Cara Mengobati Telinga Keluar Cairan Kuning Pada Bayi yang Benar

Cairan kuning yang keluar dari telinga biasanya merupakan tanda adanya kotoran telinga atau ear wax. Kotoran telinga tersebut tercampur dengan air dan menjadi lebih cair sebelum keluar dari telinga. Dalam kasus yang lebih parah, cairan kuning yang tercampur darah dapat mengindikasikan adanya pecah gendang telinga. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi. Guna memastikan bayi mendapatkan penanganan yang tepat, cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi adalah dengan memeriksakan anak ke dokter anak segera. 

Telinga bayi bau dapat terjadi akibat infeksi otitis media

Sebelum Anda mencari cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi, ketahui bahwa telinga sering mengeluarkan ear wax untuk mencegah debu, bakteri, dan zat asing lainnya masuk ke dalam telinga. Hal ini biasanya tidak perlu menyebabkan kekhawatiran tersendiri. Akan tetapi, beberapa kondisi dapat menyebabkan darah dan cairan lain keluar dari telinga. Gejala ini dapat mengindikasikan adanya cedera atau infeksi yang membutuhkan perawatan medis secepatnya. Keluarnya cairan yang terus menerus terjadi selama beberapa hari, yang terdiri dari cairan jenis lainnya, atau muncul bersamaan dengan gejala lain dapat menjadi tanda bahwa Anda perlu menghubungi dokter segera. 

Ada beberapa kemungkinan penyebab keluarnya cairan kuning dari telinga. Sehingga, cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi akan bergantung pada masing-masing penyebab kondisi. 

  • Air di telinga. Cairan kuning yang ada di telinga merupakan campuran dari air serta kotoran dari telinga. Saat seseorang berenang atau mandi, hal ini akan membuat telinga terpapar oleh air secara langsung. Ada kemungkinan saat Anda memandikan bayi, air masuk ke dalam telinganya. Jika air masuk ke dalam telinga dan bercampur dengan kotoran telinga, akan keluar campuran yang terlihat kekuningan. Meskipun terlihat menakutkan, hal ini tidak perlu menimbulkan suatu kekhawatiran tersendiri dalam banyak kasus. Akan tetapi, perhatikan dengan seksama apabila ada gejala lain yang muncul, dan apabila cairan kuning tersebut terus menerus terjadi selama beberapa hari. 
  • Swimmer’s ear. Dikenal pula dengan sebutan otitis externa, ini merupakan sebuah infeksi bakteri di telinga. Kondisi ini biasa terjadi ketika ada air berlebih di saluran telinga, menyebabkan bakteri dan jamur menumpuk dan menginfeksi saluran telinga. Sama seperti namanya, swimmer’s ear dihubungkan dengan menghabiskan banyak waktu di air. Namun, sumber bakteri apapun di telinga dapat menyebabkan kondisi ini. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), swimmer’s ear lebih sering terjadi pada anak-anak, meskipun kondisi ini dapat menyerang siapa saja. Beberapa gejala lain dari swimmer’s ear di antaranya adalah gangguan pendengaran yang terganggu, kemerahan di telinga, gatal-gatal di telinga, rasa nyeri, dan demam. 
  • Trauma. Rumah Sakit Anak Seattle menyatakan bahwa trauma di saluran telinga dapat menyebabkan infeksi. Menggosok saluran telinga menggunakan kuku dapat menyebabkan luka terbuka di daerah tersebut. Hal ini dapat membuat saluran telinga rentan terkena infeksi. Menggunakan cotton swabs juga dapat meninggalkan kerusakan, menyebabkan keluarnya cairan berlebih dari dalam telinga. Tanda-tanda trauma di antaranya adalah pendarahan dari telinga, nyeri, iritasi, hilangnya pendengaran, dan perubahan pada pendengaran. 

Cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi tergantung pada apa yang menyebabkan kondisi ini pada bayi Anda. Apabila cairan kuning disebabkan karena air di telinga akibat saat memandikan air masuk ke dalam telinga, ibu tidak perlu khawatir karena dalam banyak kasus ini merupakan hal yang normal. Namun, apabila kondisi ini terus menerus terjadi, segera konsultasi dengan dokter anak.

Milna Wgain Makanan Padat Pertama? Informasi Pemberian Makanan

Memulai memberikan bayi makanan padat untuk pertama kalinya merupakan hal yang menyenangkan serta penting untuk perkembangan bayi. Namun, masa ini juga menjadi masa yang cukup menakutkan dan mengkhawatirkan, karena Anda ingin selalu memberikan makanan yang terbaik, seperti Milna wgain contohnya, untuk sang buah hati. Dalam masa ini, tidak hanya Anda akan memperkenalkan dunia dengan rasa dan tekstur yang baru, tetapi juga membantu mereka untuk dapat tumbuh dengan sehat dan kuat. Artikel ini akan membahas seputar bagaimana dan kapan memilai makanan padat untuk transisi makanan yang baik. 

Mengetahui kapan memberi bayi makanan padat seperti milna wgain sangatlah penting. Memulai terlalu dini dapat meningkatkan risiko tersedak, obesitas, dan sakit perut; namun memperkenalkan makanan padat terlalu lmaa dapat berarti Anda memperlembat pertumbuhan dan perkembangan anak. Untungnya, dokter telah menemukan waktu yang tepat kapan memberi makanan padat untuk anak, yaitu antara usia 4 hingga 6 bulan. Idealnya, menurut Akademi Ilmu Kesehatan Anak, bayi perlu menerima nutrisi mereka secara eksklusif lewat ASI hingga anak berusia 6 bulan. Bagaimana mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai memberi makanan padat bagi anak? Mereka akan memberitahu Anda dengan tanda-tanda seperti:

  • Bayi dapat duduk tinggi sendiri dengan nyaman. Ini adalah tanda yang besar ketika kita membicarakan kapan memberi makan makanan padat untuk bayi. Hal ini berarti bayi dapat menjaga kepala mereka tegak dan tidak perlu disanggah untuk berada pada posisi yang tegak, yang berarti sangat penting untuk menghindari terjadinya tersedak. 
  • Bayi tertarik dengan waktu makan. Bayi gemar menirukan apa yang kita lakukan, sehingga ketika anak suka duduk dan melihat Anda makan, ini dapat menjadi pertanda bahwa anak sudah siap memulai mendapatkan waktu makan makanan padatnya. 
  • Bayi dapat menggerakkan makanan ke bagian belakang tenggorokan untuk menelannya. Namun, jika bayi sering mengeluarkan makanan dari mulut, bukan karena mereka tidak menyukainya, namun karena mereka tidak bisa memasukkannya, tunda dulu waktu memberikan makanan padat untuk si kecil. 

Pada usia antara 4 hingga 6 bulan, kebanyakan nutrisi yang didapatkan oleh bayi akan berasal dari ASI atau formula, sehingga jangan khawatir apabila bayi tidak langsung suka makan. Memperkenalkan makanan padat merupakan sebuah proses yang berlangsung perlahan, dan setiap bayi belajar dengan caranya masing-masing. 

Makanan yang terbaik

Tidak ada aturan makanan resmi untuk bayi memulai makanan padatnya, dan tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa bayi perlu memperkenalkan satu jenis makanan sebelum yang lainnya. Meskipun demikian, cereal bayi merupakan jenis makanan yang paling sering direkomendasikan. Anda bisa selalu menambahkan susu untuk membuat tekstur yang lebih padat. Banyak dokter juga merekomendasikan Anda perlu memulai memberikan sayuran sebelum memperkenalkan bayi dengan buah. 

Itulah sebabnya Milna wgain sangat baik untuk menjadi sumber makanan padat pendamping ASI. MPASI instan ini cocok untuk anak usia 8 bulan dan dipenuhi dengan kombinasi whey dan protein ayam yang sangat berkualitas. Kandungan minyak kelapa di dalamnya juga dapat membantu dalam menambah berat bayi apabila MPASI ini diberikan dalam 2 kali setiap hari dengan rutin. Dengan New Improved Formula yang ada di dalamnya, Milna wgain dapat menjadi MPASI untuk membantu menunjang tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal. Selain itu, Milna wgain juga dilengkapi dengan omega 3 dan 6, 15 vitamin dan mineral. 

Bayi Siap Konsumsi Makanan Padat? Yuk Kenali Perlengkapan MPASI Ini

Bayi Siap Konsumsi Makanan Padat? Yuk Kenali Perlengkapan MPASI Ini

Kapan bisa mengenalkan MPASI?

Selama sekitar 6 bulan pertama, bayi mendapatkan asupan zat besi cadangan dari dalam tubuhnya sejak masih dalam kandungan. Bayi juga mendapatkan zat besi dari ASI dan/atau susu formula.

Namun, cadangan zat besi itu perlahan-lahan menurun dan setelah 6 bulan, kandungan zat besi dari ASI dan susu formula tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi.

Sebelum memberikan MPASI, Anda perlu mengenali tanda-tanda bahwa si kecil sudah siap menerimanya. Anda dapat memperhatikan perkembangan fisik dan perilaku bayi.

Berikut beberapa pertanda bahwa si kecil sudah siap menerima makanan padat:

  • Dapat mengontrol kepala dan leher dengan baik dan dapat duduk tegak saat ditopang
  • Menunjukkan minat pada makanan, misalnya dengan melihat makanan di piring Anda
  • Mencoba menjangkau makanan Anda
  • Membuka mulut ketika Anda menawarkan makanan dengan sendok

Sebagian besar bayi mulai menunjukkan tanda-tanda ini di usia 6 bulan. Meski begitu, kemunculan tanda ini berbeda-beda pada setiap bayi.

Anda tidak disarankan memberikan MPASI pada bayi sebelum berusia 4 bulan. Lalu, jika sampai 7 bulan bayi belum menunjukkan tanda-tanda siap menerima MPASI, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Memasak MPASI

Nah setelah memahami kapan harus memberikan MPASI, Anda harus mempelajari bagaimana cara menyiapkan makanan padat yang tepat untuk si kecil.

Cara mengolah MPASI harus diperhatikan untuk mempertahankan nutrisi makanan. Berikut panduan mempersiapkan MPASI untuk si kecil.

Jaga kebersihan. Tips pertama yang paling penting, jagalah kebersihan semaksimal mungkin saat mempersiapkan MPASI. Cuci tangan dengan sabun dan gunakan peralatan makan yang sudah dibersihkan.

Cuci, kupas dan buang biji-bijian dari buah-buahan. Buah dan sayuran yang ditanam dekat dengan tanah mengandung bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Karena itu, cuci buah dan sayuran dengan bersih.

Masak makanan sampai empuk. Saat ini sudah terdapat alat masak seperti slow cooker atau food processor. Coba masak makanan dengan sedikit air dan olah sampai empuk.

Haluskan buah segar. Jangan tambahkan madu untuk anak di bawah 12 bulan. Anda juga sebaiknya tidak menambahkan sirup jagung atau pemanis lainnya.

Perhatikan tekstur dan suhu makanan. Makanan yang terlalu padat dapat membuat bayi tersedak. Haluskan makanan hingga mencapai tekstur yang tepat. Selain itu, jangan berikan makanan yang terlalu panas. Ukuran ketahanan panas orang dewasa dan bayi berbeda.

Masak telur dan daging sampai matang. Bayi sangat rentan keracunan makanan karena konsumsi daging, unggas, dan telur yang kurang matang.

Jangan samakan takaran bumbu. Jika Anda memberi bayi makanan yang sama dengan menu keluarga, pisahkan bagian bayi sebelum memberi garam dan bumbu lainnya. Cita rasa bayi masih rendah dan sangat sensitif.

Pentingnya perlengkapan MPASI

Selain mengenali tanda kesiapan anak memulai MPASI perdananya, hal lain yang harus disiapkan untuk MPASI adalah pemilihan perlengkapan MPASI yang harus dibeli. Di tengah banyaknya peralatan MPASI yang beredar di pasaran, mana yang benar-benar perlu dibeli?

Membeli peralatan MPASI memang harus disesuaikan dengan kebutuhan maupun budget Anda sendiri. Namun secara garis besar, ada beberapa rekomendasi perlengkapan MPASI yang dapat Anda pertimbangkan, misalnya:

1. Slow cooker

Perlengkapan MPASI yang satu ini mungkin bisa dimasukkan dalam daftar persiapan MPASI bagi ibu yang sibuk atau sekedar ingin mengolah makanan bayi dengan cara yang praktis. Memasak makanan bayi dengan slow cooker juga disebut-sebut dapat menjaga kadar nutrisi, bahkan meningkatkan kualitas gizi di dalamnya.Seperti namanya, slow cooker bekerja dengan memasak makanan dengan suhu yang relatif rendah sehingga butuh waktu lama bagi MPASI untuk matang. Saat ini, slow cooker yang beredar di pasaran pun beragam, ada yang memiliki timer, ada pula yang memiliki kapasitas lebih besar hingga 1,5 liter (umumnya 0,7 liter).

2. Panci dan kukusan

Bagi Anda yang ingin memasak MPASI tidak dengan slow cooker, maka menggunakan panci dan kukusan adalah alternatifnya. Pastikan Anda memilih bahan panci dan kukusan dari baja tahan karat, agar tidak makanan di dalamnya tidak terkontaminasi.

3. Blender dan saringan kawat

Setelah MPASI yang dimasak dengan slow cooker atau kukusan matang, maka makanan itu harus melalui proses pelumatan dengan alat MPASI berupa blender atau saringan kawat. Hal ini sesuai dengan tekstur MPASI 6 bulan yang dianjurkan IDAI, yakni bubur kental (puree).Pastikan Anda memilih saringan kawat yang terbuat dari baja antikarat. Bila Anda memiliki budget lebih, ada pula alat elektronik yang menggabungkan kukusan dengan blender (steam and blend).

4. Wadah penyimpanan

MPASI yang sudah matang bisa disajikan langsung ke bayi atau disimpan dalam wadah penyimpanan. Terdapat beberapa tips dalam memilih alat makan maupun wadah penyimpanan makanan bayi yang aman, salah satunya adalah memastikan bahannya bebas Bisphenol A (BPA free) bila terbuat dari plastik.BPA merupakan zat kimia yang bila tertelan bisa sampai mengakibatkan kerusakan otak pada anak. Sebagai alternatif, Anda dapat memilih alat makan yang terbuat dari stainless steel atau wadah penyimpanan yang terbuat dari kaca.

5. Perlengkapan makan

Perlengkapan MPASI yang harus dibeli dan tidak boleh terlewat tentunya adalah perlengkapan makan. Anda dapat membeli satu set alat makan bayi yang juga berlabel BPA free. Untuk melengkapi perlengkapan makan tersebut, Anda juga bisa membeli tempat duduk untuk makan bayi (high chair), celemek makan, hingga peralatan masak lainnya.

Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik untuk Bunda

Baik pompa ASI manual maupun elektrik memiliki penggemarnya masing-masing. Penggunaan kedua pompa tersebut juga didasarkan dari frekuensi penggunaannya. Misalnya, ibu yang tidak berencana memompa ASI setiap hari bisa menggunakan pompa ASI manual. 

Pompa ASI manual dapat menjadi alternatif bagi busui yang ingin memerah ASI tanpa suara bising.

Tapi ada juga ibu yang rutin memerah ASI dengan mengandalkan pompa manual. Meski capek, hisapannya lebih terasa alami seperti bayi yang menyusu ke ibunya.

Semakin berkembangnya zaman, kini tersedia lebih banyak pilihan pompa ASI manual yang mudah digunakan tanpa membutuhkan usaha maksimal. Simak artikel berikut untuk mengetahui cara memilih pompa ASI manual terbaik

Tips Memilih Pompa ASI Manual Terbaik

Fitur, kemudahan penggunaan, dan alat pendukung adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat membeli pompa ASI manual. Berikut ini cara memilih pompa ASI manual terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. 

  • Mudah dipasang dan dibersihkan

Pompa yang terlalu banyak bagian kadang membuat ibu malas untuk merakitnya. Setelah digunakan, ibu juga perlu membongkar seluruh bagian tersebut agar bisa dibersihkan dengan maksimal. Hal ini tentu memakan lebih banyak waktu. 

  • Corong sesuai dengan ukuran puting

Demi kenyamanan dan efektifitas pemompaan, pilihlah pompa dengan corong yang sesuai dengan ukuran puting Anda. Ukuran corong yang terlalu kecil bisa mengiritasi puting. 

  • Pertimbangkan pompa ASI dengan jenis pengoperasian ganda

Jika Anda teliti, saat ini ada jenis pompa ASI yang bisa digunakan secara manual atau dengan bantuan listrik. Pompa ASI elektrik jauh lebih efisien dan hemat tenaga, dan saat Anda bepergian Anda bisa mengubahnya menjadi mode manual.

  • Sesuaikan dengan anggaran

Salah satu keuntungan pompa ASI manual adalah harganya yang relatif murah dibandingkan dengan pompa ASI elektrik. Namun kini banyak juga pompa ASI manual dengan harga bersaing dengan pompa otomatis tersebut. 

Jika anggaran Anda terbatas, pilih pompa ASI manual yang sesuai dengan anggaran namun memiliki fitur atau kelengkapan yang Anda butuhkan. Pastikan pompa ASI bisa awet dan tidak mudah rusak.

  • Fitur lainnya

Beberapa merk pompa ASI manual dapat digunakan di berbagai ukuran botol susu. Sebagian lainnya memiliki botol penampung yang bisa digunakan sebagai botol menyusui sang buah hati. 

Agar lebih praktis, Anda juga bisa menemukan alat yang dilengkapi penyangga yang sangat berguna jika sewaktu-waktu Anda harus berhenti di tengah-tengah memeras, atau disertai dengan tas khusus supaya penyimpanannya lebih rapi. 

Merk Pompa ASI Manual Terbaik

Jika Anda mempertimbangkan membeli pompa ASI manual, berikut ini beberapa merk pompa ASI manual terbaik:

1. Young-Young Breastpump and Feeding

Young-Young Breast Pump and Feeding terbuat dari bahan polikarbonat resin 100 % berkualitas, tahan panas, mudah dicuci, serta bebas BPA sehingga aman digunakan oleh ibu maupun bayi. 

Alat pompa ini didesain untuk membantu memudahkan ibu ketika memompa dan menampung air susu ibu. Pompa inipun praktis dan higienis karena botol dilengkapi dengan dot dan tutupnya sehingga ASI yang ditampung bisa langsung diberikan kepada si kecil atau disimpan dalam lemari es.  

Young-Young Breast Pump and Feeding bisa didapatkan di Toko Kesehatan SehatQ dengan harga mulai dari 42 ribu rupiah. 

2. Dodo Breast Pump With Bottle

Bagi ibu yang kelebihan ASI, pompa manual dari Dodo ini bisa jadi pilihannya. Alat pompa ini sudah dilengkapi dengan botol dan didesain agar ibu bisa menggunakannya dengan nyaman. 

Dodo Breast Pump With Bottle bisa didapatkan hanya dengan mengeluarkan uang sekitar 96 ribu rupiah saja.

3. MOOIMOM Silicone Breastpump Premium Pack

Pompa ASI Mooimom merupakan salah satu primadona kebanyakan ibu menyusui. Dengan harga yang terjangkau, Anda sudah bisa mendapatkan fitur yang lengkap dan berkualitas. 

Terbuat dari 100% food grade silicone, serta bebas BPA, PVS, dan ftalat sehingga alat ini bisa digunakan dengan aman dan disterilkan tanpa harus terkontaminasi zat berbahaya pada pompa tersebut. 

Pompa ini berukuran kecil namun bisa menampung hingga 120 ml ASI. Desain mulut silikon ergonomis yang bisa disesuaikan dengan berbagai bentuk payudara. 

Satu set MOOIMOM Silicone Breastpump Premium Pack terdiri dari alat pompa, kantong ASI, dan pouch sehingga cocok dijadikan sebagai hadiah atau digunakan sendiri. 

Itu tadi tips memilih pompa ASI manual dan 3 merk pompa ASI manual terbaik. Jika Anda masih bingung, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau konsultan laktasi untuk membantu menemukan pompa ASI yang tepat.

Cara Menenangkan di Malam Hari Saat Bayi Tumbuh Gigi

Cara Menenangkan di Malam Hari Saat Bayi Tumbuh Gigi

Aktivitas siang hari membuat bayi mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi. Namun, ketika malam hari karena kurangnya gangguan dapat membuat rasa sakit lebih terlihat dan bayi Anda mungkin akan mulai kesal dan tidak tenang. 

Memang sulit untuk mengetahui, apakah dari perilaku gelisah pada malam hari menjadi faktor utama terjadinya bayi tumbuh gigi. Apabila sedang tumbuh gigi, ini mungkin menjadi perhatian untuk tanda-tandanya, walaupun tidak setiap bayi mengalami hal yang sama.

  • gusi merah dan bengkak
  • merah, pipi atau wajah memerah
  • dribel berat
  • menggosok permen karet, menggigit atau menghisap
  • menggosok telinganya di sisi yang sama dengan gigi yang tumbuh
  • tidak bisa tidur di malam hari dan saat tidur siang
  • tidak makan juga
  • menjadi mudah tersinggung dan gelisah

Itulah tanda-tandanya mengapa Anda dan setiap para orang tua lainnya selalu mengaitkan gejala dengan tumbuh gigi. Sekitar 20 gigi tumbuh di mulut bayi antara usia 6 bulan dan 30 bulan. Tetapi, untungnya tumbuh gigi tidak akan membuat anak Anda kesakitan selama jangka waktu tersebut. 

Tumbuh gigi tidak menyebabkan penyakit atau gejala berat seperti tidak bisa tidur malam, demam, diare atau muntah. Jika gejala serius terus berlanjut, hubungi dokter anak Anda. Air liur juga tidak mungkin menjadi tanda tumbuh gigi. Semua bayi ngiler pada usia 4 bulan dan kita jarang melihat gigi pertama secepat itu, meski bisa saja terjadi.

Namun, tumbuh gigi memang menyebabkan gejala kecil seperti rasa tidak nyaman pada gusi, pembengkakan gusi, dan lecet saat tumbuh gigi. Meningkatnya menggigit, mengucapkan, menggosok gusi dan mudah tersinggung adalah tanda-tanda lainnya.

Mengapa bayi tumbuh gigi terasa sakit?

Saat gigi bayi Anda tumbuh, gusi di sekitarnya mungkin meradang, bengkak, dan sakit. Hal ini yang mungkin menyebabkan rasa sakit.

Mulut bayi Anda umumnya akan jauh lebih sensitif. Anda mungkin menemukan bahwa bayi Anda menolak menyusu dengan Anda atau botolnya selama menyusu malam yang biasa. Cobalah untuk tidak khawatir jika dia melakukannya dia cenderung mengejar umpannya ketika dia merasa lebih baik.

Beberapa bayi mungkin lebih suka menyusu lebih sering untuk membantu mereka mengatasi sakit gigi, seringkali untuk waktu yang lebih singkat. Jadi, Anda mungkin mendapati tidur Anda lebih terganggu dari biasanya selama masa tumbuh gigi.

Haruskah saya menggunakan gel tumbuh gigi atau pengobatan alternatif?

Gel gigi dapat melegakan gusi bayi Anda dengan membuat sedikit mati rasa, meskipun efeknya hanya sementara dan gel tersebut sering digerakkan langsung oleh lidah atau air liur bayi Anda.

Tidak banyak bukti bahwa gel itu efektif, meskipun banyak orang tua mengatakan gel hal itu membantu. Jika Anda ingin menggunakan gel tumbuh gigi pastikan Anda membelinya khusus untuk bayi dan ikuti petunjuknya.

Jika bayi Anda tumbuh gigi sebelum dua bulan, tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum memberikan gel tumbuh gigi atau pengobatan lain.

Bagaimana cara meredakan sakit gusi di malam hari?

Menggosokkan jari bersih pada gusi yang sakit untuk sementara waktu dapat membuat rasa sakit mati rasa. Memberi bayi Anda sesuatu yang bersih dan sejuk untuk digigit dapat mengurangi tekanan pada gusinya dan mengalihkan perhatian dari rasa sakit apa pun.

Segala sesuatu yang dingin akan menenangkan dan membuat gusinya kebas, jadi simpan alat pembersih gigi di lemari es atau berikan bayi Anda kain flanel yang dingin dan lembap untuk digigit ketika dia bangun karena sakit gigi. Pastikan Anda tetap bersamanya dan tidak meninggalkan apapun yang bisa membuatnya tersedak di ranjangnya.

Jangan berikan bayi Anda apa pun dari freezer, karena dapat melukai gusinya. Air dingin dalam botol atau, jika dia lebih suka, cangkir susu, juga dapat membantu menenangkan gusinya.

Akan ada saat-saat bayi Anda menolak semua ini. Pelukan yang menenangkan juga menjadi terapi terbaik yang bisa Anda berikan.

Bayi tumbuh gigi adalah salah satu tonggak penting yang dimiliki sebagian besar orang tua dalam hubungan cinta. Di satu sisi, sangat menyenangkan melihat si kecil tumbuh dan berkembang. Tetapi di sisi lain, beberapa gigi pertama itu biasanya terjadi ketika gejala tumbuh gigi paling buruk dan tidur malam paling terganggu.

Untungnya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meredakan ketidaknyamanan dan memungkinkan Anda dan bayi tidur. Jika Anda mengalami demam atau ruam, hubungi dokter anak Anda mungkin ada hal lain yang sedang terjadi.

Harga Tisu Basah Antiseptik yang Ampuh Bunuh Bakteri

Harga Tisu Basah

Sejak pandemi, produk antiseptik seperti hand sanitizer dan tisu basah antiseptik menjadi hal penting yang wajib dibawa kemana saja. Membawa tisu basah antiseptik dianggap lebih praktis dan aman karena bisa sekaligus membersihkan benda yang akan kita pegang di tempat umum. 

Harga tisu basah antiseptik juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp7 ribu hingga Rp25 ribuan. Selain manfaatnya yang mampu membunuh bakteri, tisu basah antiseptik ini juga memiliki bentuk yang compac, sehingga mudah dibawa kemana saja. 

Berikut ini daftar harga tisu basah antiseptik yang cukup terjangkau dan ampuh membunuh bakteri penyebab penyakit.

Cotton Tree Baby Wipe Natural

Produk Cotton Tree Baby Wipe Natural didesain khusus dengan formula light scented yang memberikan aroma yang menenangkan.

Produk ini cukup aman karena bebas dari alkohol dan dibuat dari 100% natural cotton yang cukup aman untuk kulit.

Terdapat kandungan alami seperti ekstrak aloe vera dan juga chamomile yang bisa membuat kulit jadi lebih lembut. 

Produk Cotton Tree Baby Wipe Natural isi 10 pcs dibanderol dengan harga mulai dari Rp7 ribuan.

Dettol Anti Bakteri Wet Wipes Sensitive

Tisu basah dari Dettol ini telah lulus uji dermatologis, sehingga aman untuk kulit dan tidak menyebabkan iritasi. 

Produk ini juga bebas dari alkohol dan mengandung bahan yang ampuh membasmi kuman dan memberikan perlindungan ekstra. 

Dettol Anti Bakteri Wet Wipes Sensitive isi 10 lembar dibanderol dengan harga mulai dari Rp10 ribu. 

Softies Wet Wipes Antibacterial

Selain mengeluarkan produk hand sanitizer, Softies juga mengeluarkan produk tisu basah antiseptik yang mengandung triklosan, sehingga mampu membunuh kuman secara efektif. 

Produk ini juga membuat kulit jadi lebih lembut dan tidak menimbulkan iritasi. Kemasannya yang kecil membuat produk ini mudah dibawa saat bepergian. 

Produk Softies Wet Wipes Antibacterial isi 20 sheet dibanderol dengan harga Rp12 ribu.

Mitu Wetties Family Wet Wipes

Produk Mitu Wetties Family Wet Wipes mampu membunuh bakteri secara maksimal hingga 99%. 

Tisu basah dari Mitu Wetties Family Wet Wipes juga dibuat dari bahan-bahan yang aman dan lembut, serta diperkaya dengan Irgasan sehingga bisa membunuh bakteri dengan maksimal.

Produk ini juga bebas dari alkohol dan diproses dengan teknologi baru. Mitu Wetties Family Wet Wipes isi 90 lembar dibanderol dengan harga Rp16 ribuan. 

Pigeon Wipes Anti Bacterial

Pigeon Wipes Anti Bacterial mampu membunuh bakteri hingga 99.99%. Selain itu, produk ini juga mampu mengatasi kuman yang ada di tangan, peralatan makan, teether, hingga mainan bayi. 

Tisu basah ini mengandung bahan yang aman untuk makanan yang sudah bersertifikasi Undang-Undang Sanitasi Makanan Jepang dan FCC International, sehingga tidak berbahaya apabila tidak sengaja tertelan oleh anak-anak. 

Produk Pigeon Wipes Anti Bacterial juga dilengkapi dengan easy one hand system yang membuat lembaran tisu di bawahnya tidak ikut tertarik. 

Pigeon Wipes Anti Bacterial isi 20 lembar dibanderol dengan harga Rp19 ribu. 

Itu dia beberapa rekomendasi dan harga tisu basah antiseptik yang bisa menjadi referensi. 

Agar tisu basah antiseptik bisa bekerja dengan baik, sebaiknya gunakan secara perlahan. Mengelap benda secara terburu-buru dengan menggunakan tisu basah malah membuat cairan antiseptik di dalam tisu basah mudah menguap, sehingga tidak bisa membunuh kuman secara efektif.

Sebaiknya lap permukaan benda yang akan dibersihkan secara perlahan saja, ya. Selamat mencoba!

8 Tips Memilih Shampoo Bayi, Wajib Disimak Agar Tidak Salah

Semua orangtua tentu menginginkan semua yang terbaik untuk anaknya, termasuk soal memilih shampoo bayi. Shampo ternyata jadi salah satu produk perlengkapan mandi si Kecil yang sering dibeli oleh ibu, menurut hasil survei tahun 2017.

Hal ini wajar terjadi, sebab, anak akan keramas dua kali sehari atau setiap mandi pasti menggunakan shampoo. Lalu, bagaimana tips memilih shampoo yang tepat untuk bayi?

Tips Memilih Shampoo Bayi

Ada beragam jenis dan merek shampoo yang dijual di pasaran. Menghindari kebingungan, ikuti beberapa tips memilih shampoo untuk si Kecil berikut ini.

  1. Pilih shampoo khusus untuk bayi

Shampoo untuk bayi jelas akan memiliki formula khusus bagi rambut dan kulit kepala si Kecil yang lembut. Agar rambut anak tetap terjaga, pastikan Ibu memberikan shampoo khusus untuk si kecil.

  1. Pilih shampoo yang sudah lulus uji dermatologi 

Shampoo yang akan digunakan anak haruslah sudah lulus uji dermatologi. Hal ini bertujuan agar tidak menyebabkan alergi pada anak. Lagipula shampo yang sudah lulus uji tentu lebih aman bagi kulit kepala bayi yang sensitif.

  1. Efektif membersihkan rambut

Shampoo yang baik tentu yang dapat membersihkan kulit kepala anak yang berkeringat. Apalagi si Kecil yang sangat aktif bergerak.

  1. Shampoo yang mengandung bahan-bahan alami

Produk dengan bahan alami terbukti memang lebih baik untuk kesehatan anak. Termasuk shampo yang terbuat dari bahan alami akan dapat menutrisi rambut anak. Di samping itu, yang paling penting adalah tidak adanya kandungan yang membahayakan bayi dan tanpa efek samping.

  1. Tidak pedih di mata

Si kecil biasanya tidak suka keramas disebabkan karena takut matanya pedih saat terkena shampoo. Oleh sebab itu, pilihlah shampoo yang memiliki formula tidak pedih di mata. 

  1. Cuci rambut si kecil ketika dibutuhkan

Anda sebagai orang tua perlu mengetahui kapan rambut si kecil kotor dan perlu dikeramas menggunakan shampoo. Jika rambut anak dirasa belum perlu dicuci dengan shampo, maka tidak usah menggunakan shampo. 

Anak yang sudah memasuki batita bisa keramas 3 kali dalam seminggu. Keramasi anak di akhir ritual mandi.

  1. Cermati bahan pembuatnya

Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan dalam meilih shampoo bayi adalah membaca dengan teliti bahan pembuatnya. Shampoo yang aman tentu bebas alkohol, tanpa busa berlebih, dan tidak pedih di mata.

Bagi bayi yang sensitif, hindari shampoo yang mengandung parfum yang berbau tajam. Shampoo untuk bayi juga sebaiknya sudah teruji hypo-allergenic dan pH-balanced. Hal ini untuk memastikan atau meminimalisir risiko terjadinya alergi. 

  1. Baca aturan pemakaian dengan teliti

Pastikan untuk membaca aturan pakai yang tertera pada label shampoo. Umumnya, ada beberapa cara yang tepat menggunakan shampo bayi:

  • Pertama, tuangkan shampoo secukupnya pada telapak tangan Ibu
  • Lalu, usapkan shampo pada rambut si Kecil secara menyeluruh dan perlahan. Gosoklah dengan lembut
  • Selama dikeramas, ajaklah anak bernyanyi atau berbicara agar mereka bisa tenang
  • Bilas shampo dengan air dari tangan Ibu secara perlahan. Jangan sampai Anda mengguyur kepala bayi dengan air dari gayung karena akan membuatnya kaget
  • Keringkan rambut anak dengan handuk dengan ditekan-tekan secara lembut. Jangan digosok ya, Bund.

Setelah keramas dan dikeringkan, Anda bisa menyisir rambut anak secara perlahan dengan menggunakan sisir yang tepat. Akan tetapi, bagi bayi yang masih beberapa bulan, tidak perlu menggunakan sisir untuk merapikan rambutnya.

Itulah beberapa tips dalam memilih shampoo bayi yang tepat untuk anak Anda. Jangan sampai salah pilih ya, Bund.

Cara Menggunakan Pompa Asi yang Baik dan Benar

Menyusui langsung dari payudara memang menjadi pilihan terbaik dan banyak dipilih oleh para ibu menyusui. Meski demikian ada saat di mana para ibu juga tak bisa menyusui langsung, penggunaan tangan secara langsung maupun alat pompa ASI terbaik seperti elektrik dan manual bisa sangat membantu mempermudah ibu menyusui anaknya.

Memompa ASI bayi dengan cara yang tepat bisa membantu memberi manfaat ASI bagi bayi ketika seorang ibu tidak bisa menyusui secara langsung. Biasanya para ibu menyusui menggunakan pompa ASI jika berada dalam kondisi tertentu. Seperti jika bayi lahir prematur, saat ibu bekerja, masalah ibu menyusui hingga agar ASI tidak menumpuk di payudara guna menghindari pembengkakan.

Alat Pompa ASI Terbaik

Selain bayi prematur, bayi baru lahir dengan masalah kesehatan tertentu juga sangat mungkin sulit untuk menyusui langsung dari payudara. Dalam kondisi ini, ibu mau tak mau harus menggunakan alat pemerah ASI agar kebutuhan bayi bisa terpenuhi. Terutama selama 6 bulan pertama atau ASI eksklusif, berikut beberapa alasan menggunakan alat pompa ASI.

  • ASI harus dikeluarkan karena kondisi payudara sudah bengkak, tetapi bayi belum mau menyusui.
  • Merangsang produksi ASI pada payudara dan bayi belum bisa menyusui langsung dari payudara.
  • Puting payudara lecet bila bayi menyusui langsung, alat ini bisa untuk membantu menyediakan ASI.

Sesuai dengan namanya, pompa ASI merupakan sebuah alat khusus yang fungsinya untuk memerah ASI agar keluar dari payudara. Pemerah ASI juga dikenal dengan nama breast pump, terdapat dua jenis alat pompa ASI yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan, yakni manual dan elektrik, berikut penjelasannya.

Pompa Manual

Manual breast pump merupakan jenis pompa yang bekerja secara manual, dalam artian penggunaannya masih harus menggunakan tangan. Berbeda dengan cara memerah ASI secara langsung menggunakan tangan, pemerah ASI manual melibatkan alat. Sehingga para ibu tak perlu repot-repot memakai tangan.

Pompa Elektrik

Alat ini bekerja dengan bantuan listrik atau juga dengan baterai, jenisnya pun berbeda ada yang harus selalu dicolokkan ke listrik selama penggunaan tetapi juga ada yang menggunakan baterai. Pompa elektrik menggunakan baterai biasanya perlu pengisian baterai terlebih dahulu, alat pompa jenis ini biasanya menghabiskan waktu lebih cepat ketimbang pompa manual.

Kelebihan dan Kekurangan Pompa ASI

Kelebihan

Penggunaan pompa elektrik biasanya dirasa sangat menguntungkan karena memiliki waktu memompa yang jauh lebih cepat ketimbang pompa manual. Kecepatan pompa elektrik juga bisa diatur sesuai dengan keinginan dan kenyamanan, karena menggunakan tenaga listrik alat ini juga bekerja secara otomatis sehingga bisa membantu menyimpan tenaga ibu, berikut kelebihan lainnya.

  • Dilengkapi dengan fitur pengaturan tertentu yang membuatnya lebih nyaman ketika digunakan.
  • Punya banyak model yang bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan.
  • Hanya membutuhkan usaha kecil dalam penggunaan sehingga tidak membuat pengguna kelelahan.
  • Ibu bisa mengatur daya hisap pompa ketika menggunakan alat manual karena memakai tangan.
  • Ukuran pompa manual cenderung lebih kecil dan bisa dibawa ke mana-mana.

Kekurangan

Alat pompa ASI terbaik ini dibanderol dengan harga yang lebih mahal dari alat pompa manual, selain itu alat ini juga lebih sulit dibersihkan setelah selesai digunakan. Ketika alat pompa listrik digunakan akan menimbulkan suara berisik, alat ini juga sulit untuk dibawa ke mana-mana. Pemakaian cepat dan menghasilkan lebih banyak ASI ketika digunakan menjadi pertimbangan sendiri