Cara Mengganti Popok Bayi yang Benar

Terkadang, orang tua abai dalam memakaikan popok pada sang buah hati. Selain itu, kerap pula terjadi kasus popok bayi baru diganti setelah sekian lama. Hal ini tentu tak bisa diterapkan karena bisa memberikan dampak tersendiri bagi sang anak.

Hal tersebut karena ketika popok terlalu lama digunakan, bisa memicu munculnya ruam popok pada kulit di sekitar bokong bayi. Kemudian, bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, gatal sampai perih. Selanjutnya, bisa juga menimbulkan risiko infeksi kandung kemih dan infeksi akibat jamur dan bakteri pada bayi.

Untuk itu, mengganti popok bayi setidaknya dilakukan 2-3 jam sekali, dan tentunya dengan langkah yang tepat. Bagaimana caranya? Berikut penjelasannya.

Pertama-tama, siapkan terlebih dahulu perlengkapannya, seperti popok bersih, tisu basah, kapas, waslap atau handuk kering, perlak, dan bedak serta salep ruam jika dibutuhkan.

Untuk perlengkapan tersebut, pastikan diletakkan di posisi yang dekat dan terjangkau. Disarankan pula agar tak di taruh secara menumpuk karena bisa menyulitkan diri sendiri. Agar memudahkan memakaikan popok, pastikan baju bayi dilepas dahulu.

Selanjutnya, sebelum memulai proses penggantian popok bayi, pastikan tangan bersih. Atau paling tidak jika sedang dalam perjalanan menggunakan penyanitasi tangan atau hand sanitizer. Hal itu penting mengingat saat ini juga sedang pandemi Covid-19.

Setelah tangan dipastikan bersih, berikutnya letakan bayi di atas kain alas yang sudah disiapkan sebelumnya. Buka popok yang kotor dan Tarik ke bawah sedikit. Perlu diingat, saat hendak mengganti popok, pastikan kaki anak sudah dipegang dengan satu tangan. Nantinya, tangan yang memegang kaki bayi juga untuk mengangkat kakinya agar tidak banyak bergerak.

Sementara tangan satunya sudah melepas popok bayi yang kotor, tahap berikutnya bersihkan bokongnya dengan tisu basah yang sudah disiapkan sebelumnya. Sesudahnya, selipkan popok baru.

Untuk bayi laki-laki, sebelum membersihkan bokong bisa lebih dulu mengelap penis hingga buah zakar dengan lap lembab atau tisu basah. Setelahnya baru pindah membersihkan bagian bokong.

Sedangkan untuk bayi perempuan, bersihkan disarankan membersihkan dari arah depan ke belakang. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi saluran kencing, mengingat anak perempuan rentan mengalaminya.

Jangan lupa pula bersihkan setiap lipatan pada kulit bayi dan pastikan habis mengelap dengan tisu basah, kondisi kulit sudah kering. Cara ini juga perlu dilakukan sekalipun sang anak tak membuang air besar. Memastikan kebersihan saat mengganti popok bayi penting dilakukan.

Sesudah tahap pembersihan selesai, berikutnya memasang popok baru. Untuk bayi laki-laki, jangan lupa arahkan penis ke bawah. Hal ini agar air kencingnya mengarah ke bagian daya serap popok.

Setelah popok dipastikan berada di antara dua kaki bayi dengan seimbang, kencangkan perekat popok ke arah perut. Tetapi, jangan terlalu kencang agar sang anak tetap nyaman.

Ketika semua tahapan sudah selesai, jangan lupa membuang popok bayi yang sudah kotor berikut dengan tisu basah yang habis dipakai. Sebelum dibuang, pastikan plastik yang membungkusnya sudah diikat dengan kencang. Setelahnya, jangan lupa cuci tangan kembali sampai bersih setelah melakukannya.

Dalam mengganti popok bayi memang terkesan sederhana dan mudah. Tetapi, tidak ada salahnya agar setiap pasangan mau bergantian melakukannya. Terlepas dari itu, sekalipun terbilang sederhana, mengganti popok dengan proses yang benar memang tak bisa diabaikan. Selain demi kebersihan sang buah hati, mengganti popok bayi dengan benar juga berimplikasi pada kenyamanan.

Terpenting, yang perlu diingat jangan biarkan bayi terlalu lama mengenakan popoknya. Mengganti popok bayi secara teratur sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *