Rasakan Gejala Ini? Konsumsi Alginic Acid

Rasakan Gejala Ini? Konsumsi Alginic Acid

Anda mungkin akan merasa tidak familiar ketika mendengar obat berjenis alginic acid. Padahal, jenis obat yang berbahan dasar spesies rumput laut ini kerap digunakan orang-orang yang kerap mengalami masalah pencernaan. 

Alginic acid sendiri berfungsi melapisi bagian perut pengonsumsinya karena mampu membentuk cairan kental jika terkena asam lambung. Dengan kemampuan ini, alginic acid mampu mengurangi berbagai gejala yang berkaitan dengan masalah pencernaan. 

Jenis obat yang satu ini patut menjadi salah satu obat yang ada dalam kotak obat di rumah maupun tas Anda. Gunakan alginic acid ketika Anda mengalami berbagai gejala di bawah ini. 

  1. Kembung 

Gejala ini biasanya muncul sebagai akibat Anda terlalu banyak mengisap gas ke dalam perut. Makan yang terlalu cepat ataupun mengonsumsi minuman bersoda kerap menjadi pemicunya. Namun, perut kembung juga dapat menjadi tanda dari adanya penyakit tukak lambung. Alginic acid sendiri mampu meredakan masalah yang berhubungan dengan pencernaan ini. 

  1. Heartburn 

Gejala heartburn sering disalah artikan bahwa adanya masalah terkait jantung pada seseorang yang mengalami. Padahal, rasa panas yang umumnya terjadi di ulu hati atau perbatasan dada dengan perut ini lebih mengarah ke masalah pencernaan. Heartburn umumnya muncul karena naiknya asam lambung ke bagian tubuh atas sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di ulu hati dan bisa naik sampai ke dada sampai tenggorokan. 

  1. Sendawa

Sendawa merupakan proses mengeluarkan gas dari dalam tubuh secara alami. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan dan biasa terjadi setiap kali Anda habis makan. Namun, jika Anda bersendawa terus-menerus, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi alginic acid. Ini karena sendawa yang berkelanjutan dapat menandakan terlalu banyaknya gas di perut yang bisa berujung ke masalah nyeri perut. 

  1. Mual

Mual merupakan salah satu gejala yang kerap terjadi pada penderita refluks lambung. Umumnya, mual yang mengarah pada masalah asam lambung tidak disertai dengan muntah. Anda bisa mengobatinya dengan mengonsumsi alginic acid sesuai aturan pakai bahkan jika perlu mengonsultasikannnya terlebih dahulu ke doktetr. 

  1. Diare 

Masalah asam lambung yang berlebih dan tidak terkendali juga dapat mengganggu sistem pembuangan kotoran. Orang-orang yang mengalami refluks lambung bisa mendapati gejala buang air besar secara terus-menerus dengan tekstur yang cair atau dikenal sebagai diare. Jika diarenya tergolong ringan, Anda bisa mencoba mengonsumsi alginic acid untuk mengurangi gejala ini. Namun jika diare tergolong berat, lekaslah berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih spesifik. 

  1. Kram Perut  

Kram perut merupakan gejala masalah pencernaan yang biasanya disebabkan oleh gangguan di lapisan dinding perut. Asam lambung yang berlebih dan naik ke atas dapat menjadi pemicunya. Anda akan merasa nyeri parah dan otot yang terasa kaku serta tegang di sekitar perut ketika mengalami gejala ini. Cobalah kompres dengan air hangat dan Anda bisa mempertimbangkan mengonsumsi alginic acid untuk meredakan gejala menyakitkan ini. 

  1. Sembelit 

Banyak hal yang menjadi penyebab dan pemicu Anda sulit buang air besar, salah satunya karena GERD. Jika Anda sudah berhari-hari tidak buang air besar alias sembelit, Anda pun akan semakin merasa tidak nyaman di bagian perut hingga ulu hati. Anda bisa mengurangi gejala ini dengan mengonsumsi makanan kaya serat serta alginic acid untuk meredakan ketidaknyamanan di ulu hati. 

*** 

Alginic acid umumnya dijual bebas dan bisa Anda peroleh di mana saja. Namun, mengonsumsinya pun perlu kehati-hatian. Mengonsultasikan penggunaan alginic acid terlebih dahulu dengan dokter untuk mengurangi gejala masalah pencernaan Anda menjadi langkah yang lebih bijak.

Apa Saja Efek Samping Propranolol?

Apa Saja Efek Samping Propranolol?

Propranolol merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi masalah jantung. Obat tersebut diperoleh melalui resep dokter karena obat tersebut dapat menimbulkan efek samping bagi pasien. Efek samping propranolol bisa dalam skala ringan hingga berat.

Efek Samping yang Timbul

Berikut adalah efek samping propranolol yang kemungkinan akan terjadi pada pasien:

  1. Efek samping umum

Berikut adalah efek samping yang umum terjadi pada pasien jika mereka mengkonsumsi propranolol:

  • Mata kering.
  • Rambut rontok.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Diare.
  • Mual.
  • Lambatnya detak jantung.

Efek samping tersebut terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Jika kondisi memburuk, pasien dihimbau untuk hubungi dokter.

  1. Efek samping yang lebih serius

Mengkonsumsi propranolol juga dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, antara lain:

  • Perubahan pada kadar gula darah.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Kulit kering dan mengelupas.
  • Sulit untuk tidur.
  • Mimpi buruk.
  • Halusinasi.
  • Kram atau lemah otot.
  • Pembengkakan pada kaki.
  • Gangguan pernafasan.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Muntah.

Efek samping yang lebih serius dapat mengancam nyawa pasien. Oleh karena itu, kondisi pasien perlu segera ditangani jika mereka mengalami masalah seperti ini.

Peringatan Sebelum Mengkonsumsi Propranolol

Ada beberapa peringatan yang perlu Anda pahami jika Anda mengkonsumsi propranolol, antara lain:

  1. Peringatan tentang reaksi alergi

Sebagian pasien mengalami reaksi alergi setelah mengkonsumsi propranolol. Reaksi alergi yang timbul adalah gatal, ruam, kesulitan untuk bernafas, dan pembengkakan pada area wajah seperti mulut.

Jika Anda alergi terhadap propranolol, Anda sebaiknya gunakan obat lain untuk mengatasi masalah jantung.

  1. Peringatan dengan penggunaan alkohol

Jika Anda mengkonsumsi propranolol, Anda tidak boleh mengkonsumsi alkohol. Mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang dekat dengan obat tersebut dapat memperburuk efek samping pada tubuh.

  1. Peringatan tentang kondisi medis

Berikut adalah beberapa contoh kondisi medis yang tidak boleh diobati dengan propranolol:

  • Diabetes

Penderita diabetes yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah).

  • Sindrom Wolff-Parkinson-White

Penderita sindrom tersebut yang mengkonsumsi propranolol dapat membuat detak jantung bergerak lebih lambat.

  • Perdarahan

Pasien yang mengalami perdarahan dan mengkonsumsi propranolol dapat menghambat efek obat yang dapat mengatasi perdarahan.

  1. Peringatan terhadap kelompok tertentu

Berikut adalah beberapa kelompok yang sebaiknya tidak mengkonsumsi propranolol:

  • Ibu hamil

Ibu hamil yang mengkonsumsi propranolol dapat mengganggu kondisi janin (menurut sebuah penelitian).

  • Ibu menyusui

Ibu menyusui yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan gula darah menurun dan detak jantung bergerak lebih lambat.

  • Anak-anak

Anak-anak (di bawah 18 tahun) yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan gagal jantung.

  • Lansia

Lansia yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan penurunan fungsi hati, ginjal, dan jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami gangguan jantung, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat gangguan jantung.
  • Daftar riwayat medis (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda pernah mengalami gangguan pada jantung sebelumnya?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti CT scan dan ECG. Setelah itu, dokter dapat menentukan pengobatan terhadap kondisi tersebut. Anda juga diminta untuk melakukan beberapa hal seperti berolahraga secara teratur untuk mencegah gangguan pada jantung.

Kesimpulan

Efek samping propranolol dapat menimbulkan kondisi yang beragam bagi setiap orang. Jika Anda mengalami efek samping akibat propranolol, Anda sebaiknya gunakan obat lain. Untuk informasi lebih lanjut tentang propranolol atau jantung, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Obat Asam Traneksamat untuk Mengatasi Pendarahan, Apa Efek Sampingnya?

Asam traneksamat merupakan obat golongan antifibrinolitik yang mampu meningkatkan pembekuan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi pendarahan hebat saat menstruasi sehingga lebih terkontrol. Selain itu, asam traneksamat juga digunakan untuk mencegah pendarahan pada penderita hemofilia yang ingin melakukan pencabutan gigi. Akan tetapi, sama seperti pengobatan lain, asam traneksamat juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

Efek samping secara umum

Obat asam traneksamat tidak bisa dibeli secara bebas sehingga harus menggunakan resep dokter. Berikut ini merupakan efek samping efek traneksamat secara umum:

  • Mual 
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Menggigil
  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri punggung atau sendi
  • Nyeri otot
  • Otot kaku
  • Sulit bergerak
  • Pilek atau hidung tersumbat

Efek samping secara umum biasanya tidak membutuhkan penanganan dokter khusus. Namun, jika efek samping tidak sembuh dalam waktu yang lama, bahkan semakin parah maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. 

Efek samping serius

Efek samping ini memang jarang sekali terjadi. Untuk Anda yang memiliki alergi terhadap obat asam traneksamat, kemungkinan bisa menderita reaksi alergi parah anafilaksis. Selain itu, terdapat efek samping serius lainnya akibat mengonsumsi obat ini:

  • Pandangan berubah
  • Batuk
  • Pusing
  • Cemas
  • Kulit pucat
  • Pendarahan tidak biasa
  • Memar yang tidak biasa
  • Kelelahan atau kelemahan yang melebihi batas wajar
  • Tangan kaku

Efek samping jangka panjang

Pada dasarnya, mengonsumsi asam traneksamat dalam jangka waktu panjang diperbolehkan dan tidak berbahaya, tetapi dengan syarat harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat ratusan perempuan yang mengalami menstruasi dengan pendarahan berat kemudian diberikan asam traneksamat selama 27 kali siklus menstruasi. Hasilnya, obat tersebut tidak menimbulkan bahaya yang signifikan. 

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui secara pasti jangka waktu dan dosis yang optimal sehingga obat bisa bekerja dengan tepat dan efek samping dapat diminimalisir. Saat ini, dosis dan jangka waktu pemberian obat pada setiap orang berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing.

Alternatif obat lain

Asam traneksamat tidak bisa digunakan oleh semua orang. Ada beberapa kasus yang tidak kunjung sembuh meskipun telah dilakukan pengobatan rutin. Jika pendarahan hebat tidak berkurang selama 2 kali siklus menstruasi sedangkan pengobatan telah dilakukan, maka dokter biasanya memberikan resep obat lainnya, seperti:

  • NSAID’s (Nonsteroidal anti-inflamatory durgs)

Obat ini dapat dipesan tanpa resep dokter. NSAID’s mengurangi pendarahan dan kram perut saat menstruasi. Beberapa contoh diantaranya ibuprofen dan naproxen sodium. 

  • Kontrasepsi oral

Tak hanya digunakan untuk mengontrol angka kelahiran bayi, kontrasepsi oral juga digunakan untuk mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur dan pendarahan hebat

  • Terapi hormonal

Hormon di dalam rangkaian terapi hormonal terdiri dari progesteron dan setrogen. Kedua hormon tersebut mampu mengurangi pendarahan hebat saat menstruasi dengan cara menyeimbangkan hormon. 

  • IUD

Intrauterine device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang dipercaya paling aman dalam mencegah kehamilan. Tak hanya itu, alat pengontrol kehamilan ini mampu melepaskan levenorgestrel, yaitu hormon yang berfungsi menipiskan dinding rahim. Dengan demikian, pendarahan dan kram mentstruasi dapat teratasi. 

  • Semprotan hidung desmopresin

Penderita hemofilia atau penyakit von Willebrand biasanya diberikan semprotan hidung desmopresin. Hal ini bertujuan agar darah mudah berhenti. 

Setiap orang memiliki respon efek samping yang berbeda-beda, bahkan ada yang tidak mengalaminya sama sekali. Sebaiknya, konsultasikan diri ke dokter jika sedang mengosumsi obat-obatan lainnya untuk mengetahui kemungkinan interaksi obat. 

Mengenal Methylcobalamin, Suplemen Vitamin B12

methylcobalamin

Pernah mendengar methylcobalamin? Vitamin yang disebut juga dengan mecobalamin ini adalah vitamin B12 yang fungsinya penting dalam pembentukan sel darah merah, fungsi sel saraf, metabolisme sel, serta produksi DNA.

Suplemen ini biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan yang muncul disebabkan oleh kurangnya vitamin B12, seperti anemia dan neuropati perifer.

Manfaat Methylcobalamin

Methylcobalamin ini memiliki berbagai manfaat, utamanya adalah untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan karena masalah medis yang berhubungan dengan kekurangan vitamin B12.

Tubuh yang kekurangan vitamin B12 biasanya terjadi pada penderita anemia, neuropati perifer, penyakit Crohn, gastritis atrofi, penyakit seliak, hingga gangguan imunitas berupa penyakit lupus.

Kekurangan vitamin B12 ini akan memunculkan berbagai gejala seperti penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, mual, meningkatnya detak jantung, diare, pusing, muntah, masa;ah mulut, wajah pucat, kesemutan, hingga kemampuan saraf menurun.

Gejala tersebut bisa diatasi dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B12, salah satunya yaitu methylcobalamin.

Efek Samping Obat Methylcobalamin

Ada berbagai efek samping yang dapat terjadi pada orang yang konsumsi methylcobalamin ini. Misalnya muntah, mual, pusing, sakit kepala, diare, nyeri sendi, ruam, hingga terasa sensasi panas di kulit. Bahkan berkemungkinan juga bisa terjadi reaksi anafilaksis. Meskipun efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, namun jika terjadi, segeralah konsultasikan dengan dokter. Apalagi jika efek samping yang diraskaan semakin memburuk, maka perlu mendapatkan penanganan medis dengan segera.

Sebelum mengonsumsi obat ini, beritahukan pada dokter terkait kondisi riwayat yang Anda miliki. Terlebih jika Anda memiliki kondisi berikut ini:

  • Gangguan kulit
  • Memiliki riwayat kanker
  • Memiliki masalah jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Memiliki kelainan darah
  • Masalah pencernaan
  • Memiliki riwayat asam urat

Dosis Methylzobalamin

Kecukupan harian vitamin B12 ini 1,8-2,4 mcg untuk remaja dan orang dewasa. Sedangkan ibu hamil butuh kecukupan vitamin B12 sebanyak 2,8 mcg per harinya. Berbeda dengan ibu menyusui yang membutuhkan 2,6 mcg vitamin B12 dalam sehari.

Jika Anda mengalami berbagai kondisi kesehatan yang disebutkan di atas dan menyebabkan kekurangan vitamin B12, maka perlu mengonsumsi suplemen methylcobalamin ini, namun harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

Dosis suplemen ini tentu bergantung pada masalah kesehatan yang dialami. Per harinya, diperlukan dosis methylcobalamin sekitar 500-1.500 mcg. Sedangkan satu kapsul suplemen ini mengandung 500 mcg methylcobalamin. Sehingga Anda hanya perlu mengonsumsi suplemen ini 1-3 kapsul saja setiap harinya.

Akan muncul berbagai interaksi jika suplemen ini dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Interaksi obat yang dimaksud seperti:

  • Konsentrasi methylcobalamin dalam darah akan berkurang jika diberikan bersama dengan pil KB dan vitamin C
  • Dapat menurunkan penyerapan methylcobalamin dalam saluran cerna jika digunakan bersamaan dengan colchicine, obat proton pump inhibitor seperti omeprazol.

Sebenarnya, selain mengonsumsi suplemen yang mengandung methylcobalamin ini, bisa juga mendapatkan asupan tersebut dari bahan makanan. Seperti telur, daging sapi, daging unggas, ikan, serta makanan olahan yang kaya vitamin B12. Anda bisa mengikuti konsumsi makanan yang mengandung methylcobalamin saat konsumsi suplemen untuk mencukupi lebutuhan B12 harian Anda.

Informasi ini bukan bertujuan untuk menggantikan konsultasi dengan dokter dan tidak pula menggantikan instruksi yang diberikan dokter. Jika dokter memberikan instruksi dan arahan penggunaan merek obat tertentu, maka perlu diikuti. Penggunaan obat methylcobalamin ini harus dengan resep dokter.

Mengenal Ketoconazole, Obat untuk Atasi Infeksi Jamur

Mengenal Ketoconazole, Obat untuk Atasi Infeksi Jamur

Ketoconazole adalah obat resep yang tersedia dalam bentuk tablet oral, krim topikal, sampo, sabun, dan gel. Tablet oral ketoconazole hanya tersedia sebagai obat generic. Obat ini digunakan untuk merawat infeksi jamur di kulit, rambut, kuku, dan darah. Obat ini hanya akan diberikan ketika perawatan jenis lain tidak efektif bagi kondisi Anda dan menyebabkan terlalu banyak efek samping. Ketoconazole masuk ke dalam kelas obat antijamur. Kelas obat adalah kelompok obat-obatan yang bekerja dengan cara serupa. Obat-obatan tersebut biasanya digunakan untuk merawat kondisi yang sama. Ketoconazole bekerja menghentikan jamur dan ragi agar tidak menyebabkan infeksi. 

Efek samping

Sama seperti obat-obatan lain, ketoconazole dapat menyebabkan efek samping ringan hingga serius. Beberapa efek samping ringan dan biasa ditemui oleh mereka yang mengonsumsi ketoconazole adalah mual, pusing, diare, sakit perut, dan hasil tes fungsi hati yang tidak normal. Apabila efek samping tersebut bersifat ringan, gejala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila gejala berubah parah dan tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. 

Hubungi dokter secepatnya apabila Anda memiliki efek samping yang serius. Efek samping serius akan menimbulkan gejala seperti gangguan hati (hepatotoxicity) dengan gejala seperti hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan (anorexia), mual atau muntah, tubuh terasa lelah, sakit perut, urin yang berwarna gelap atau kotoran yang berwarna terang, kulit dan bagian putih yang berubah kuning, demam, dan ruam. Interaksi ketoconazole dapat menyebabkan perubahan di aktivitas listrik jantung yang disebut QT prolongation. QT prolongation dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan dapat mengancam nyawa. 

Hal tersebut dapat terjadi apabila Anda menggunakan tablet ketoconazole bersama obat-obatan tertentu seperti pimozide, quinidine, dofetilide, cisapride, disopyramide, methadone, dronedarone, dan ranolazine. Beritahu penyedia layanan kesehatan Anda tentang obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi sebelum Anda memulai mengonsumsi tablet ketoconazole. Dan hubungi layanan kesehatan secepatnya apabila Anda merasa pusing dan jantung berdetak dengan cepat dan tidak teratur, karena kondisi tersebut dapat menjadi gejala yang berhubungan dengan QT prolongation. 

Hanya gunakan ketoconazole sesuai dengan petunjuk dokter

Ketoconazole digunakan untuk perawatan jangka pendek. Namun, terkadang obat ini perlu dikonsumsi selama beberapa bulan. Ketoconazole hadir dengan risiko kesehatan apabila dikonsumsi dengan tidak sesuai resep yang dianjurkan, misalnya infeksi atau kondisi kulit Anda tidak akan sembuh jika Anda berhenti menggunakan obat. Selain itu, apabila Anda lupa dosis dan minum obat tidak tepat waktu, obat tidak akan bekerja dengan efektif dan bahkan berhenti bekerja sepenuhnya. Agar ketoconazole efektif atasi infeksi jamur, jumlah tertentu perlu ada di dalam tubuh setiap waktu. Anda juga dapat memiliki kadar berbahaya di dalam tubuh apabila mengonsumsi terlalu banyak. Gejala overdosis di antaranya adalah mual, muntah dan diare. Apabila Anda merasa terlalu banyak mengonsumsi ketoconazole, hubungi dokter secepatnya. 

Tablet ketoconazole juga dapat menyebabkan reaksi alergi parah, dengan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, demam, tubuh menggigil, pembengkakan di kelopak mata, mulut, dan bagian tubuh lainnya, dan ruam kulit atau kulit yang mengelupas. Apabila Anda memiliki reaksi alergi, hubungi dokter sesegera mungkin dan jangan mengonsumsi obat ini lagi. Konsumsi kembali obat yang sebelumnya menyebabkan reaksi alergi dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu.

Efek Samping Setelah Menggunakan Antikoagulan

Obat antikoagulan merupakan obat pengencer darah yang biasanya diberikan ada orang yang mengalami penggumpalan darah seperti penderita tromobisis vena dalam, emboli paru, stroke akibat penyumbatan, serangan jantung, atau seseorang dengan katup jantung buatan. Meskipun disebut sebagai pengencer darah, namun cara kerja antikoagulan bukanlah untuk mengencerkan darah seperti kita mengencerkan minuman. Obat ini bekerja dengan membuat proses pembekuan darah semakin Panjang.

Obat pengencer darah lain

Salah satu antikoagulan yang sering diberikan adalah Warfarin. Namun, mungkin Anda penasaran bagaimana dengan obat seperti aspirin atau Clopidorel? Bukankan obat-obatan tersebut termasuk dalam pengencer darah? Hal ini benar. Aspirin dan Klopidogrel merupakan obat pengencer darah, hanya saja cara kerja obat-obat tersebut berbeda sehingga tidak termasuk ke golongan antikoagulan.

Efek samping antikoagulan

Sama seperti obat-obatan lain, antikoagulan juga memiliki efek samping jika digunakan dengan tidak tepat. Berikut diantaranya:

  • Buang air kecil yang disertai darah
  • Buang air besar yang disertai darah atau berwarna kehitaman
  • Memar yang luas
  • Mimisan yang lama atau lebih dari 10 menit
  • Gusi berdarah
  • Batuk atau muntah yang disertai darah
  • Nyeri pada punggung
  • Pada wanita, darah yang keluar saat menstruasi cenderung bertambah banyak

Kondisi yang berisiko pada pengguna antikoagulan

Beberapa kondisi berikut juga perlu diperhatikan dan harus diberi diketahui oleh dokter yang akan memberikan Anda obat antikoagulan.

  • Darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Riwayat stroke
  • Luka pada lambung atau masalah lambung yang kronis
  • Gangguan ginjal
  • Kanker
  • Konsumsi alkohol
  • Penyakit hati/ liver
  • Pekerjaan dengan risiko jatuh yang lebih tinggi

Namun, jika Anda mengalami hal berikut, segera periksakan diri Anda

  1. Mengalami kecelakaan yang parah
  2. Mengalami benturan keras di kepala
  3. Terjadi pendarahan yang tidak dapat dihentikan

Jadi, jika Anda mengalami beberapa efek samping di atas, jangan panik. Anda boleh berkonsultasi dengan dokter Anda yang memberikan obat antikoagulan tersebut. Biasanya efek samping obat antikoagulan muncul pada 1 bulan pertama.

Bahayanya Berhenti Minum Antibiotik Saluran Kemih Tanpa Anjuran Dokter

Penyakit infeksi saluran kemih, mungkin sudah tidak asing lagi bagi para wanita. Infeksi ini merupakan penyakit yang sering terjadi pada wanita, khususnya ibu hamil. Dokter pun dengan sigap akan meresepkan antibiotik saluran kemih untuk mengobati keluhan ini. Sebelum memberikan antibiotik saluran kemih, dokter terlebih dulu akan memastikan apakah Anda benar-benar menginap infeksi saluran kemih.

Hal ini sangat penting mengingat penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lainnya, seperti kandung kemih yang terlalu aktif, batu ginjal, bahkan infeksi kelenjar kemih. Pada umumnya dokter akan memberikan antibiotik minum karena kebanyakan kasus infeksi saluran kemih terjadi pada saluran kemih bagian bawah. Namun, jika infeksi saluran kemih terjadi pada bagian atas, maka dokter akan memberikan antibiotik lewat suntikan.

Berapa lama Anda harus mengonsumsi antibiotik saluran kemih?

Biasanya, Anda hanya perlu menghabiskan antibiotik dengan dosis untuk 2 hingga 3 hari. Tetapi, terkadang dokter meresepkan antibiotik untuk dihabiskan dalam 10 bahkan 14 hari. Dalam kasus infeksi saluran kemih yang berulang, Anda bisa diminta untuk tetap mengonsumsi antibiotik hingga 6 bulan atau lebih. Bosan minum obat? Rasa itu bisa saja muncul ketika sudah terus-menurus mengonsumsi obat tersebut.

Bahkan Anda mungkin berpikir untuk menghentikan konsumsi antibiotik itu, toh saluran kemih sudah tidak sakit lagi dan buang air kecil pun sudah kembali normal. Tetapi, langkah itu tidak bijaksana. Menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya hanya akan menambah buruk kondisi infeksi karena bakteri pemicu infeksi saluran kemih belum sepenuhnya hilang dari tubuh.

Apakah ada efek sampingnya?

Semua obat yang katanya alami pun, pasti memiliki efek sampingnya, tidak terkecuali antibiotik saluran kemih. Untuk antibiotik saluran kemih sendiri, efek samping yang ditimbulkan bisa berupa diare, mual atau muntah, sakit kepala, ruam, dan kerusakan pada otot tendon atau saraf.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir efek samping ini, jangan lupa memberi tahu dokter jika Anda memiliki alergi antibiotik atau obat tertentu. Jangan lupa juga untuk kembali memeriksakan diri ke dokter jika masa konsumsi antibiotik sudah selesai demi memastikan ISK kamu sudah benar-benar sembuh.