Cara Mengatasi Nyeri Testis Mendadak Ketika di Rumah

Nyeri testis bisa disebabkan oleh beberapa hal dan terkadang terjadi secara mendadak. Rasa nyeri yang ditimbulkan pasti akan membuat pria tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Cara mengatasi nyeri testis bisa berbeda-beda tergantung dengan penyebabnya. Untuk nyeri yang timbul mendadak dan tidak diiringi gejala lainnya, Anda bisa memberikan pertolongan pertama dan perawatan di rumah untuk mengatasi rasa nyeri. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

penyebab nyeri testis

Mandi Air Hangat

Mandi dengan menggunakan air hangat berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi darah dan bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan nyeri testis. Pastikan air yang digunakan cukup hangat untuk meredakan rasa sakit, tetapi tidak terlalu panas di kulit. Anda bisa berendam di bak mandi selama sekitar 20 menit. Setelah mandi, Anda bisa berbaring sambil meletakkan handuk yang telah digulung di bawah testis Anda untuk membantu meredakan nyeri.

Perhatikan Jenis Pakaian

Gunakan jenis pakaian dalam yang bisa mendukung agar testis terasa stabil. Anda bisa membeli celana dalam penunjang testis atau support brief pants. Hindari pakaian dalam yang ketat dan terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Pakaian dalam yang longgar dan menyerap keringat tentunya akan lebih nyaman, terlebih jika sedang mengalami nyeri testis. Anda juga bisa mengenakan penyangga skrotum seperti jockstrap. Tujuannya  yaitu untuk membantu meredakan nyeri testis. Selain itu, alat ini juga bisa melindungi dari gesekan dengan kaki, nyeri akibat gerakan testis, serta faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko iritasi.

Kompres dengan Es

Jika nyeri testis terjadi bersamaan dengan adanya pembengkakan testis maka Anda bisa mengatasinya dengan memberikan kompres dingin. Kompres dengan menggunakan kantung es bisa meredakan bengkak dan nyeri testis. Selain itu, kompres dingin membantu testis bertahan tanpa suplai darah selama beberapa waktu sebelum mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Anda cukup mengompres selama 15-20 menit agar tidak membuat testis menjadi mati rasa.

Perbanyak Air Putih

Dehidrasi bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, salah satunya yaitu infeksi saluran kencing. Salah satu gejalanya adalah nyeri testis pada saat melakukan buang air kecil. Jika infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri maka Anda bisa mengatasinya dengan perbanyak konsumsi air putih untuk menghilangkan bakteri di area kemih. Selain itu, Anda juga bisa menambah cairan dalam tubuh dengan jus buah seperti jus semangka yang juga bermanfaat untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Hindari minuman dengan kandungan soda dan kafein seperti teh dan kopi.

Hindari Aktivitas Berat

Beristirahat akan memberikan waktu bagi testis untuk memulihkan diri dan membantu mengurangi nyeri testis. Anda bisa berbaring selama sekitar 20-30 menit, sehingga skrotum akan berada dalam posisi tidur dan bisa mengurangi gesekan yang ditimbulkan antara kaki dengan testis. Hindari melakukan aktivitas seperti mengangkat benda berat, berolahraga, atau berlari. Kegiatan tersebut bisa memicu ketegangan perut di bagian bawah dan bisa meningkatkan rasa sakit dan nyeri testis.

Konsumsi Pereda Nyeri

Anda bisa mengatasi nyeri testis dengan meminum obat penghilang rasa sakit dan nyeri yang dijual bebas. Beberapa di antaranya yaitu ibuprofen, paracetamol, atau aspirin. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat produksi senyawa prostaglandin yang merupakan penyebab radang. Perhatikan dosis harian yang dianjurkan masing-masing obat sebelum meminumnya karena setiap obat memiliki dosis yang berbeda. Jangan meminum sekaligus atau mencampurkan obat-obatan tersebut dalam sekali minum karena bisa menyebabkan efek samping yang serius. Jika nyeri testis tidak bertambah baik dan bahkan berlangsung lama dengan gejala yang memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut.

Penis Terasa Panas Belum Tentu Bahaya, Begini Mengetahuinya

penis terasa panas

Penis terasa panas merupakan salah satu tanda umum dari penyakit menular seksual, yang disertai dengan klamidia dan kencing nanah. Beberapa penyebab lain dari penis yang terasa terbakar adalah infeksi saluran kemih.

Namun Anda tak perlu khawatir karena ketidaknyamanan yang Anda rasakan mungkin tidak memerlukan penanganan khusus. Berikut ini cara mengetahui dan mengobatinya.

Penyebab penis terasa panas

Beberapa penyebab penis terasa panas antara lain:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)

Disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi kandung kemih. Beberapa orang mengembangkan ISK setelah melakukan hubungan seksual oral, vagina atau anal, yang dapat membuat uretra terkena bakteri.

Beberapa gejala ISK antara lain urin berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam, tekanan di perut, nyeri di punggung atas dan samping.

  • Uretris

Uretris atau radang uretra dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual dan iritasi sederhana pada ujung uretra. Wanita yang menderita kondisi ini terkadang tidak menunjukkan gejala apapun, sementara pria cenderung menunjukkan tanda dalam beberapa hari hingga sebulan setelah terinfeksi.

Indikasi medis yang umum terjadi adalah keluarnya nanah dari uretra, penis mengeluarkan bau, nyeri dan bengkak di salah satu atau kedua testis, dan iritasi di sepanjang penis.

  • Batu ginjal

Penumpukan garam dan mineral dapat menyebabkan batu ginjal. Gejalanya meliputi nyeri yang kuat di bagian samping dan punggung, nyeri yang berpindah-pindah ke perut bagian bawah dan selangkangan, demam dan mengigil, sering buang air kecil, serta urin keruh dan berbau busuk.

  • Striktur uretra

Striktur uretra atau jaringan parut mempersempit uretra sehingga menghasilkan sensasi penis terasa panas. Kondisi ini bisa akibat dari prosedur medis, namun seringkali penyebabnya tidak diketahui.

Gejalanya berupa infeksi saluran kemih, mengejan saat berkemih, dan aliran urin lemah.

  • Prostatitis atau pembengkakan pada kelenjar prostat

Penyebab prostatitis cenderung tidak diketahui, namun kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau kerusakan saraf di saluran kemih bagian bawah.

Beberapa gejala prostatitis meliputi keluarnya darah saat berkemih, nyeri saat ejakulasi, dan memiliki gejala seperti flu.

Apabila hanya ujung penis yang terasa seperti terbakar, besar kemungkinan Anda menderita balanitis. Balanitis terjadi akibat gesekan intens pada penis, baik saat berhubungan seksual atau masturbasi.

Gejala balanitis lainnya meliputi kulit penis merah, bengkak, dan terasa gatal.

Faktor risiko balanitis

Balanitis tak selalu dikaitkan dengan aktivitas seksual. Kecelakaan motor atau mobil yang membuat penis terbentur dapat menyebabkan balanitis.

Pria juga lebih mungkin terkena balanitis apabila:

  • Keringat berlebih sehingga area genital terlalu lembab
  • Tidak disunat
  • Area genital terlalu kering
  • Mengeringkan penis dengan menggosok kain bertekstur kasar atau dengan sangat kuat
  • Menderita diabetes sehingga meningkatkan risiko infeksi jamur penis

Cara mengobati dan mencegah balanitis

Balanitis tidak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu istirahat dan luka gesekan akan sembuh dalam seminggu.

Selama waktu penyembuhan, Anda disarankan mengenakan pakaian dalam longgar dan berbahan lembut untuk meringankan iritasi pada penis. Oleskan juga pelembab seperti petroleum jelly atau gel lidah buaya ke area yang terluka.

Untuk sementara waktu hindari melakukan aktivitas seksual dan masturbasi.

Untuk menghindari penis terasa panas akibat gesekan, berikut ini beberapa tips yang dapat membantu:

  • Cuci area penis secara menyeluruh, dan keringkan penis dengan cara menepuk lembut.
  • Bersikap lembut saat melakukan masturbasi atau berhubungan seksual. Jika penis terasa sakit hentikan aktivitas atau kurangi intensitasnya.
  • Gunakan pelumas berbahan dasar air selama melakukan hubungan seksual.

Catatan

Penis terasa gatal juga bisa menjadi tanda infeksi menular seksual. Jika rasa panas disertai dengan timbulnya luka di area penis dan keluarnya cairan dari penis, maka segeralah menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Anda bisa menanyakan seputar penis terasa panas dengan dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Cara Mengatasi Testis Turun Sebelah

Cara Mengatasi Testis Turun Sebelah

Testis atau juga biasa disebut dengan pelir atau biji kemaluan ini merupakan organ berbentuk oval yang terdapat di dalam kantung sebelah kanan dan kiri belakang penis. Fungsi utama dari penis adalah memproduksi dan menyimpan sperma serta memproduksi testosteron. Memiliki fungsi yang vital bagi proses produksi, ada kalanya testis turun sebelah.

Ukuran testis besar sebelah merupakan hal yang normal, jika tidak disertai dengan rasa sakit yang menyerang. Namun, jika perbedaannya cukup jauh kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan bahaya. Testis pria dewasa pada umumnya berukuran 15 ml (seukuran telur burung) hingga 35 ml (seukuran telur ayam).

Testis Turun Sebelah

Ukuran testis bisa bertambah besar tepat sebelum ejakulasi, bahkan ukurannya bisa meningkat hingga 50 persen tepat sebelum ejakulasi karena peningkatan aliran darah. Namun testis juga bisa menyusut ketika suhu dingin, sperma dapat dihasilkan jika testis berada pada suhu yang tepat, ketika kedinginan skrotum akan mengerut untuk menjaga panas.

Penanganan kondisi ini harus disesuaikan dengan penyebabnya, jika karena infeksi maka bisa ditangani dengan pemberian obat terapi. Tetapi jika karena hernia, varikokel, hidrokel maka diperlukan terapi operatif untuk bisa mengatasinya. Usahakan untuk tidak mengangkat beban berat, tidak banyak mengejan dan kompres bagian yang nyeri dengan kompres hangat.

Sementara itu, untuk memastikan kondisi di atas diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahli, khususnya dokter spesialis Urologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan wawancara gejala, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Cara mengatasi sementara bisa dengan melakukan senam kegel.

Cara Alami Penyembuhan

  1. Mandi Air Hangat

Berendam dengan air hangat memberi kesegaran dan ketenangan hingga dapat meningkatkan sirkulasi darah, ini merupakan salah satu cara mudah untuk meredakan nyeri pada testis. Testis akan mendapatkan perlakukan panas yang dibutuhkan, memberi panas lokal ke daerah skrotum agar memberi efek yang sama dari peningkatan sirkulasi darah penghilang rasa sakit.

  1. Istirahat

Istirahat menjadi cara pengobatan kedua, hal ini mampu menjadi pereda nyeri testis dengan cara berbaring dan mencoba rileks. Bisa dilakukan di siang hari, tidak fokus pada rasa sakit dan melakukan satu posisi selama 15 hingga 30 menit. Hindari kegiatan berat, karena ketegangan di perut bagian bawah bisa meningkatkan rasa sakit.

  1. Kenakan Pakaian Plastik

Hal ini penting karena bisa digunakan untuk melindungi diri, dengan menggunakan pakaian pendukung khususnya saat berolahraga. Pakaian olahraga bisa mencegah dan mengurangi intensitas nyeri pada testis.

  1. Kompres dengan Es

Mengompres skrotum menggunakan air es atau es menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan testis yang terjadi. Es dapat meredakan pembengkakan yang kemudian menghentikan rasa sakit, jangan lakukan kompres lebih dari 20 menit karena testis bisa mati rasa ketika dikompres terlalu lama.

  1. Angkat Skrotum

Menempatkan skrotum dalam posisi tidur akan mengurangi rasa sakit pada testis, hindari gesekan antara kaki dan testikel untuk menghindari rasa sakit yang bisa muncul sewaktu-waktu dan tidak diduga.

  1. Minum Air

Infeksi saluran kencing yang diakibatkan dehidrasi merupakan salah satu penyebab umum munculnya rasa nyeri pada testis. Konsumsi air putih sebanyak delapan hingga 10 gelas air, konsumsi jus buah, hindari soda berkafein dan gula. 

  1. Gunakan Diuretik Alami

Testis turun sebelah bisa diatasi dengan menggunakan diuretik alami, fungsinya dapat meningkatkan frekuensi urine untuk membersihkan infeksi dengan cepat, jika digabungkan dengan asupan cairan yang lebih tinggi. Ini menjadi cara terbaik mengatasi infeksi saluran kemih dan menyembuhkan nyeri testis yang muncul.

Undescended Testis, Kelainan Buah Zakar Pada Anak Laki-Laki

Undescended testis adalah kondisi yang terjadi pada anak laki-laki atau bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan testis atau buah zakar yang tidak turun ke posisi yang seharusnya. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal juga dengan kriptorkismus.

Testis merupakan bagian dari alat kelamin laki-laki yang berfungsi untuk memproduksi hormon dan sperma. Saat di dalam kandungan, testis terbentuk dari dalam perut janin dan bergerak turun ke kantongnya yang disebut dengan skrotum. Jika salah satu atau kedua testis bayi tetap tertinggal di perut, bayi kemungkinan mengalami undescended testis.

Sebenarnya, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan bayi bisa mengalami kondisi ini. Akan tetapi, umumnya hal ini terjadi pada bayi yang dilahirkan secara prematur atau memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi pada umumnya. Selain itu, bayi dengan riwayat keluarga berkondisi sama lebih rentan mengalami testis yang tidak turun.

Testis yang tidak turun bukanlah kondisi yang berbahaya. Biasanya, testis akan bergerak turun dengan sendirinya selama 3-6 bulan setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, jika kondisi ini terus berlangsung cukup lama, Anda mungkin perlu membawa bayi Anda untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Melakukan pemeriksaan undescended testis ke dokter

Saat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter, dokter mungkin menganjurkan agar bayi menjalani serangkaian pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat secara langsung kondisi testis bayi dengan meraba kulit di sekitar skrotum.

Pemeriksaan fisik pada bayi cukup sulit untuk dilakukan. Oleh sebab itu, sebagian dokter menganjurkan untuk menjalankan pemeriksaan berupa:

  • Tes pencitraan MRI untuk mengetahui lokasi testis
  • Laparoskopi dengan memasukkan tabung kecil ke dalam perut melalui sayatan kecil
  • Operasi terbuka untuk menjelajahi bagian dalam perut secara langsung

Dokter akan menentukan pemeriksaan yang paling tepat untuk kondisi bayi Anda. Selain itu, jika kedua testis tidak turun, bisa saja bayi Anda memiliki kelainan genetik. Oleh sebab itu, dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan genetik kromosom jenis kelamin.

Biasanya, kondisi testis yang tidak turun dapat terdeteksi pada pemeriksaan fisik bayi setelah dilahirkan. Terkadang, hal ini baru ditemui sekitar 1 bulan setelah kelahiran bayi. Sebaiknya, Anda membawa bayi untuk menjalani pemeriksaan rutin jika bayi mengalami kondisi ini.

Faktor resiko dan penyebab kondisi undescended testis

Hingga saat ini, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seorang bayi mengalami kondisi undescended testis. Kondisi ini tidak membahayakan dan bisa membaik seiring dengan proses pertumbuhan bayi.

Akan tetapi, testis yang tidak turun lebih umum ditemukan pada bayi dengan kelahiran prematur. Selain itu, ada beberapa faktor resiko untuk kondisi ini, yaitu:

  • Berat badan rendah saat dilahirkan
  • Menderita down syndrome yang menghambat proses tumbuh kembang janin
  • Riwayat keluarga dengan masalah perkembangan genital
  • Kebiasaan merokok oleh ibu hamil saat mengandung bayi
  • Kelahiran prematur

Tidak hanya faktor resiko di atas, dokter juga mencurigai adanya faktor genetik kromosom yang memungkinkan seorang bayi menderita kondisi ini. Pada tahap awal perkembangan janin, seluruh janin memiliki struktur yang nantinya bisa berkembang menjadi organ reproduksi pria ataupun wanita.

Setiap janin menerima kromosom seks dari kedua orang tua. Bayi perempuan menerima kromosom XX sementara bayi laki-laki dengan kromosom XY yang akan mendorong pembentukan testis.

Dalam beberapa kasus, janin mungkin menderita sindrom insensitivitas androgen yang membuat janin tidak bisa merespon hormon pria, sehingga perkembangan testis pun ikut terganggu.

Kondisi undescended testis bisa membaik dengan sendirinya, biasanya dalam waktu 3-6 bulan setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, Anda mungkin tetap perlu membawa bayi untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat.