Benarkah Parkinson Menjadi Penyebab Otak Lemot? Ini Penjelasannya!

Seseorang yang lamban dalam mengartikan atau mencerna sesuatu seringkali dikaitkan dengan otak lemot atau lambat. Bagi beberapa orang, usia lanjut pun sering dikaitkan dengan penyebab otak lemot. Atau menurunnya fungsi otak ketika diajak bekerjasama. 

Namun, dalam dunia medis sendiri, otak lemot disebut dengan brandyphrenia, di mana kondisi tersebut otak mengalami gangguan yang membuat fungsinya menjadi lambat. Dan, penyakit Parkinson seringkali dituduh menjadi penyebab otak lemot. Apakah benar? Berikut penjelasannya. 

Penyebab otak lemot

Brandyphrenia adalah kelambanan berpikir dan manifestasi umum dari banyak gangguan otak. Hal ini juga bisa menjadi efek samping dari beberapa jenis pengobatan psikiatri. Brandyphrenia dapat ditemukan pada gangguan seperti penyakit Parkinson dan beberapa bentuk skizofrenia, yang juga disebut akinesia psikis. 

Mereka yang menderita otak lemot sering kali menunukkan kurangnya perhatian dan resepin yang tertunda, yang menyebabkan penurunan produktivitas saat tugas diberikan. Pasien-pasien ini seringkali hanya meresepon dengan jawaban satu kata, bukan memberikan jawaban yang lengkap. Keluhan kesulitan berpikir dan dalam mengungkapkan pikiran merupakan hal yang biasa terjadi. Sebagian besar waktu mereka habiskan untuk mencari kata-kata untuk menggambarkan perasaan mereka saat berkomunikasi dengan orang lain.

Jadi, apakah Parkinson menjadi penyebab otak lemot?

Meskipun penyebab otak lemot atau brandyphrenia umumnya dikaitkan dengan penyakit Parkinson, tetapi hal ini masih menjadi perdebatan. Pasalnya, tidak semua penderita Parkinson mengalami masalah dengan fungsi kognitif. 

Namun, sekitar setengah dari penderita Parkinson memang mengalami beberapa masalah dengan gangguan kognitif, otak lemot salah satunya. Kerusakan otak dan efek samping dari pengobatan psikiatri adalah alasan paling umum untuk berkembangnya brandyphrenia. Pun, usia tua juga bisa menjadi faktor risiko. 

Gejala brandyphrenia, meliputi:

  • Perlambatan kognitif menyebabkan gangguan bicraa, mobilitas, pemahaman kalimat, fungsi eksekusi, dan memori kerja 
  • Peningkatan latensi respons
  • Tidak adanya gerakan sukarela
  • Kompulsi dan tindakan berulang
  • Kekosongan mental atau kekosongan
  • Mengurangi perhatian emosional

Jadi selain penderita Parkonson dan pengobatan psikiatri, beberapa hal pun dapat menjadi penyebab otak lemot. Misalnya saja seperti kekurangan vitamin B-12, penyakit hipotiroisme, demensia, dan penurunan penggunaan glukosa. 

Bagaimana cara mendiagnosanya?

Untuk membantu dokter membuat diagnosis yang lebih pasti, mereka mungkin menggunakan beberapa tes. Ini termasuk:

  • Pemeriksanaan di samping tempat tidur: Termasuk membaca alfabet mundur, kefasihan huruf, dan tes membuat jejak.  
  • Pengukuran kecepatan psikomotor dan psikologis. Menggunakan tes yang mengukur waktu reaksi, waktu pengenalan, waktu reaksi pilihan, dan waktu inspeksi. 
  • Tindakan neuropsikologis termasuk memori orang dewasa dan tes pemrosesan, tes tambahan sensorik cepat, dan tes skala-III Wechsler Adult Intelligence
  • Tindakan komputerisasi. Termasuk tes ambang pendengaran dan visual, tes penambahan serial dna tes pemindaian memori Sternberg. 

Perawatan untuk brandyphrenia bertujuan untuk mencapai yang berikut:

  • Menghentikan pengobatan yang menyebabkan brandyphrenia
  • Normalisasi kadar gula darah dan cobalamin
  • Minimalkan faktor risiko serebrovaskular
  • Memperlambat perkembangan kondisi dengan mengganggu degenerasi sel saraf

Perubahan gaya hidup untuk atasi otak lemot

Mengubah gaya hidup bisa menjadi salah satu mengatasi otak lemot. Pasalnya, hal ini dapat membantu meningkatkan kehidupan mereka sehari-hari. Nah, beberapa hal berikut bisa Anda lakukan untuk mengurangi otak lemot, meliputi:

  • Fokus hanya pada satu tugas saja dalam satu waktu. Tuliskan jika perlu 
  • Bersabarlah selama jeda yang lama
  • Batasi gangguan di lingkungan
  • Biarkan orang lain berbicara perlahan dan jangan takut meminta mereka mengulangi kata-kata mereka
  • Beri diri Anda cukup waktu untuk bereaksi
  • Pertahankan fokus pada orang tersebut
  • Waspadai preferensi orang lain
  • Gunakan jam alarm atau jam tangan untuk membantu membuat jadwal atau janji Anda
  • Dengarkan baik-baik instruksi jika memulai tugas baru

Jika penderita Parkinson disebut menjadi penyebab otak lemot, hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Meskipun hal tersebut masih menjadi perdebatan, namun penderita Parkinson mengalami gangguan fungsi kognitif. Jadi, hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengurangi gejala yang muncul. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *