Apa Itu Janin Tidak Berkembang? Ini Penjelasannya

Perlu diketahui bahwa istilah janin tidak berkembang tidak ada dalam dunia medis, yang ada adalah kehamilan kosong atau blighted ovum. Disarankan untuk mengenali kehamilan kosong ini menggunakan IUGR atau janin tumbuh lambat, meski kerap disalahartikan tidak ada salahnya untuk mengetahui tanda janin tidak berkembang.

Pada umumnya pemahaman masyarakat mengenai janin tidak berkembang mengarah pada kehamilan kosong dan bukan pada kondisi janin yang tumbuh lambat. Untuk dunia medis, kondisi janin tidak berkembang yang dimaksud disebut dengan istilah blighted ovum. Kehamilan kosong diartikan sebagai terbentuknya kantung kehamilan, namun tidak terdapat embrio di dalamnya.

Tanda Janin Tidak Berkembang

Penyebab janin tidak berkembang ini bisa dikarenakan kualitas sel telur atau sperma yang bisa dikatakan kurang baik. Selain itu terdapat pula penyebab lain seprti infeksi, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol atau kelainan bentuk rahim. Berikut ini beberapa tanda harus diperhatikan terhadap kondisi ini.

  1. Tidak Ada Detak Jantung

Secara umum detak jantung bisa didengar segera setelah minggu ke-9 hingga ke-10 masa kehamilan. Dalam kondisi ini, embrio sudah berubah menjadi janin, bunyi detak jantung pada awal kehamilan dapat tidak terdengar karena posisi bayi atau penempatan plasenta. Sayangnya, hal itu juga bisa merupakan bahwa janin telah berhenti berkembang.

  • Tinggi Fundus Tidak Normal

Cara dokter mengukur kesehatan kehamilan salah satunya denga cara mengukur tinggi fundus, biasanya mulai dilakukan pada usia kehamilan 12 minggu hingga 14 minggu. Tinggu fundus jika dihitung dari puncak tulang panggul ke bagian paling atas perut, tinggi fundus yang normal terdapat di angak dua cm dari usia kehamilan.

  • Penurunan Level HCG Mendadak

Human Chorionic Gonadotropin atau HCG merupakan hormon kehamilan yang diproduksi oleh perempuan hamil. Hormon ini bisa dideteksi oleh tes kehamilan di rumah guna menunjukkan hasil kehamilan yang positif. Namun, kadar HCG terus berfluktuasi selama kehamilan dengan penurunan di bawah normal merupakan tanda yang mengkhawatirkan.

  • Intrauterine Growth Restriction (IUGR)

Istilah ini menunjukkan jika janin dalam kandungan memiliki ukuran lebih kecil dari keadaan normalnya, kondisi ini tentu bisa menjadi masalah karena berisiko menyebabkan janin berhenti berkembang. Misalnya dalam kasus bayi kembar, salah satu janin mungkin menderita IUGR dan yang lain baik-baik saja.

  • Pendarahan Mendadak

Pendarahan mendadak muncul sebagai salah satu tanda peringatan ibu hamil keguguran, meskipun banyak perempuan hamil yang mengalami bercak atau pendarahan ringan selama masa kehamilan. Namun, pendarahan yang intens bisa merupakan tanda kematian pada janin.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Dalam kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi akan membelah dan membentuk embrio pada hari ke-10 masa kehamilan. Plasenta akan mulai berkembang disertai peningkatan hormon kehamilan, dalam kondisi janin tidak berkembang sel telur yang sudah dibuahi gagal membelah diri menjadi embrio.

Selain mengetahui tanda janin tidak berkembang, baik ibu hamil atau suami perlu memahami apa yang menjadi penyebab munculnya kondisi ini. Penyebab adanya janin tak berkembang adalah karena kelainan kromosom pada zigot, selain beberapa hal yang telah disebutkan di atas sebelumnya.

Kondisi ini biasanya baru disadari setelah usia kehamilan kedelapan minggu atau minggu ke-13, meski tidak ada janin namun hasil test pack dapat menunjukkan positif. Disertai dengan berhentinya menstruasi, mual hingga muntah, nyeri payudara seperti kehamilan pada umumnya. Tetapi, zigot berhenti tumbuh dan hormon kehamilan menurun serta gejala kehamilan menghilang.