5 Jenis Cooking Oil dan Kegunaannya

Cooking oil

Minyak kelapa sawit merupakan jenis minyak yang paling banyak digunakan untuk memasak kebutuhan sehari-hari, seperti sayur, menggoreng lauk atau deep fried. Padahal terdapat beberapa jenis cooking oil yang juga bisa dipakai untuk memasak, seperti minyak zaitun, minyak alpukat hingga minyak rami, yang membedakan adalah titik asap dan rasanya.

Minyak akan terurai pada suhu tertentu dan dikenal sebagai titik asap, semakin rendah titik asap maka semakin cepat minyak terurai. Minyak murni memiliki titik asap lebih rendah ketimbang minyak sulingan, inilah yang membuat minyak murni lebih baik digunakan untuk saus salad dan minyak murni cenderung memiliki rasa yang lebih kuat.

Jenis Cooking Oil

Untuk minyak sulingan memiliki titik asap lebih tinggi dan biasanya rasanya lebih netral, hal ini membuat minyak ini lebih baik digunakan untuk menumis dan menggoreng. Hasil masakan juga akan menjadi lebih baik dengan menggunakan jenis minyak tertentu, dengan menyesuaikan titik asap yang dimiliki, berikut 5 jenis minyak untuk memasak dan kegunaannya.

  • Minyak Zaitun

Minyak zaitun didapatkan dengan menekan seluruh zaitun hingga menghasilkan minyak, meskipun dipakai di seluruh dunia namun ini merupakan jenis minyak goreng utama yang dipakai di Mediterania. Minyak ini tinggi asam lemak jenuh tunggal, titik asapnya bervariasi tergantung dari jenis.

Minyak zaitun extra virgin memiliki rasa terkaya karena dibuat tanpa panas atau bahan kimia, sehingga baik untuk saus salad. Sementara minyak jenis olahan baik dipakai untuk menumis dan drizzling atau taburan sementara buruk untuk digunakan untuk menggoreng masakan.

  • Minyak Jagung

Dibuat dari biji jagung dengan titik asap yang tinggi sehingga membuatnya baik dijadikan sebagai minyak goreng. Minyak ini banyak dipakai di restoran cepat saji, nyaris 70 persen restoran cepat saji membuat kentang goreng menggunakan minyak jagung dan untuk membuat margarin. Namun minyak ini tinggi lemak jenuh dan rendah lemak baik.

Sehingga sering dianggap sebagai salah satu minyak yang tidak sehar, titik asap minyak ini juga berada pada suhu 232 derajat celcius sehingga cocok untuk deep-fried dan margarin. Minyak ini tidak cocok untuk taburan dan memasak dengan api kecil.

  • Minyak Nabati

Minyak ini mengacu pada minyak nabati apa saja, bisa mencakup salah satu atau kombinasi dari minyak kedelai, minyak bunga matahari hingga minyak safflower. Sebagian besar minyak nabati memiliki titik asap tinggi dan rasa netral, membuatnya bagus digunakan untuk memanggang. Titik asap minyak ini tergantung pada jenisnya.

Minyak nabati memiliki lebih banyak kegunaan, seperti untuk memasak dan dressing tetapi buruk jika disajikan sebagai taburan. Karena memang minyak untuk taburan memerlukan minyak dengan cita rasa.

  • Minyak Kelapa

Bisa dibilang jenis minyak yang menjadi favorit para koki vegan dan sering digunakan sebagai pengganti mentega dalam membuat roti. Minyak ini dibuat dengan mengekstraksi daging kelapa, karena memiliki rasa manis alami yang baik untuk memanggang makanan manis dan untuk hidangan tumis tertentu.

Kaya akan lemak jenuh, khususnya jenis yang disebut asam laurat dan dianggap sebagai sumber lemak lebih sehat. Titik asap minyak kelapa berada di suhu 176 derajat celcius, baik digunakan untuk memanggang, membekukan, menumis tetapi tidak baik untuk deep-fried dan dressing.

  • Minyak Bunga Matahari

Cooking oil selanjutnya adalah minyak bunga matahari yang dibuat dari proses penekanan biji bunga matahari, minyak ini memiliki kandungan vitamin E tinggi dan rendah lemak jenuh. Titik asap tinggi dan rasa yang ringan membuat minyak ini menjadi favorit untuk menggoreng dan juga baik untuk memanggang.

Titik asap minyak ini berada di suhu 232 derajat celcius, selain untuk menggoreng juga baik dijadikan sebagai margarin dan dressing salad. Meski begitu minyak ini tidak cocok untuk taburan dan memasak dengan api kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *