Cara Mengobati Telinga Keluar Cairan Kuning Pada Bayi yang Benar

Cairan kuning yang keluar dari telinga biasanya merupakan tanda adanya kotoran telinga atau ear wax. Kotoran telinga tersebut tercampur dengan air dan menjadi lebih cair sebelum keluar dari telinga. Dalam kasus yang lebih parah, cairan kuning yang tercampur darah dapat mengindikasikan adanya pecah gendang telinga. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi. Guna memastikan bayi mendapatkan penanganan yang tepat, cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi adalah dengan memeriksakan anak ke dokter anak segera. 

Telinga bayi bau dapat terjadi akibat infeksi otitis media

Sebelum Anda mencari cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi, ketahui bahwa telinga sering mengeluarkan ear wax untuk mencegah debu, bakteri, dan zat asing lainnya masuk ke dalam telinga. Hal ini biasanya tidak perlu menyebabkan kekhawatiran tersendiri. Akan tetapi, beberapa kondisi dapat menyebabkan darah dan cairan lain keluar dari telinga. Gejala ini dapat mengindikasikan adanya cedera atau infeksi yang membutuhkan perawatan medis secepatnya. Keluarnya cairan yang terus menerus terjadi selama beberapa hari, yang terdiri dari cairan jenis lainnya, atau muncul bersamaan dengan gejala lain dapat menjadi tanda bahwa Anda perlu menghubungi dokter segera. 

Ada beberapa kemungkinan penyebab keluarnya cairan kuning dari telinga. Sehingga, cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi akan bergantung pada masing-masing penyebab kondisi. 

  • Air di telinga. Cairan kuning yang ada di telinga merupakan campuran dari air serta kotoran dari telinga. Saat seseorang berenang atau mandi, hal ini akan membuat telinga terpapar oleh air secara langsung. Ada kemungkinan saat Anda memandikan bayi, air masuk ke dalam telinganya. Jika air masuk ke dalam telinga dan bercampur dengan kotoran telinga, akan keluar campuran yang terlihat kekuningan. Meskipun terlihat menakutkan, hal ini tidak perlu menimbulkan suatu kekhawatiran tersendiri dalam banyak kasus. Akan tetapi, perhatikan dengan seksama apabila ada gejala lain yang muncul, dan apabila cairan kuning tersebut terus menerus terjadi selama beberapa hari. 
  • Swimmer’s ear. Dikenal pula dengan sebutan otitis externa, ini merupakan sebuah infeksi bakteri di telinga. Kondisi ini biasa terjadi ketika ada air berlebih di saluran telinga, menyebabkan bakteri dan jamur menumpuk dan menginfeksi saluran telinga. Sama seperti namanya, swimmer’s ear dihubungkan dengan menghabiskan banyak waktu di air. Namun, sumber bakteri apapun di telinga dapat menyebabkan kondisi ini. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), swimmer’s ear lebih sering terjadi pada anak-anak, meskipun kondisi ini dapat menyerang siapa saja. Beberapa gejala lain dari swimmer’s ear di antaranya adalah gangguan pendengaran yang terganggu, kemerahan di telinga, gatal-gatal di telinga, rasa nyeri, dan demam. 
  • Trauma. Rumah Sakit Anak Seattle menyatakan bahwa trauma di saluran telinga dapat menyebabkan infeksi. Menggosok saluran telinga menggunakan kuku dapat menyebabkan luka terbuka di daerah tersebut. Hal ini dapat membuat saluran telinga rentan terkena infeksi. Menggunakan cotton swabs juga dapat meninggalkan kerusakan, menyebabkan keluarnya cairan berlebih dari dalam telinga. Tanda-tanda trauma di antaranya adalah pendarahan dari telinga, nyeri, iritasi, hilangnya pendengaran, dan perubahan pada pendengaran. 

Cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi tergantung pada apa yang menyebabkan kondisi ini pada bayi Anda. Apabila cairan kuning disebabkan karena air di telinga akibat saat memandikan air masuk ke dalam telinga, ibu tidak perlu khawatir karena dalam banyak kasus ini merupakan hal yang normal. Namun, apabila kondisi ini terus menerus terjadi, segera konsultasi dengan dokter anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *