Apa Itu Biopsi Hati RS Tria Dipa?

Biopsi hati yang bisa Anda dapatkan di RS Tria Dipa merupakan sebuah prosedur medis di mana sebagian kecil jaringan hati diambil sehingga dapat dianalisis di laboratorium. Biopsi hati biasanya akan dilakukan untuk mengevaluasi suatu penyakit, seperti sirosis, atau untuk mendeteksi infeksi, peradangan, atau sel-sel kanker. Dokter dapat melakukan biosi hati apabila darah atau tes pencitraan mengindikasikan adanya masalah pada hati. Hati merupakan organ tubuh yang sangat penting, dan hati melakukan banyak hal untuk tubuh untuk dapat berfungsi dan bertahan hidup, seperti memproduksi protein dan enzim yang bertanggungjawab atas proses metabolisme esensial, membersihkan kontaminan dari darah, membantu melawan infeksi, dan menyimpan vitamin dan gizi esensial lainnya. 

Dokter RS Tria Dipa dapat memerintahkan prosedur biopsi hati untuk dilakukan untuk membantu menentukan apakah ada daerah hati yang terinfeksi, meradang, atau menderita kanker, atau untuk mendiagnosis tingkat kerusakan hati. Gejala yang akan diuji oleh dokter di antaranya adalah gangguan sistem pencernaan, nyeri perut yang terus menerus terjadi, masa perut atas kanan, dan tes laboratorium yang menunjukkan adanya gangguan pada hati. Biopsi hati biasanya dilakukan apabila Anda menerima hasil tidak normal dari tes hati, memiliki tumor atau masa pada hati, dan mengalami demam yang tidak diketahui penyebabnya atau terus menerus terjadi. 

Meskipun tes pencitraan seperti CT scan atau sinar-X dapat membantu mengidentifikasi daerah yang perlu mendapatkan pemeriksaan dan perawatan, keduanya tidak selalu dapat memberikan diagnosis yang tepat atau menentukan pilihan perawatan yang terbaik. Oleh karena alasan inilah biopsi hati RS Tria Dipa perlu dilakukan. Meskipun biopsi biasanya berhubungan dengan knker, bukan berarti Anda memiliki kanker ketika dokter meminta Anda untuk mendapatkan tes ini. Biopsi juga akan membantu dokter memlihat kondisi selain kanker yang dapat menyebabkan gejala yang dirasakan. Dokter dapat menggunakan biopsi hati untuk membantu diagnosis atau memantau jumlah gangguan hati. Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi hati dan membutuhkan biopsi di antaranya adalah penyakit hati alkohol, hepatitis autoimun, hepatitis kronis (B atau C), hemochromatosis (terlalu banyak zat besi di dalam darah), penyakit hati berlemak non-alkohol, sirosis biliary primer (yang menyebabkan jaringan parut pada hati), dan penyakit Wilson (sebuah penyakit hati denegartif turunan yang disebabkan karena tembaga berlebih di dalam tubuh). 

Apakah ada risikonya?

Semua prosedur medis yang melibatkan membuka kulit memiliki risiko infeksi dan pendarahan. Meskipun sayatan biopsi hati biasanya berukuran kecil, masih tetap akan ada risiko pendarahan mengingat hati memiliki banyak pembuluh darah. Menurut Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal Nasional, pendarahan terjadi pada 1 dalam 500 prosedur biopsi hati, dengan pendarahan parah terjadi pada 1 dari 2500 biopsi hati. Dalam kasus pendarahan yang parah, transfusi darah atau operasi perlu dilakukan untuk menghentikan pendarahan. 

Biopsi RS Tria Dipa biasanya tidak membutuhkan banyak persiapan. Tergantung kondisi yang Anda miliki, dokter dapat meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan fisik, menyediakan riwayat medis lengkap, berhenti mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi pendarahan seperti antikoagulan dan pereda rasa nyeri, tidak makan atau minuam 8 jam sebelum prosedur berlangsung, dan meminta Anda ditemani orang lain yang bisa mengantar Anda pulang ke rumah. Setelah sampel jaringan hati diambil, sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk mendapatkan pemeriksaan. Hal ini dapat memakan waktu beberapa minggu. Setelah hasil selesai, dokter akan menghubungi Anda untuk membagi hasil biopsi hati. Setelah diagnosis didapatkan, dokter akan mendiskusikan rencana perawatan yang direkomendasikan serta langkah selanjutnya yang perlu dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *