suntik varises ini.

Suntik varises atau skleroterapi adalah suatu prosedur medis yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan tertentu langsung pada pembuluh darah yang terkena varises. Cairan ini berupa zat kimia (sklerosan) yang akan disuntikkan ke pembuluh darah vena.

Sklerosan bekerja dengan cara merusak dinding vena yang melebar, sehingga jaringan parut dapat terbentuk. Cairan kimia ini dapat berbentuk cairan maupun foam (busa). Di antara prosedur menghilangkan varises, suntik varises dianggap sebagai prosedur yang paling efektif. Sayangnya, prosedur ini hanya dapat dilakukan untuk menangani varises kasus ringan, seperti yang terjadi pada vena kecil di tungkai bawah atau kaki. Prosedur suntik varises tidak akan memberikan hasil yang optimal jika dilakukan untuk menangani varises di vena besar.

Suntik varises ini digunakan untuk menangani:

  • Ablasi varises
  • Mencegah dan tatalaksana komplikasi dari kelainan vera kronik
  • Hilangnya gejala dan mengoptimalkan kualitas hidup
  • Memperbaiki fungsi vena
  • Memperbaiki estetika

Prosedur suntik varises, baik yang menggunakan cairan maupun foam adalah prosedur yang aman dan efektif untuk terapi telangiektasis dan juga varises superfisial. Keberhasilan prosedur medis ini mencapai 90%. Prosedur medis ini juga memiliki efek samping yang cenderung ringan dengan durasi prosedur yang cepat, dan morbiditas akibat suntikan ini juga cukup rendah.

Prosedur suntik varises hanya berlangsung sekitar 15-30 menit, setelah itu pasien dapat secara langsung melihat hasilnya. Umumnya, reaksi yang mungkin timbul dan dirasakan oleh pasien, yaitu rasa gatal pada area suntikan yang dapat berlangsung dalam 1-2 hari. Selain itu, akan muncul juga kemerahan dan bentol di sekitar area tersebut.

Walaupun begitu, prosedur ini tetap dapat menimbulkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Reaksi anafilaktik
  • Kulit terasa tebal sesaat setelah disuntik
  • Kemungkinan matinya jaringan kulit
  • Reaksi alergi lokal
  • Gangguan pada penglihatan
  • Sakit kepala dan migrain

Dampak Psikologis yang Timbul pada Penderita Sindrom Turner

Pada seorang anak yang memiliki kelainan sindrom Turner, perbedaan fisik yang ada dapat menjadikan mereka merasa rendah diri. Tingkat keparahan sindrom tersebut sangat bervariasi dan banyak anak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut sampai mereka mencapai masa pubertas.

Efek dari sindrom turner

Jika tidak diobati dengan segera, pertumbuhan anak perempuan dengan sindrom Turner akan terhambat sehingga tubuh mereka akan tetap pendek dan tidak akan mencapai kematangan seksual secara utuh. Hal ini dikarenakan indung telur mereka tidak berkembang secara normal dan menyebabkan infertilitas.

Masalah Kesehatan lain yang mungkin terjadi pada pengidap sindrom Turner adalah masalah ginjal, jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes mellitus, masalah tiroid, serta perkembangan tulang yang tidak normal. Anak perempuan dengan sindrom Turner biasanya memiliki kecerdasan normal, tetapi beberapanya mungkin memiliki masalah dalam belajar, seperti dalam bidang matematika, keterampilan, dan masalah pendengaran.

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara sindrom Turner dan kendala psikologis, tetapi ada kemungkinan anak perempuan dengan sindrom Turner memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah dan citra tubuh negatif karena perbedaan yang mereka alami dibandingkan dengan anak perempuan lainnya.

Cara membangun kepercayaan diri penderita sindrom Turner

Anak perempuan dengan sindrom Turner kemungkinan memiliki masalah medis tertentu dan karakteristik fisik yang berbeda. Namun, Anda dapat membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan hidup sehari-hari dengan cara berikut:

  • Latih secara mandiri dalam menentukan batasan untuk bisa berbagi tentang kondisi yang dialami
  • Perlakukanlah dia sesuai umurnya, ketika mempertimbangkan beberapa banyak tanggung jawab yang Anda berikan padanya.
  • Aturlah rumah agar nyaman bagi mereka
  • Bantu dia mengatasi situasi baru dan ber dorongan untuk meminta bantuan dengan teman-temannya.
  • Berilah pujian atau penghargaan atas kekuatan dan keterampilan yang dimiliki olehnya dalam mengatasi suatu masalah.
  • Mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak berkaitan dengan ketinggian seperti menyelam atau bekerja sebagai sukarelawan. Kegiatan sukarela dapat menjadi pendorong kepercayaan diri yang besar.
  • Jika mengalami depresi atau memiliki masalah harga diri, berilah bimbingan konseling melalui pihak profesional dalam penanganan mental.

Seperti Apa Sindrom Horner dan Bagaimana Gejalanya?

Pernahkah Anda mendengar tentang sindrom Horner? Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan oleh gangguan pada jalur saraf simpasti dari otak ke wajah. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mendapati gangguan pada salah satu sisi wajah dan mata.

Perhatikan tanda dan gejala sindrom Horner

Di bawah ini terdapat tanda dan gejala sindrom Horner yang sejauh ini telah diketahui:

  • Mengecilnya pupil pada salah satu mata (anisokor).
  • Mengalami kesulitan ketika melihat dalam kondisi gelap.
  • Kelopak mata atas cenderung berada dalam posisi mengendur ke bawah pada sisi wajah yang sakit.
  • Kelopak mata bawah terlihat lebih terangkat.
  • Diproduksinya keringan yang lebih sedikit pada sisi wajah (anhidrosis).
  • Iris mata terlihat lebih terang pada salah satu sisi jika terjadi pada bayi.
  • Perubahan warna wajah menjadi kemerahan pada salah satu sisi wajah, terutama pada anak-anak.

Pemicu utama sindrom Horner adalah kerusakan yang terjadi pada jalur saraf simpatik, yang mana mengatur berbagai koordinasi pergerakan, seperti detak jantung, keringat, tekanan darah, pergerakan pupil mata, dan lainnya. Secara keseluruhan, sistem saraf ini membantu tubuh untuk menyiapkan respons terhadap perubahan di sekitarnya.

Bagaimana sindrom horner dapat didiagnosis?

Diagnosis untuk sindrom Horner dilakukan secara bertahap, seperti dengan melakukan pemeriksaan fisik dan gejala oleh dokter hingga dirujuk kepada dokter mata jika membutuhkan analisis lanjut.

Ketika dirujuk kepada dokter mata, pasien akan melakukan serangkaian tes mata untuk membandingkan reaksi pada kedua pupil. Jika hasil dari tes tersebut menunjukkan adanya kerusakan saraf, maka pasien akan melakukan uji lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti yang memicu kerusakan pada saraf. Ada pun pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • MRI
  • CT Scan
  • Sinar X
  • Tes darah
  • Tes urine

Apakah sindrom Horner dapat diobati?

Sayangnya, hingga saat ini belum terdapat prosedur medis khusus yang dapat secara efektif mengatasi sindrom Horner. Walaupun begitu, sindrom Horner akan membaik atau bahkan menghilang, ketika kondisi medis yang menjadi pemicu terjadinya penyakit ini telah diatasi secara keseluruhan.

Penyebab Mata Ikan di Kaki

Mata ikan biasanya disadari saat terdapat benjolan di kaki. Bentuk dari mata ikan terkadang cukup menggantu mata, apalagi jika terasa sakit saat ditekan. Apa sebenarnya penyebab mata ikan, bagaimana gejalanya, ada perbedaanya dengan kapalan serta bagaimana cara mencegahnya? Simak artikel berikut untuk tahu lebih jelas.

Penyebab mata ikan dan proses penularannya

Penyebab mata ikan adalah infeksi virus Human Papilloma atau HPV. Mendengan nama virus HPV, pasti yang terbayang di pikiran Anda adalah kanker serviks. Namun, tidak perlu panik karena mata ikan tidak berpotensi menjadi kanker. Mata ikan sangat menular, sehingga dapat ditularkan melalui sentuhan sekalipun. Anda dapat mengalami mata ikan jika Anda menyentuh mata ikan seseorang. Contohnya, Anda menggunakan handuk atau baju yang sama dengan yang digunakan orang yang mengalami mata ikan.

Gejala mata ikan di telapak kaki

Selain tumbuh di telapak kaki juga dapat tumbuh di tangan. tapi bentuk mata ikan telapak kaki dan tangan juga berbeda. Jika mata ikan tumbuh di kaki, bentuknya cenderung lebih pipih atau datar akibat sering tertekan saat berjalan dan berdiri. Umumnya mata ikan tidak menimbulkan gejala tertentu, namun jika mata ikan terjadi di telapak kaki akan timbul gejala karena sering tertekan.

Seseorang yang mengalami mata ikan di kaki seringkali mengeluhkan sensasi seperti menginjak batu. Hal ini dikarenakan bentuk dan warnanya yang mirip, orang juga sering sulit membedakan mata ikan di telapak kaki dengan kapalan. Cara membedakannya adalah dengan menekannya. Mata ikan akan terasa sakit jika ditekan sedangkan kapalan tidak.

Cara mencegah mata ikan

Pasti kesal kan kalau punya mata ikan? Nah, biar nggak terlanjur kena, lebih baik mencegahnya. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah mata ikan di kaki:

  • Hindari menyentuh mata ikan orang lain.
  • Bila kamu melakukan perawatan pedicure di salon, pastikan orang yang melakukannya tidak menggunakan alat pedicure yang sama dengan orang lain. Kalau Anda sudah terlanjur memiliki mata ikan di telapak kaki, ada baiknya selalu menjaga

Kenali Tanda-Tanda Seseorang yang Klepto

Pernahkan Anda mendengar istilah klepto atau kleptomania? Klepto merupakan adanya suatu dorongan dalam diri seseorang untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh orang tersebut. Bahkan bisa jadi barang-barang tersebut seringnya akan dibuang atau diberikan kepada orang lain setelah berhasil dicuri. Dalam kata lain, barang yang dicuri sebenarnya kurang berguna untuk para klepto dan bukan bertujuan untuk dijual kembali.

Tanda-tanda seseorang yang klepto

Jika Anda mendapati ciri-ciri di bawah ini pada teman Anda atau orang terdekat, Anda patut mencurigai bahwa ia memang menderita kleptomania. Berikut ciri-cirinya:

  • Tidak mampu menolak dorongan kuat untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Muncul perasaan tegang yang meningkat dan kecemasan sebelum melakukan tindakan pencurian.
  • Merasa ada kesenangan, perasaan lega, dan kepuasan tersendiri saat mencuri
  • Merasa malu, bersalah, membenci diri sendiri atau takut untuk ditangkap setelah melakukan tindakan pencurian.
  • Kembali ada desakan untuk mencuri dan berulangnya siklus kleptomania.

Hal yang perlu dilakukan jika orang terdekat mengidap kleptomania

Mungkin banyak yang merasa kesulitan atau bingung mengenai apa yang harus dilakukan jika orang terdekat ada yang mengidap kleptomania. Anda tidak perlu menjauhinya, karena sejatinya klepto adalah kondisi penyakit mental, bukan karena adanya cacat karakter. Coba lakukan beberapa tips berikut ini jika orang terdekat Anda mengidap kleptomania:

  • Cari tahu lebih lanjut

Saat Anda sudah mendapati ciri-ciri klepto ada pada diri teman Anda, sebaiknya coba cari tahu lebih lanjut alasan ia menjadi seorang klepto. Adanya gangguan mental pada seorang kleptomania dapat dipicu oleh faktor-faktor lainnya, seperti Riwayat keluarganya.

  • Ajak dan temani temanmu untuk berkonsultasi dengan psikiater

Coba ajak orang tersebut untuk datang ke seorang psikiater yang tentunya dapat lebih membantu menyembuhkan kleptonya tersebut. Anda juga dapat memberikan bentuk dukungan kepadanya dengan sesekali menemaninya melakukan terapi.

  • Dukunglah pengobatannya dan jangan dijauhi

Sebaiknya Anda mendukung langkah terapi yang sedang dijalankan teman Anda dan jangan malah menjauhinya atau menghakiminya. Anda tetap harus berhati-hati untuk menyimpan barang-barang Anda di tempat yang aman dan jangan mencoba untuk memberitahu mereka secara langsung bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang salah.

Mari Ajarkan Etika Batuk Sedari Dini pada Anak

Penyakit menular, seperti flu atau batuk tidak hanya dapat ditularkan pada orang dewasa, namun juga anak-anak. Kedua penyakit tersebut dapat dikatakan “penyakit langganan” bagi si kecil. Ketika si kecil terserang batuk, tidak ada salahnya untuk mengajarkan etika batuk sedari dini agar ia tidak turut menularkan batuk kepada teman-temannya.

Penyebab dari kedua penyakit tersebut dapat beragam, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan infeksi bakteri maupun virus. Di musim hujan terutama, infeksi saluran respiratori akut pada anak mengalami peningkatan. Berdasarkan sebuah hasil studi pada tahun 2006, infeksi saluran respiratori akut, seperti selesma, sinusitis, dan pneumonia atau radang paru, mengalami peningkatan hingga dua kali lebih tinggi pada musim hujan. Tidak heran, banyak orang tua yang sering mengeluhkan penyakit ini.

Bagaimana dan seperti apa mengajarkan etika batuk pada anak sedari dini?

Memberikan contoh dan mengajarkan buah hati etika batuk yang benar merupakan hal penting. Tujuannya tidak lain agar penyebaran penyakit ini tidak semakin parah dan dapat dibatasi. Namun, seperti apakah cara dan etika batuk yang ideal?

  • Menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atau lengan baju maupun tisu jika batuk atau bersin.
  • Tissue yang digunakan untuk menutupi mulut dan hidung tadi, segera buang ke tempat sampah, bukan di lokasi sembarang.
  • Cuci tangan segera dengan air dan sabun jika si kecil menutup batuk atau bersin dengan telapak tangan mereka.

Fakta bahwa batuk dan penyakit infeksi saluran respiratori akut cenderung mudah ditularkan melalui udara. Batuk dan bersin memiliki droplet nuclei (percik renik) yang di dalamnya terdapat virus atau bakteri.

Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, mengatakan bahwa saat batuk terjadi, terdapat aliran udara berkecepatan tinggi menuju saluran respiratori. Kondisi tersebut menyebabkan percikan renik tersebut hingga beberapa meter dari lokasi seseorang batuk. Jika droplet tersebut terhirup oleh orang lain, maka virus dan bakteri dalam akan menyebar dan menginfeksi tubuh orang tersebut.

Waspada Herpangina pada Anak yang Sebabkan Tidak Nafsu Makan

Apakah buah hati Anda belakangan ini tidak nafsu makan? Kondisi ini juga mungkin disertai dengan demam dan juga nyeri tenggorokan. Lalu, ketika Anda memeriksa rongga mulut anak, terdapat beberapa bisul di langit-langit mulut dan tenggorokan buah hati Anda. Kondisi inilah yang disebut dengan herpangina.

Apa penyebab herpangina?

Herpangina adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti coxsackie virus A, enterovirus 71, echovirus, parechovirus 1, adenovirus dan herpes simplex virus.

Virus yang disebutkan di atas memiliki kemampuan untuk menyebar melalui kontak langsung, benda yang terkontaminasi, dan juga partikel kecil (droplets) dari seseorang yang memiliki herpangina. Walaupun memang herpangina dapat menginfeksi semua umur, namun infeksi ini umumnya cenderung menyerang anak kecil. Hal ini didukung fakta bahwa anak kecil lebih sering terkontaminasi dengan fasilitas umum, seperti ketika bermain di taman.

Herpangina sering menginfeksi anak-anak, terutama yang berusia 3 hingga 10 tahun. Herpangina juga dapat menginfeksi ibu hamil, karena bayi yang belum lahir ternyata juga dapat terkena infeksi ini.

Apa saja gejala herpangina yang perlu diperhatikan?

Secara umum, gejala herpangina serupa dengan gejala penyakit handfootmouth disease (HFMD). Gejala herpangina yang timbul dapat berbeda-beda antara satu penderita dengan lainnya. Beberapa gejala yang telah diketahui, yaitu:

  • Munculnya bentol atau lepuhan

Bentol atau lepuhan yang timbul berbentuk seperti gelembung kecil atau bisul dengan ukuran 1-2 mm. Gelembung-gelembung kecil ini muncul di sekitar area langit-langit mulut dan juga di bagian belakang tenggorokan. Biasanya, kondisi ini disertai dengan rasa sakit. Pada kasus tertentu, bentol herpangina dapat muncul di sekitar area tangan, kaki, dan juga bokong.

Ada pun gejala lain yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Air liur yang terus menetes (drooling). Namun, kondisi ini jarang ditemui pada orang dewasa.
  • Demam tinggi secara tiba-tiba dengan suhu mencapai 41 derajat Celcius.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mengalami kesulitan ketika menelan makanan.
  • Muntah (jarang terjadi pada orang dewasa).
  • Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.