Denial dan Mekanisme Pertahanan Diri Lainnya

Mekanisme pertahanan diri adalah sebuah cara pikiran untuk mengatasi stres atau perasaan susah. Karena mekanisme tersebut terjadi di dalam alam bawah sadar, seseorang mungkin menggunakannya tanpa menyadarinya sama sekali. Mekanisme pertahanan diri dapat menjadi sebuah cara positif untuk mengatasi stres. Namun, tidak jarang mekanisme ini disalahgunakan menjadi alasan untuk melakukan perilaku tidak sehat atau antisosial. Adapun jenis mekanisme pertahanan diri di antaranya adalah denial, distorsi, proyeksi, represi, formasi reaksi, dan lain-lain. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Psikoanalis Sigmund Freud mengembangkan gagasan mekanisme pertahanan diri sebagai sebuah cara untuk memahami perilaku manusia. Freud menyatakan bahwa orang-orang menggunakan mekanisme pertahanan diri secara tidak sadar, sebagai sebuah cara untuk menghindari perasaan dan emosi tidak nyaman. Adapun beberapa mekanisme pertahanan diri di antaranya adalah:

  • Denial

Seseorang tidak menyadari kenyataan akan situasi yang menyebabkan stres untuk melindungi diri mereka sendiri dari rasa takut atau kecemasan yang berlebihan. Denial dapat bermanfaat dalam situasi-situasi khusus yang ada di luar kontrol seseorang. Misalnya, terus tetap optimis dapat bermanfaat bagi seseorang yang sedang berjuang melwawan penyakit serius. Di sisi lain, denial dapat menghentikan seseorang dalam menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian mereka. Contohnya, akan lebih mudah untuk tidak menghiraukan efek negatif dari terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

  • Distorsi

Dalam kasus distorsi, seseorang percaya akan sesuatu hal yang dia anggap nyata, padahal kenyataannya tidak. Dalam beberapa kasus, distorsi dapat melindungi seseorang dari kenyataan akan situasi yang tidak nyaman. Misalnya, seseorang dapat percaya bahwa mereka gagal lulus tes karena pertanyaan-pertanyaan yang terlalu sulit, dan bukan karena mereka kurang belajar. Dalam kasus lain, distorsi dapat meyakinkan seseorang bahwa sebuah situasi terlihat lebih buruk dari kenyataannya. Contohnya, ia akan hanya melihat sisi negatif dari sebuah situasi dan tidak menghiraukan sisi positif. Pemikiran yang terdistorsi tersebut merupakan sifat yang umum ditemui pada mereka yang menderita gangguan kecemasan dan depresi. Distorsi juga banyak dijumpai pada orang-orang yang menderita bulimia nervosa, anorexia nervosa, dan body dysmorphic disorder (BDD).

  • Proyeksi

Proyeksi melibatkan seseorang menuduh orang lain memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan yang ia miliki. Proyeksi dapat menjadi sebuah cara bagi seseorang untuk menghindari pikiran yang tidak diinginkan atau menghindari tanggung jawab atas sebuah perilaku khusus. Misalnya, seseorang yang menyadari mereka bertindak terlalu agresif saat berdebat dengan orang lain akan menuduh lawan bicaranya yang bertindak terlalu agresif. Hal ini akan memindahkan kritik dari pihak pelaku ke orang lain. Proyeksi dapat berbahaya, karena hal ini dapat membuat seseorang berhenti menerima dan bertanggung jawab akan pikiran dan perilaku mereka.

  • Represi

Represi melibatkan menghindari memikirkan suatu hal untuk menghambat perasaan, emosi, dan impuls yang tidak nyaman atau menyakitkan. Represi adalah proses alwa bawah sadar, dalam arti seseorang tidak sadar mereka melakukannya. Seseorang dapat dengan tidak sadar menahan ingatan yang menyakitkan atau menyedihkan, namun ingatan tersebut akan tetap ada. Salah satu tujuan psikoterapi adalah untuk membantu seseorang mengekspresikan pikiran yang tertekan agar mereka dapat mengatasinya dengan cara yang lebih baik.

Mekanisme pertahanan diri adalah cara psikologis dalam membantu seseorang mengatasi situasi atau emosi tidak nyaman dan traumatis. Denial, distorsi, proyeksi, dan represi juga merupakan gejala umum depresi dan kecemasan. Sering orang-orang dengan kondisi ini menggunakan mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi trauma atau kecemasan.

Cek Kesehatan Jiwamu dengan Hal-Hal Ini

tes kesehatan jiwa tidak sesederhana memilih satu jawaban dari kuis-kuis yang beredar di internet

Seringkali kesehatan jiwa disepelekan dan bahkan dilupakan oleh kebanyakan orang yang sudah sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Padahal, kesehatan jiwa sangat penting untuk diperhatikan seperti kesehatan fisik. Jiwa yang terganggu bisa menyebabkan rendahnya kualitas hidup hingga berdampak pada kesehatan tubuh, untuk itu seseorang perlu melakukan tes kesehatan jiwa.

Kesehatan jiwa adalah kondisi emosi, psikologi dan sosial yang seimbang dalam tubuh seseorang dan memengaruhi bagaimana perasaan, cara berpikir dan bagaimana seseorang tersebut bertahan hidup di tengah masyarakat. Kesehatan jiwa sangat berpengaruh pada proses pengambilan keputusan hingga bagaimana orang memilih cara mengatasi stres yang melanda.

Cara Tes Kesehatan Jiwa

Melalui berbagai penelitian dan studi yang dilakukan secara berkelanjutan, gangguan jiwa bisa diidentifikasi lewat beberapa gejala awal sehingga mampu dicegah dan ditangani secara tepat sebelum memburuk. Tes untuk gangguan jiwa juga menjadi sesuatu yang tidak perlu dianggap tabu, karena kesehatan mental sama penting dengan kesehatan fisik.

  • Emosi

Tekanan yang dialami seseorang biasanya mampu menimbulkan perasaan sedih atau semacamnya, rasa ini muncul secara spontan atau tiba-tiba tanpa sebab yang jelas selama kurang lebih dua minggu. Kondisi ini sudah termasuk sebagai kecenderungan depresi dan bisa bersifat ringan hingga sedang.

Orang yang mengalami kondisi ini juga bisa mengalami perubahan suasana hati secara cepat hingga mudah merasa tersinggung. Perhatikan dengan jelas perubahan emosi yang muncul dengan cepat dan terjadi dalam jangka waktu pendek. Seperti misalnya, sedih lalu marah pada keesokan harinya, setelah itu berubah menjadi senang tanpa alasan.

  • Fisik

Melakukan cek kesehatan jiwa juga bisa dilakukan dengan melihat kondisi fisik, gejala awal biasanya adalah merasa lelah dan lemas terus menerus. Kemudian, muncul perubahan berat badan yang drastis, bisa naik atau turun. Selain itu terdapat juga perubahan pada penampilan, misalnya munculnya jerawat karena jarang merawat diri.

Seseorang yang mengalami tekanan mental biasanya akan menghadapi gangguan pola tidur dan makan yang ekstrem. Bisa seperti merasa ingin tidur secara terus menerus atau sulit memulai dan mempertahankan tidur. Kondisi ini biasanya juga disertai dengan keadaan jantung berdebar, mual, sakit kepala dan keringat berlebih.

  • Perilaku

Untuk melakukan tes terhadap kesehatan jiwa, indikator selanjutnya yang harus diperhatikan adalah perilaku. Perubahan perilaku seseorang pada umumnya menjadi salah satu tanda gangguan mental yang paling mudah untuk dikenali, perilaku yang muncul pun cenderung tidak terpaku pada satu hal tetapi terdapat beberapa macam.

Contoh yang bisa disebutkan misalnya seperti seseorang dengan perubahan perilaku yang terlihat menarik diri dari keramaian, kemudian mengabaikan kewajiban dan paling mengkhawatirkan adalah melakukan penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol.

  • Psikologi

Seseorang dengan gangguan jiwa bisa juga dapat menunjukkan gangguan psikologis yang bermacam-macam dan bahkan memburuk seiring waktu. Tanda psikologinya antara lain munculnya rasa pesimis, bersikap negatif terhadap orang lain dan kehidupan, kerap menyalahkan diri sendiri, merasa menyesal dan munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Selain itu, orang dengan gangguan jiwa juga bisa mengalami penurunan kemampuan daya ingat, sulit berkonsentrasi dan munculnya kekhawatiran secara berlebihan. Apabila kondisi ini dibiarkan secara terus menerus tanpa penanganan, maka permasalahan psikologis ini bisa berujung pada kasus kejahatan.

Sedikit penjelasan di atas merupakan beberapa indikator yang digunakan pada tes kesehatan jiwa terhadap seseorang. Jika mengalami gejala dengan kecenderungan gangguan jiwa seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan berkonsultasi agar segera mendapat penanganan yang tepat.

8 Kecerdasan Manusia, Apa Saja Itu?

Sebagian orang berpikir bahwa manusia memiliki satu kecerdasan, namun tidak. Howard Gardner, seorang profesor terkenal dari Harvard University, mengungkapkan ada 8 kecerdasan manusia yang dapat diterapkan.

Pemahaman Tentang 8 Kecerdasan Manusia

Gardner adalah orang pertama yang mengungkapkan gagasan atau teori 8 kecerdasan manusia dalam bukunya yang berjudul “Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences” pada tahun 1983. Gardner juga mengungkapkan bahwa setiap manusia memiliki berbagai jenis kecerdasan. Sebagian orang ahli di suatu bidang, namun sebagian orang ahli di bidang lain.

Teori yang diungkapkan mendapatkan kritikan dari para psikolog dan pendidik. Orang-orang yang mengkritik hal tersebut menyatakan bahwa kecerdasan seseorang ditentukan oleh kemampuan dan karakteristik seseorang. Meskipun demikian, teori yang diungkapkan Gardner sangat terkenal, bahkan sudah diterapkan oleh banyak pendidikan.

Apa Saja 8 Kecerdasan Manusia?

Mempelajari tentang berbagai jenis kecerdasan dapat membantu seseorang memahami kekuatan yang dimiliki. Berikut adalah 8 kecerdasan manusia yang dapat Anda pahami:

  1. Kecerdasan linguistik dan verbal

Kecerdasan linguistik dan verbal merupakan kecerdasan yang meliputi kata-kata dan bahasa yang dirangkai secara efektif. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang suka membaca dan menulis, mampu menghafal informasi, dan mampu mengemukakan pendapat. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah guru dan pengacara.

  • Kecerdasan logika dan matematis

Kecerdasan logika dan matematis merupakan kecerdasan yang meliputi perhitungan atau analisa masalah secara logis. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang cenderung memiliki ide untuk menyelesaikan masalah, suka melakukan eksperimen, dan mampu menyelesaikan perhitungan yang rumit. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah akuntan dan insinyur.

  • Kecerdasan visual dan spasial

Kecerdasan visual dan spasial merupakan kecerdasan yang meliputi visualisasi dan manipulasi dalam suatu proyek. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang mampu menyusun teka-teki dan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah arsitek dan seniman.

  • Kecerdasan musikal

Kecerdasan musikal merupakan kecerdasan yang meliputi pemahaman tentang musik. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang suka bernyanyi atau bermain musik dan memiliki pemahaman yang baik untuk menciptakan sebuah lagu seperti lirik. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah guru musik.

  • Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal merupakan kecerdasan yang meliputi pemahaman yang sesuai dengan perasaan, emosi, dan temperamen orang lain. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang mampu menciptakan hubungan yang baik dengan orang lain, bahkan mampu menyelesaikan konflik dengan mereka. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah psikolog dan politikus.

  • Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan yang meliputi pemahaman tentang pikiran, sifat, dan emosi diri. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang pandai menilai diri dan senang menganalisis teori dan ide. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah ilmuwan.

  • Kecerdasan kinestetik dan jasmani

Kecerdasan kinestetik dan jasmani merupakan kecerdasan yang meliputi inovasi agar tetap aktif. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang senang berolahraga atau menari dan mampu mengatur tangan dan kakinya. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah penari dan atlet.

  • Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis merupakan kecerdasan yang meliputi kemampuan untuk memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan hidup, termasuk hewan. Orang-orang yang memiliki kecerdasan tersebut adalah orang-orang yang mencintai lingkungan dan memiliki pengetahuan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan seperti jenis tanaman. Contoh profesi yang memiliki kecerdasan ini adalah petani.

Kesimpulan

Jika Anda tidak tahu seperti apa kepribadian Anda, Anda dapat lihat penjelasan di atas. Berdasarkan teori tentang 8 kecerdasan manusia, setiap orang akan memiliki profesi yang berbeda-beda di masa depan. Profesi manusia ditentukan oleh karakteristik yang dimiliki.