Efek Samping Setelah Menggunakan Antikoagulan

Obat antikoagulan merupakan obat pengencer darah yang biasanya diberikan ada orang yang mengalami penggumpalan darah seperti penderita tromobisis vena dalam, emboli paru, stroke akibat penyumbatan, serangan jantung, atau seseorang dengan katup jantung buatan. Meskipun disebut sebagai pengencer darah, namun cara kerja antikoagulan bukanlah untuk mengencerkan darah seperti kita mengencerkan minuman. Obat ini bekerja dengan membuat proses pembekuan darah semakin Panjang.

Obat pengencer darah lain

Salah satu antikoagulan yang sering diberikan adalah Warfarin. Namun, mungkin Anda penasaran bagaimana dengan obat seperti aspirin atau Clopidorel? Bukankan obat-obatan tersebut termasuk dalam pengencer darah? Hal ini benar. Aspirin dan Klopidogrel merupakan obat pengencer darah, hanya saja cara kerja obat-obat tersebut berbeda sehingga tidak termasuk ke golongan antikoagulan.

Efek samping antikoagulan

Sama seperti obat-obatan lain, antikoagulan juga memiliki efek samping jika digunakan dengan tidak tepat. Berikut diantaranya:

  • Buang air kecil yang disertai darah
  • Buang air besar yang disertai darah atau berwarna kehitaman
  • Memar yang luas
  • Mimisan yang lama atau lebih dari 10 menit
  • Gusi berdarah
  • Batuk atau muntah yang disertai darah
  • Nyeri pada punggung
  • Pada wanita, darah yang keluar saat menstruasi cenderung bertambah banyak

Kondisi yang berisiko pada pengguna antikoagulan

Beberapa kondisi berikut juga perlu diperhatikan dan harus diberi diketahui oleh dokter yang akan memberikan Anda obat antikoagulan.

  • Darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Riwayat stroke
  • Luka pada lambung atau masalah lambung yang kronis
  • Gangguan ginjal
  • Kanker
  • Konsumsi alkohol
  • Penyakit hati/ liver
  • Pekerjaan dengan risiko jatuh yang lebih tinggi

Namun, jika Anda mengalami hal berikut, segera periksakan diri Anda

  1. Mengalami kecelakaan yang parah
  2. Mengalami benturan keras di kepala
  3. Terjadi pendarahan yang tidak dapat dihentikan

Jadi, jika Anda mengalami beberapa efek samping di atas, jangan panik. Anda boleh berkonsultasi dengan dokter Anda yang memberikan obat antikoagulan tersebut. Biasanya efek samping obat antikoagulan muncul pada 1 bulan pertama.

Bahayanya Berhenti Minum Antibiotik Saluran Kemih Tanpa Anjuran Dokter

Penyakit infeksi saluran kemih, mungkin sudah tidak asing lagi bagi para wanita. Infeksi ini merupakan penyakit yang sering terjadi pada wanita, khususnya ibu hamil. Dokter pun dengan sigap akan meresepkan antibiotik saluran kemih untuk mengobati keluhan ini. Sebelum memberikan antibiotik saluran kemih, dokter terlebih dulu akan memastikan apakah Anda benar-benar menginap infeksi saluran kemih.

Hal ini sangat penting mengingat penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lainnya, seperti kandung kemih yang terlalu aktif, batu ginjal, bahkan infeksi kelenjar kemih. Pada umumnya dokter akan memberikan antibiotik minum karena kebanyakan kasus infeksi saluran kemih terjadi pada saluran kemih bagian bawah. Namun, jika infeksi saluran kemih terjadi pada bagian atas, maka dokter akan memberikan antibiotik lewat suntikan.

Berapa lama Anda harus mengonsumsi antibiotik saluran kemih?

Biasanya, Anda hanya perlu menghabiskan antibiotik dengan dosis untuk 2 hingga 3 hari. Tetapi, terkadang dokter meresepkan antibiotik untuk dihabiskan dalam 10 bahkan 14 hari. Dalam kasus infeksi saluran kemih yang berulang, Anda bisa diminta untuk tetap mengonsumsi antibiotik hingga 6 bulan atau lebih. Bosan minum obat? Rasa itu bisa saja muncul ketika sudah terus-menurus mengonsumsi obat tersebut.

Bahkan Anda mungkin berpikir untuk menghentikan konsumsi antibiotik itu, toh saluran kemih sudah tidak sakit lagi dan buang air kecil pun sudah kembali normal. Tetapi, langkah itu tidak bijaksana. Menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya hanya akan menambah buruk kondisi infeksi karena bakteri pemicu infeksi saluran kemih belum sepenuhnya hilang dari tubuh.

Apakah ada efek sampingnya?

Semua obat yang katanya alami pun, pasti memiliki efek sampingnya, tidak terkecuali antibiotik saluran kemih. Untuk antibiotik saluran kemih sendiri, efek samping yang ditimbulkan bisa berupa diare, mual atau muntah, sakit kepala, ruam, dan kerusakan pada otot tendon atau saraf.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir efek samping ini, jangan lupa memberi tahu dokter jika Anda memiliki alergi antibiotik atau obat tertentu. Jangan lupa juga untuk kembali memeriksakan diri ke dokter jika masa konsumsi antibiotik sudah selesai demi memastikan ISK kamu sudah benar-benar sembuh.